Rumah Pimpinan KPK Dibom Molotov, Ini Kata Dahnil Anzar

KIBLAT.NET, Jakarta – Jubir Koordinator BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa masyarakat butuh komitmen Jokowi untuk memberantas korupsi. Ia menilai, jika tidak ada komitmen maka ini ancaman serius bagi upaya pemberantasan korupsi.

“Kita butuh komitmen dari Jokowi dan komitmen polisi menangkap dan menangani pelaku teror. Saya pikir aparatur negara jika tidak bekerja untuk negara, justru dapat menjadi ancaman serius bagi agenda pembertansan korupsi kita,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Kamis (10/01/2019).

Maka, ia menegaskan bahwa sebagai bentuk komitmen Jokowi dalam memberantas korupsi, pelaku teror di rumah dua pimpinan KPK harus ditangkap. Sebab, kata dia, polisi perlu mengetahui apa motiv mereka.

“Diungkap saja segera, pelakunya ditangkap. Siapa aktornya, sama dengan kasus Novel Baswedan. sudah berulang kali ini kasus tidak akan selesai tanpa ada TGPF, tapi kan tidak ada komitmen untuk membentuk TGPF,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Rumah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif di Kalibata Selatan, Pancoran, Jakarta Selatan dilempari benda yang diduga bom molotov pada Rabu (09/01/2019).

Ledakan terdengar pada Rabu sekira pukul 01.00 dinihari, sebagaimana kesaksian dari seorang warga yang mendengar suara tersebut. “Suara seperti petasan,” ungkap Suwarni, saat ditemui di sekitar tempat kejadian.

Mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah ini juga menekankan bahwa selama empat tahun terbukti kita diseret era kegelapan pemberantasan korupsi.

BACA JUGA  Polri Masih Cari Dugaan Pidana Kerumunan di Petamburan

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat