... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Serangan ke Kuala Batu Aceh, Invasi Militer Pertama AS

Penulis: K. Subroto (Peneliti di Lembaga Kajian Syamina)

 

KIBLAT.NET – Hari ini nama Kuala Batu (Kuala Batee) hampir tidak diketahui oleh para sarjana Indonesia maupun Melayu, kecuali mereka yang telah mempelajari sejarah dan masyarakat provinsi Aceh, di Sumatra bagian Utara. Bahkan dalam buku-buku sejarah Indonesia sangat sedikit yang menyebutkan tentang Kuala Batee, dan apa yang terjadi di sana pada tahun 1831-1832, yang menggerakkan rantai peristiwa yang menyebabkan ekspedisi Sumatera Pertama tahun 1832 dan intervensi Amerika di sana. Peristiwa yang juga menjadi alasan Belanda untuk terlibat lebih lanjut dalam politik lokal Aceh.

Pulau Sumatera yang luas dan kaya sudah sejak lama diincar oleh Belanda. Sumatera menempati posisi strategis yang sangat penting, merupakan wilayah yang dipersengketakan dengan Inggris karena menghasilkan lada dan jenis komoditas lain yang berharga.

Kuala Batu (beberapa sumber Barat menulis dengan ejaan Quallah Battoo) adalah sebuah kerajaan kecil di wilayah Aceh pada masa lalu. Pada awalnya negeri Kuala Batu merupakan bagian dari kekuasaan Susoh. Kerajaan ini berkuasa sekitar tahun 1785 – 1832 Masehi. Kini lokasinya masuk dalam wilayah Kecamatan Kuala Batee yang berbatasan dengan Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya. Kuala Batee terletak di ujung pulau Sumatera, dan pada 1830-an adalah pemerintahan kecil yang independen di Aceh.

Aceh telah terlibat dalam perdagangan lada dengan banyak negara Barat termasuk Inggris, Belanda, Prancis, Denmark dan Spanyol sejak abad ke-17. Dan kala itu Aceh dikenal reputasinya sebagai pengekspor lada terbesar di dunia. Kesultanan Aceh merupakan pemerintahan di kawasan Asia Tenggara yang kuat. Aceh saat itu memiliki hubungan dekat dengan kekuatan besar Muslim lainnya, seperti Kekhalifahan Turki Utsmani (Ottoman) yang berpusat di Istanbul.

Pada tahun 1831, Friendship sering hilir mudik di pantai Barat Aceh, Sumatera Utara, untuk mencari lada.  Menurut Robert Booth, pada tahun 1832, sebelum peristiwa yang menggemparkan Amerika itu, Penduduk Kuala Batu, Aceh muak dengan para pedagang Amerika yang suka mencurangi takaran timbangan. “Endicott (Kapten kapal Friendship) banyak menghabiskan waktu dengan Po Adam, uleebalang setempat, yang memperingatkannya bahwa raja-raja lokal tengah marah karena turunnya harga lada dan kapten-kapten kapal yang kabur dengan tidak membayar penuh”

Di Kesultanan Aceh, hukum Islam dan adat senantiasa memayungi seluruh lini kehidupan masyarakat. Keduanya berjalan beriringan, seperti ‘dua sisi mata uang’. Menurut adat istiadat penduduk Aceh; Kecurangan dalam timbangan dianggap sebagai kesalahan besar (dosa besar).

BACA JUGA  Pasca Kedubes Cina Didemo, Sejumlah Ormas Islam Diajak ke Cina Diperlihatkan Kamp Uighur Tapi Palsu

Dengan berbagai pelanggaran aturan (adat) perdagangan setempat yang berulang kali dilakukan oleh para pedangan asal Amereka, beberapa orang mungkin kesal dan marah sehingga melakukan kekerasan. Saat itu kapal dagang Friendship asal Amerika muatannya dirampas, kapalnya disandera dan beberapa anak buah kapalnya terbunuh oleh penduduk di wilayah ini. Menurut versi kedua, kapal dagang Amerika Serikat Friendship diserang dan di sandera oleh penduduk Kuala Batu pada 3 Februari 1813 karena kapal AS tersebut hendak menyelundupkan lada dari pelabuhan Kuala Batu.

