Umat Islam Balikpapan Gelar Aksi Bela Muslim Uighur di Kantor Walikota

KIBLAT.NET, Balikpapan – Umat Islam Balikpapan, Kalimantan Timur turut menggelar Aksi Bela Muslim Uighur. Aksi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat itu dipusatkan di Kantor Walikota Balikpapan.

Ratusan massa mengikuti aksi yang dimotori Majelis Ulama Indonesia (MUI) Balikpapan. Mereka berasal dari Aliansi Muslim bersatu Balikpapan, FKUB, Front Pembela islam, Annas, KAMMI, Syam Organizer, Rumah Zakat, One Care, 28 Ormas Lokal kedaerahan yang tergabung dalam POAK, Bikers Subuhan, Shaff, Brotherhood, Sisterhood, Ukhuwah Amanah, dan Majelis taklim akhwat.

Massa aksi berkumpul sejak pukul 08.00 WITA pada hari Ahad (06/01/2019) di area Pasar Baru, Balikpapan. Mereka kemudian bergerak secara teratur dengan berjalan kaki dan berkendaraan menuju halaman kantor Walikota Balikpapan di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan. Peserta Aksi Bela Muslim Uighur itu diterima jajaran pemerintah daerah, yaitu Wakil Walikota Balikpapan, Kepolresta, Wadandim, Danlanal, dan pimpinan DPRD Kota Balikpapan.

Promotor Aksi damai MUI dan Aliansi Muslim Bersatu Kota Balikpapan, Fadjar Sidik dalam orasinya dihadapan mengatakan pemerintah Indonesia harus mendorong Cina untuk memberikan kemerdekaan kepada muslim Uighur. Sikap itu merupakan konsekuensi dalam menjalankan UUD 1945.

“Umat Islam Balikpapan akan mendukung baik secara moril maupun material terhadap pembebasan muslim Uighur di provinsi Xin Jiang Negeri China,” kata Fadjar Sidik dalam di halaman Kantor Walikota Balikpapan, Ahad (06/01/2018).

BACA JUGA  Viral Azan "Hayya 'alal-jihad", Wamenag Minta Tokoh Islam Beri Pencerahan

Dia menambahkan aksi damai ini bagian dari dukungan dan penolakan umat Islam dunia terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Xinjiang, Cina. Seperti dilaporkan Human Rights Watch (HRW), pemerintah Cina mempraktikkan pelanggaran hak asasi manusia massal dan sistematis terhadap Muslim Uighur di provinsi Xinjiang di barat laut negara itu. Sebanyak 13 juta Muslim di wilayah Xinjiang menjadi sasaran indoktrinasi politik, hukuman massal, pembatasan gerakan dan komunikasi, peningkatan pembatasan agama dan pengawasan kolektif, bahkan penyiksaan, perlakukan buruk dan pembatasan kehidupan di seluruh wilayah yang dihuni warga Muslim.

Aksi itu juga diwarnai dengan pembacaan surat pernyataan muslim Balikpapan terhadap kekejaman pemerintah Cina terhadap warga muslim Uighur. Surat tersebut diserahkan kepada Wakil Walikota Balikpapan, yang berjanji akan menyampaikan aspirasi umat Islam Balikpapan kepada pemerintah pusat.

Kontributor: Burhanuddin
Editor: Imam S.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat