... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Trump Klaim Pasukan AS Tewaskan Penyerang Kapal USS Cole

Foto: Jamal al-Badawi

KIBLAT.NET, Washington – Presiden Donald Trump mengatakan pasukan AS telah membunuh Jamal al-Badawi, sosok yang memimpin serangan mematikan di kapal USS Cole pada tahun 2000.

Militer AS mengatakan pada 4 Januari bahwa mereka melakukan serangan di Yaman yang menargetkan al-Badawi dengan hasil yang belum diketahui. Namun, pada 6 Januari Trump menulis di Twitter bahwa al-Badawi terbunuh.

“MILITER HEBAT kami telah memberikan keadilan bagi para pahlawan yang hilang dan terluka dalam serangan pengecut terhadap USS Cole,” tulis Trump di Twitter.

“Kami baru saja membunuh pemimpin serangan itu, Jamal al-Badawi. Pekerjaan kami melawan Al-Qaidah terus berlanjut. Kami tidak akan pernah berhenti dalam perjuangan kami melawan Terorisme Islam Radikal!”

Komando Sentral AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan pada 1 Januari di provinsi Marib Yaman telah menargetkan al-Badawi. Dia telah didakwa oleh hakim federal pada tahun 2003 dan dicari karena perannya dalam serangan USS Cole dan USS The Sullivan.

Serangan Al-Qaidah di kapal USS Cole

Serangan Al-Qaidah di kapal USS Cole

Al-Badawi ditangkap di Yaman dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 2004. Namun, ia melarikan diri dari penjara di Yaman dua kali — sekali pada tahun 2003 dan sekali lagi pada tahun 2006. Hadiah $ 5 juta disiapkan untuk informasi tentang dirinya.

Serangan terhadap kapal perusak USS Cole terjadi pada 12 Oktober 2000. Dua pria di sebuah perahu kecil meledakkan bahan peledak di samping USS Cole ketika sedang mengisi bahan bakar di Aden, Yaman. Serangan membuat lubang menganga di lambung kapal dan menewaskan 17 armada, dan melukai lebih dari tiga lusin lainnya.

BACA JUGA  Buntut Pengiriman S-400, AS Putus Kerjasama Jet Tempur F-35 dengan Turki

Dua dari enam orang yang terlibat dalam serangan USS Cole yang didakwa oleh Yaman dijatuhi hukuman mati.

Pada 2007, al-Badawi menyerah kepada otoritas Yaman sebagai bagian dari kesepakatan dengan Al-Qaidah. Otoritas Yaman membebaskannya sebagai imbalan atas janji bahwa ia tidak akan terlibat dalam kegiatan Al-Qaidah. Namun pihak FBI tetap mencarinya.

Sumber: The Epoch Times
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Anggota Parlemen Kuwait Ini Seru Dunia Untuk Bela Uighur

KIBLAT.NET- Anggota parlemen Kuwait, Syekh Usamah Asy Syahin seru untuk bela Uighur. “Kami di sini...

Rabu, 09/01/2019 15:35 0

Indonesia

Di Forum ILC, Rocky Gerung Pertanyakan Integritas KPU

Karena integritas akan menentukan netralitas.

Rabu, 09/01/2019 15:14 0

Manhaj

Stop Menyebarkan Berita Perzinaan, Ini Alasannya

Ali bin Abi Thalib, "Orang yang memperbincangkan fahisyah (Berita zina) dan yang menyebarkan beritanya maka dosanya adalah sama."

Rabu, 09/01/2019 15:00 0

Opini

Penindakan Hoaks ala Hukum Rimba

Kasus hoaks kembali mencuat pasca tweet dari elit Partai Demokrat, Andi Arief yang mempertanyakan kabar bahwa ada tujuh kontainer yang membawa surat suara tercoblos.

Rabu, 09/01/2019 13:06 0

Indonesia

Pembatalan Penyampaian Visi dan Misi Dinilai Tak Netral, Begini Penjelasan KPU

Komisioner KPU berargumen bahwa pembatalan tersebut bukan sepenuhnya keinginan KPU.

Rabu, 09/01/2019 12:35 0

Indonesia

KPU Dinilai Tak Netral, Fahri Hamzah Sebut Alasannya

Terlalu banyak improvisasi yang dilakukan KPU sehingga malah menimbulkan kesan tidak netral.

Rabu, 09/01/2019 12:17 0

Indonesia

Umat Islam Balikpapan Gelar Aksi Bela Muslim Uighur di Kantor Walikota

Umat Islam Balikpapan Gelar Aksi Bela Muslim Uighur di Kantor Walikota

Rabu, 09/01/2019 11:13 0

Indonesia

Sekretariat PB HMI Dirusak Oknum Tak Dikenal

Aksi dilakukan ketika kondisi gedung sedang sepi.

Rabu, 09/01/2019 10:45 0

Indonesia

Berikut Sikap MUI Terkait Pileg dan Pilpres 2019

Sikap serta pandangan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar kebangsaan dan keummatan MUI

Rabu, 09/01/2019 09:31 0

Indonesia

PSI Dinilai Menumpang Tenar ke Prabowo

Hampir setiap pernyataan PSI selalu terkait dengan Prabowo.

Selasa, 08/01/2019 19:33 0

Close