Keberhasilan berdagang di pantai Aceh tergantung pada kemahiran berbahasa Melayu, atau berbahasa Aceh. Kenyataan bahwa “pantai lada” Aceh terdiri dari banyak sekali wilayah otonomi, yang mengakui kedaulatan Kesultanan Aceh tetapi tidak “mengacuhkan” perintahnya, menjadikan pantai lada itu wilayah klasik “diplomasi kapal perang” Barat. Kapten kapal yang menunjukkan kehalusan perasaan, kesabaran dan berlaku adil tidak banyak mengalami kesulitan, dan bahkan dapat berdagang secara kredit, yang menuntut kepercayaan yang tinggi kepada mereka oleh pedagang-penjual Aceh.

Ketika berita tentang serangan terhadap Friendship mencapai Amerika, kabar itu disambut dengan kemarahan. Tiga hari setelah Friendship tiba di Salem, pemiliknya (yang merupakan senator dan sahabat presiden Amerika) menulis surat kepada Presiden Andrew Jackson dan menuntut agar dia mengambil tindakan pembalasan terhadap para perompak Melayu di Kuala Batu.

Potomac diperintahkan oleh Presiden Jackson untuk pergi ke Kuala Batee, menilai situasi dan mengambil tindakan yang dianggap perlu untuk memastikan keselamatan kapal-kapal dagang Amerika yang berlayar di perairan Hindia Timur di masa depan.

Pada awal Februari 1832 (satu tahun setelah serangan terhadap Friendship), Potomac sampai di Aceh, dan kemudian ke Kuala Batu, dan rencana dibuat untuk serangan. Serangan terhadap Kuala Batu dilakukan menggunakan kombinasi tipu daya dan strategi.

Potomac disamarkan sebagai kapal dagang Denmark.  Setelah mendekati Kuala Batu, Potomac menangkap sejumlah penduduk setempat dan menanyai mereka tentang pertahanan di kota kecil itu. Diputuskan bahwa serangan (pada 6 Februari 1832) dilakukan dinihari (jam 2 malam), menggunakan kombinasi pasukan darat dan juga pemboman dari laut.

Pada gempuran pertama kota Kuala Batu berhasil ditaklukkan dan pasukan Amerika membunuh 150 orang yang berusaha mempertahankan kota itu. Walaupun sudah berhasil dikalahkan pasukan Amerika belum puas. Mereka kembali menyisir seluruh kota, merampas semua harta bendanya dan membantai 300 orang, hampir semua penduduk kuala Batu. Setelah itu mereka membakar, membombardir dan menghancurkan semua yang ada.

BACA JUGA  Stop Menyebarkan Berita Perzinaan, Ini Alasannya

Kapten dan Kru Potomac mendapat banyak kritik atas peristiwa itu. Beredar juga kabar tentang para pelaut dan tentara Amerika yang terlibat dalam pembantaian, pemerkosaan, dan penjarahan atas persetujuan komandan mereka. Seluruh kekacauan dapat dihindari jika kapten Potomac mau berunding dengan orang Sumatra sebelum bertindak. Seorang kolumnis surat kabar Boston berargumen “dengan awak pelayaran, dan beberapa marinir, ia dapat mengelilingi kota, dan mengajukan tuntutan, tanpa penumpahan setetes darahpun.”

Bukankah lebih bijaksana bila para pelaku yang bertanggung jawab atas serangan pada kapal dagang Amerika saja yang ditangkap dan dibawa ke pengadilan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya? Tapi itu juga tidak menjadi pilihan. Maka wajar bila setelah kabar serangan dan pembantaian sampai di publik Amerika, Kapten dan kru mendapat kritikan yang sangat luas dari berbagai kalangan. Kritikan dan hujatan itu bahkan bertahan sampai beberapa tahun setelah serangan terjadi. Anehnya dengan semua kejahatan, dan kekejaman serta kritikan dan hujatan publik Amerika, presiden Jackson justru mendukung dan membela tindakan tersebut ketika pidato tahunan di kongres Amerika.

Pemerintah Amerika tidak pernah menginvestigasi atau mengkroscek laporan penyerangan kapal dagangnya. Apa latar belakang penyerangan tersebut? Kenapa yang diserang kapal Amerika? Dan siapa sebenarnya pelakunya? Semua itu tidak pernah dilakukan.

Hal yang dilakukan rezim Presiden Adrew Jackson saat itu, langsung mengirim kapal perang Potomac untuk menghukum (bahkan menghabisi) seluruh penduduk Kuala Batu atas tindakan yang dilakukan oleh beberapa orang saja.

Ekspedisi Sumatera Pertama menandai titik balik penting dalam hubungan maritim Amerika dengan Asia Tenggara. Karena peristiwa itu menandakan bahwa Amerika tidak hanya datang untuk berdagang secara pasif, tetapi juga menggunakan kekerasan untuk melindungi kepentingan komersialnya.

Amerika saat itu memang belum menjadi negara kolonial, negara penjajah seperti beberapa negara Eropa saat itu, namun apa yang dilakukan oleh angkatan lautnya dengan perintah Presiden dan persetujuan dari Kongres merupakan kebijakan resmi yang mendahulukan kekerasan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi, perbuatan yang sering dilakukan negara penjajah (kolonial). Dan tampaknya budaya dan kebijakan tersebut masih terus dipertahankan dan berlanjut sampai beberapa dekade sesudahnya.

 

Tulisan lengkap dapat didownload dengan klik di sini

Kuala Batu Aceh
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Dahnil Anzar: Upaya Pemberantasan Korupsi Mendapat Teror di Era Jokowi

Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi serangan teror yang menyerang pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kamis, 10/01/2019 10:37 0

Somalia

Amerika Kembali Gencarkan Serangan Udara di Somalia

Militer AS mengklaim tidak ada warga sipil yang menjadi korban dalam serangan itu. Sementara belum ada konfirmasi dari sumber lainnya.

Kamis, 10/01/2019 09:09 0

Turki

Kepala Staf Militer AS Koordinasikan Penarikan Tentara di Suriah dengan Turki

Di antara poin yang dibahas, penyelesaian peta jalan Manbaj, penarikan pasukan AS dari wilayah Suriah secara terkoordinasi dan bijaksana, dan kerja sama antara kedua negara dalam perang melawan “terorisme.”

Kamis, 10/01/2019 08:04 0

Foto

Banjir dan Badai Salju Melanda Kamp Pengungsi Suriah di Lebanon

Sejumlah foto yang berhasil diabadikan kantor berita Reuters menyaksikan kondisi kamp. Tenda-tenda pengungsi terlihat dikepung air. Mereka hanya bisa berupaya menghalangi air dengan tanah supaya tidak masuk tenda. 

Kamis, 10/01/2019 07:08 0

Feature

Gorengan Termasuk Makanan yang Paling Banyak Dipesan Melalui Go-Food

Selain gorengan, ayam, kopi, dan mie juga termasuk yang paling sering dipesan.

Rabu, 09/01/2019 23:25 0

Indonesia

Jadi Sasaran Teror Bom Molotov, Begini Kondisi Rumah Wakil Ketua KPK

Menurut pengakuan seorang warga, sempat terdengar suara letupan pada pukul 01.00 dini hari

Rabu, 09/01/2019 22:46 0

Indonesia

Rumah Wakil Ketua KPK Dilempari Bom Molotov, Begini Kata Saksi

Rumah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif dilempari benda yang diduga bom molotov

Rabu, 09/01/2019 22:40 0

Indonesia

Tiga Kali Bertemu, Kedua Timses Tak Sepakati Mekanisme Adu Visi Misi di KPU

Priyo Budi Santoso menceritakan kronologi gagalnya KPU memfasilitasi adu visi misi tersebut.

Rabu, 09/01/2019 19:38 0

Indonesia

AILA Prihatin Kasus Prostitusi Online Diberitakan Secara Masif

Ketua Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Rita Subagio mengaku prihatin dengan pengekposan besar-beasaran terkait kasus prostitusi online yang terjadi akhir-akhir ini.

Rabu, 09/01/2019 16:33 0

Amerika

Trump Klaim Pasukan AS Tewaskan Penyerang Kapal USS Cole

Militer AS mengatakan pada 4 Januari telah melakukan serangan yang menargetkan al-Badawi dengan hasil yang belum diketahui. Namun, pada 6 Januari Trump mengatakan al-Badawi terbunuh.

Rabu, 09/01/2019 16:29 0

Close