... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Kunci Keberhasilan Taliban, Konsolidasi Kekuatan Militer dan Politik

Foto: Imarah Islam Afghanistan

KIBLAT.NET – Imarah Islam (Taliban) telah membuktikan kepada penjajah asing dan proksi lokal mereka, pemerintah Kabul, bahwa meskipun para agresor asing dan lokal tersebut terus-menerus melakukan brutalisme dan kejahatan selama bertahun-tahun, hal itu hanya akan membawa pada kekalahan mereka sendiri. Di pihak lain, pejuang-pejuang Imarah Islam sangat kuat keyakinan mereka akan pertolongan Allah SWT, dan akan selalu menggelorakan jihad dalam rangka menolong rakyat Afghanistan.

Perjuangan jihad bersenjata sekarang ini masih berlangsung di seluruh pelosok Afghanistan. Pejuang Taliban merasa sangat terbantu dengan dukungan yang tulus dari saudara-saudara mereka sesama bangsa Afghan. Situasinya sangat kondusif, bahwa di satu sisi Imarah Islam berhadapan langsung dengan musuh di medan pertempuran; di sisi lain, semakin hari Imarah Islam semakin kuat, wilayah yang dikuasai semakin luas, dan ghanimah melimpah. Satu hal yang sangat jelas dan kasat mata adalah maraknya aksi-aksi damai berskala besar oleh warga sebagai elemen kekuatan sipil yang berkumpul untuk menyuarakan aspirasi mendukung Imarah Islam (Taliban).

Menurut hasil riset yang objektif, termasuk pengakuan oleh negara-negara penjajah asing sendiri, bahwa Taliban telah menguasai lebih dari setengah wilayah Afghanistan. Perkembangan situasinya sudah sedemikian rupa sehingga kapan saja mereka inginkan bisa melancarkan operasi militer yang menargetkan kota-kota besar, bahkan yang belum secara penuh mereka kuasai, seperti Kabul.

BACA JUGA  Antara Kematian Mursi dan Kematian Demokrasi di Mesir

Kemerdekaan dan Penerapan Sistem Islam

Di bidang militer, Imarah Islam berhasil memaksa musuh bertempur di banyak titik yang menyebabkan kerugian besar dan jatuhnya banyak korban. Di samping itu, Imarah Islam juga sangat aktif di bidang politik. Di antara upaya-upaya diplomasi politik Taliban adalah melakukan kunjungan ke berbagai negara, terlibat aktif di sejumlah muktamar internasional, dan bertemu dengan para pimpinan organisasi yang berbeda-beda. Prinsip dasar dan kebijakan Imarah Islam telah dipaparkan di depan berbagai forum konferensi maupun pertemuan-pertemuan internasional lainnya. Demikian juga, negara-negara di dunia dan di kawasan telah diyakinkan bahwa kita harus menolak kekuatan asing yang ingin menjajah negara kita, maupun yang ingin mencampuri urusan negara lain.

Imarah Islam (Taliban) sudah sangat layak dan memenuhi syarat mewakili rakyat & bangsa Afghan dengan memimpin perlawanan yang sah dengan bersenjata maupun berjuang secara politik untuk mendapatkan kembali hak-hak bangsa Afghanistan. Melalui upaya yang terus menerus dan tidak mengenal lelah selama lebih dari satu dekade, Imarah Islam telah membuktikan bahwa mereka serius dan sungguh-sungguh berjuang untuk mendapatkan kembali kemerdekaan yang telah dirampas oleh penjajah asing, dan dalam rangka menerapkan sistem Islam.

Situasi Semakin Kondusif

Dengan keberanian yang dianugerahkan Allah SWT kepada para pejuang, dan strategi yang penuh hikmah dan kebijaksanaan, Imarah Islam berhasil mengepung dari berbagai arah kekuatan penjajah asing beserta proksi lokal mereka. Bersamaan dengan itu, konsistensi dan kesetiaan Imarah Islam yang selalu berfikir dan bertindak secara matang membawa kepada dampak semakin luasnya area kontrol atau wilayah kekuasaan Imarah Islama. Sementara itu, kerugian besar dan jatuhnya banyak korban setiap hari menjadi hal yang sangat memalukan bagi musuh hari ini. Musuh tidak bisa lagi mencari kambing hitam ke orang lain selain menyalahkan diri mereka sendiri akibat keputusasaan menghadapi konflik yang seolah tiada ujung.

BACA JUGA  Dari Piagam Jakarta ke Pancasila: Mencari Makna Ketuhanan (Bag. 3)

Musuh terus mencari celah dan peluang untuk menghancurkan Imarah Islam, atau setidaknya melemahkan kekuatan dengan cara apapun yang bisa mereka lakukan. Mereka pun tiada henti melakukan tekanan dan terorisme negara terhadap Imarah Islam. Meski demikian, Imarah Islam tidak lantas menjadi lemah, demikian juga barisan pejuang sangat solid dan tidak bisa dicerai-beraikan. Sebaliknya, Imarah Islam tumbuh menjadi sebuah entitas kekuatan yang diperhitungkan, baik itu di bidang militer, politik, bahkan media. Masuk akal bahwa musuh sangat dipermalukan dengan semua realita ini.

Sumber: Alemarah
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Amerika Kembali Gencarkan Serangan Udara di Somalia

Militer AS mengklaim tidak ada warga sipil yang menjadi korban dalam serangan itu. Sementara belum ada konfirmasi dari sumber lainnya.

Kamis, 10/01/2019 09:09 0

Turki

Kepala Staf Militer AS Koordinasikan Penarikan Tentara di Suriah dengan Turki

Di antara poin yang dibahas, penyelesaian peta jalan Manbaj, penarikan pasukan AS dari wilayah Suriah secara terkoordinasi dan bijaksana, dan kerja sama antara kedua negara dalam perang melawan “terorisme.”

Kamis, 10/01/2019 08:04 0

Foto

Banjir dan Badai Salju Melanda Kamp Pengungsi Suriah di Lebanon

Sejumlah foto yang berhasil diabadikan kantor berita Reuters menyaksikan kondisi kamp. Tenda-tenda pengungsi terlihat dikepung air. Mereka hanya bisa berupaya menghalangi air dengan tanah supaya tidak masuk tenda. 

Kamis, 10/01/2019 07:08 0

Feature

Gorengan Termasuk Makanan yang Paling Banyak Dipesan Melalui Go-Food

Selain gorengan, ayam, kopi, dan mie juga termasuk yang paling sering dipesan.

Rabu, 09/01/2019 23:25 0

Indonesia

Jadi Sasaran Teror Bom Molotov, Begini Kondisi Rumah Wakil Ketua KPK

Menurut pengakuan seorang warga, sempat terdengar suara letupan pada pukul 01.00 dini hari

Rabu, 09/01/2019 22:46 0

Indonesia

Rumah Wakil Ketua KPK Dilempari Bom Molotov, Begini Kata Saksi

Rumah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif dilempari benda yang diduga bom molotov

Rabu, 09/01/2019 22:40 0

Indonesia

Tiga Kali Bertemu, Kedua Timses Tak Sepakati Mekanisme Adu Visi Misi di KPU

Priyo Budi Santoso menceritakan kronologi gagalnya KPU memfasilitasi adu visi misi tersebut.

Rabu, 09/01/2019 19:38 0

Indonesia

AILA Prihatin Kasus Prostitusi Online Diberitakan Secara Masif

Ketua Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Rita Subagio mengaku prihatin dengan pengekposan besar-beasaran terkait kasus prostitusi online yang terjadi akhir-akhir ini.

Rabu, 09/01/2019 16:33 0

Amerika

Trump Klaim Pasukan AS Tewaskan Penyerang Kapal USS Cole

Militer AS mengatakan pada 4 Januari telah melakukan serangan yang menargetkan al-Badawi dengan hasil yang belum diketahui. Namun, pada 6 Januari Trump mengatakan al-Badawi terbunuh.

Rabu, 09/01/2019 16:29 0

Suriah

Kurdi Suriah Mengaku Siap Lawan Turki Jika Diserang

"Kami bersiap menghadapi ancaman Turki melalui perlawanan," kata Shahoz Hasan.

Rabu, 09/01/2019 15:50 0

Close