... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Penyerang Militer Myanmar di Rakhine Punya Hubungan dengan ARSA?

Foto: Arakan Army

KIBLAT.NET, Rakhine – Arakan Army (AA) membantah bahwa mereka bersekutu dengan kelompok Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA). AA juga keberatan dengan peringatan juru bicara pemerintah Myanmar kepada para pendukungnya agar tidak mendukung organisasi pemberontak setelah melakukan serangan mematikan terhadap pos-pos polisi di negara bagian Rakhine utara pekan lalu.

Serangan terkoordinasi oleh AA terhadap empat pos polisi di kota Buthidaung pada 4 Januari menyebabkan 13 polisi tewas dan melukai sembilan lainnya. Kelompok nasionalis Arakan ini mengatakan kehilangan tiga tentaranya dalam kekerasan.

Pada konferensi pers pada hari Senin, juru bicara Kantor Presiden Zaw Htay menuduh AA memiliki hubungan dengan ARSA, sebuah kelompok militan Muslim yang pada Agustus 2017 melancarkan serangan mematikan terhadap 30 pos polisi dan sebuah pangkalan militer di Rakhine utara negara.

Dalam pernyataan di situs web dan halaman Facebook-nya, AA mengatakan pernyataan Zaw Htay tidak tepat. AA menganggapnya sebagai upaya pemerintah dan militer untuk membangkitkan kesalahpahaman antara sekutu kelompok militer Arakan dan basis dukungan etnis Rakhine.

Panglima Tertinggi AA Mayor Jenderal Tun Myat Naing juga memposting pesan online bahwa AA tidak memiliki koneksi ke ARSA. AA, yang memerangi militer Myanmar untuk otonomi yang lebih besar di negara bagian Rakhine, mewakili kelompok etnis Rahkine yang beragama Buddha di kawasan itu. Sementara ARSA adalah kelompok militan yang bermaksud membela Muslim Rohingya.

BACA JUGA  Pemerintah Klaim Telah Naikkan Tunjangan untuk Guru

Etnis Rakhine mengatakan bahwa tidak mungkin untuk tidak mendukung AA ketika mereka menginginkan kesetaraan dan hak untuk menentukan nasib sendiri melalui cara militer dan politik.

Pe Than, anggota parlemen majelis rendah dari Partai Arakan Nasional Buddha (ANP) garis keras yang mewakili konstituensi kotapraja Myebon, mengatakan bahwa orang-orang Rakhine tidak percaya dengan pernyataan Zaw Htay bahwa AA memiliki kaitan dengan ARSA.

“Tidak ada Rakhine yang akan menerima AA yang memiliki ikatan dengan ARSA, dan itu tidak akan pernah terjadi,” katanya.

Sumber: RFA
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

China

Cina Tangkap Tiga Warganya Karena Dianggap Hina Presiden

Ketiganya dianggap menghina Presiden Xi Jinping karena membuat sebuah video tentang dirinya ketika musim liburan.

Kamis, 10/01/2019 13:40 0

Asia

Tiga Kapal Perang Cina Merapat ke Kamboja

Cina dan Kamboja baru-baru ini mengadakan latihan militer bersama. Beijing telah berjanji untuk membantu mendanai modernisasi militer negara Asia Tenggara itu.

Kamis, 10/01/2019 13:10 0

Artikel

Serangan ke Kuala Batu Aceh, Invasi Militer Pertama AS

Nama Kuala Batu (Kuala Batee) hampir tidak diketahui oleh para sarjana Indonesia maupun Melayu, kecuali yang telah mempelajari sejarah dan masyarakat provinsi Aceh

Kamis, 10/01/2019 10:40 0

Artikel

Kunci Keberhasilan Taliban, Konsolidasi Kekuatan Militer dan Politik

Imarah Islam tumbuh menjadi sebuah entitas kekuatan yang diperhitungkan, baik itu di bidang militer, politik, bahkan media.

Kamis, 10/01/2019 10:14 0

Afrika

Amerika Kembali Gencarkan Serangan Udara di Somalia

Militer AS mengklaim tidak ada warga sipil yang menjadi korban dalam serangan itu. Sementara belum ada konfirmasi dari sumber lainnya.

Kamis, 10/01/2019 09:09 0

Turki

Kepala Staf Militer AS Koordinasikan Penarikan Tentara di Suriah dengan Turki

Di antara poin yang dibahas, penyelesaian peta jalan Manbaj, penarikan pasukan AS dari wilayah Suriah secara terkoordinasi dan bijaksana, dan kerja sama antara kedua negara dalam perang melawan “terorisme.”

Kamis, 10/01/2019 08:04 0

Foto

Banjir dan Badai Salju Melanda Kamp Pengungsi Suriah di Lebanon

Sejumlah foto yang berhasil diabadikan kantor berita Reuters menyaksikan kondisi kamp. Tenda-tenda pengungsi terlihat dikepung air. Mereka hanya bisa berupaya menghalangi air dengan tanah supaya tidak masuk tenda. 

Kamis, 10/01/2019 07:08 0

Feature

Gorengan Termasuk Makanan yang Paling Banyak Dipesan Melalui Go-Food

Selain gorengan, ayam, kopi, dan mie juga termasuk yang paling sering dipesan.

Rabu, 09/01/2019 23:25 0

Amerika

Trump Klaim Pasukan AS Tewaskan Penyerang Kapal USS Cole

Militer AS mengatakan pada 4 Januari telah melakukan serangan yang menargetkan al-Badawi dengan hasil yang belum diketahui. Namun, pada 6 Januari Trump mengatakan al-Badawi terbunuh.

Rabu, 09/01/2019 16:29 0

Suriah

Kurdi Suriah Mengaku Siap Lawan Turki Jika Diserang

"Kami bersiap menghadapi ancaman Turki melalui perlawanan," kata Shahoz Hasan.

Rabu, 09/01/2019 15:50 0

Close