... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Erdogan Kecam AS Soal Rencana Penarikan Pasukan dari Suriah

Foto: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

KIBLAT.NET, Ankara – Kunjungan penasehat keamanan nasional AS, John Bolton, ke Turki akhir pekan lalu sebagai utusan Presiden Trump dianggap gagal karena memicu reaksi keras Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang kemudian menolak bertemu dengan Bolton selama kunjungannya tersebut.

Erdogan tidak bisa menerima komentar dan pernyataan dua petinggi AS di bidang keamanan, yaitu John Bolton dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, mengenai kekhawatiran AS bahwa Turki akan menargetkan Kurdi selama invasi ke Suriah. Erdogan mengatakan, komentar Bolton merupakan sebuah “kesalahan besar” dan Erdogan juga menuding Bolton telah mengacaukan rencana penarikan mundur militer AS dari Suriah.

Sejumlah pejabat AS telah membuat satu kesepakatan besar kecuali terkait rencana Turki terhadap Kurdi. Selama ini Kurdi merupakan sekutu utama AS di Suriah. Meski demikian, Erdogan menyebut itu sebagai sebuah “kebohongan besar”. Menurut Erdogan, milisi YPG Kurdi tidak pernah benar-benar memerangi ISIS.

Lebih jauh Erdogan menuding AS plin-plan mengenai isu Suriah. Erdogan mengatakan bahwa pernyataan publik Bolton bertentangan dengan kesepakatan yang sudah dibuat antara dirinya dengan Presiden Donald Trump. Ini merupakan komplain Turki yang masuk akal, karena sejumlah komentar Bolton baru-baru ini kontradiksi dengan pengumuman Trump sebelumnya mengenahi rencana penarikan militer AS dari Suriah.

Perkembangan terbaru sejak kunjungan Bolton ke Istanbul tersebut kembali membawa spekulasi mengenahi hubungan Ankara dengan Washington selanjutnya. Turki memang sudah berencana akan melakukan invasi ke Suriah setelah AS menarik diri dari wilayah konflik tersebut. Dan sekarang rencana Washington kembali mentah karena tidak ada kejelasan kapan penarikan itu dilaksanakan.

BACA JUGA  Rusia Pertanyakan Keseriusan AS Tarik Pasukan dari Suriah

Optimisme mengenai pembicaraan sebelumnya yang dianggap sebagai “diskusi produktif” pun nampaknya mulai pudar. Penyebabnya adalah langkah Bolton yang menyebabkan berubahnya kemungkinan penarikan mundur militer AS dari Suriah dalam hitungan beberapa bulan ke depan menjadi dalam hitungan tahun. Sebagai respon, Turki sekali lagi mengancam akan melakukan invasi secara sepihak ke Suriah.

Penerjemah: Yasin Muslim
Sumber: Antiwar
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

KPAI Sebut Pelanggaran Hak Anak Terus Meningkat

Potret kasus pelanggaran hak anak dari tahun ke tahun terjadi secara fluktuatif.

Kamis, 10/01/2019 22:43 0

Indonesia

Peneliti LIPI: Lembaga Survei Politik Selama Ini Tidak Transparan

lembaga survei saat ini dinilainya tidak transparan dan justru turut serta berkontestasi politik.

Kamis, 10/01/2019 22:31 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Tiga Karakter Ulama Rabbani

Khutbah Jumat: Tiga Karakter Ulama Rabbani

Kamis, 10/01/2019 22:04 0

Indonesia

Hati-hati Berita Fahisyah

Berita pelacuran yang hanya menyoroti pelakunya dan nilainya akan menimbulkan disfungsi

Kamis, 10/01/2019 19:43 0

Video Kajian

Ust. Zamroni- Jerat Nafsu Media Sosial

KIBLAT.NET- Baru-baru ini heboh kabar prostitusi online, ini adalah akibat kurang bijaknya pengguna media sosial...

Kamis, 10/01/2019 19:13 0

Feature

Ada Banyak Manfaat di Setiap Seruput Kopi

Ternyata kopi juga mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Kamis, 10/01/2019 19:09 0

Indonesia

KH Arifin Ilham Dipindah ke Malaysia untuk Medical Check Up

Pemindahan ini bukan disebabkan rujukan yang diberikan oleh RSCM, melainkan karena sebelumnya Ustadz Arifin pernah dirawat di sana untuk kemoterapi.

Kamis, 10/01/2019 18:30 0

Indonesia

Terkait Uang, Kredibilitas Lembaga Survei Politik Dipertanyakan

"Hasil survei jika hendak dikeluarkan kepada publik harus dipikirkan. Jangan sampai hasil survei hanya menimbulkan kekhawatiran," kata Peneliti LIPI, Siti Zuhro.

Kamis, 10/01/2019 18:20 0

Editorial

Editorial: Gaduh KPU

Sejak masa kampanye bergulir, publik hanya disuguhi ujaran-ujaran kontroversi tanpa isi.

Kamis, 10/01/2019 17:59 0

Wawancara

[Wawancara] Pakar Komunikasi UI: Media Harus Hindari Disfungsi Pemberitaan Prostitusi

Dua minggu pertama tahun 2019, ranah maya masyarakat Indonesia diramaikan dengan pemberitaan prostitusi artis. Berbeda dari sebelumnya, kini artis yang terkena masalah kabarnya dihargai puluhan juta.

Kamis, 10/01/2019 16:51 0

Close