... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KPU Dinilai Tak Netral, Fahri Hamzah Sebut Alasannya

Foto: Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah

KIBLAT.NET, Jakarta – Penggagas Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI), Fahri Hamzah menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melanggar Undang-Undang Pemilu dalam penyelenggaran Pemilu 2019 ini. Pelanggaran itu lantaran KPU terlalu banyak mengimprovisasi aturan dalam proses yang telah berlangsung saat ini padahal UU Pemilu sudah baku, sehingga sikap KPU cenderung dinilai tidak netral dan seolah ada pencitraan di tengah jalan.

“KPU saat ini justru ngotot framingnya adalah telah memfasilitasi, menerima usulan, meneruskan pandangan tim paslon. Seharusnya KPU tidak boleh seperti itu, KPU harus tegas dalam menjalankan tugasnya membongkar siapa kandidatnya sebagaimana ditetapkan UU yang sudah baku itu. Jangan kemudian dianggap UU-nya tidak ada dan akhirnya menjadi negosebel, ini yang menjadi KPU tidak netral serta ada pencitraan di tengah jalan,” kata Fahri Hamzah di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di Tv One dengan tema “Debat Capres 2019: Menguji Netralitas KPU”, Selasa (8/1/ 2019).

Fahri menyayangkan kecenderungan KPU untuk tidak punya konsep dan tidak memahami maksud dari UU Pemilu akhirnya memunculkan banyak kontroversi yang tidak dijawab. Akan tetapi saat ada kontroversi tujuh kontainer tiba- tiba KPU turut turun melaporkan, seakan- akan untuk mengeroyok tim sebelah.

“Inilah penyebab KPU dinilai tidak netral. KPU saat ini seolah enggan bicara padahal tugas anda diragukan. Hey bicara, padahal anda dibayar untuk meyakinkan rakyat. Bicara KPU benar ini dasarnya silahkan periksa, ketika ada keraguan kotak suara dan DPT silahkan bicara sampai rakyat puas, jadi KPU jangan baper seperti ini,” ujarnya.

BACA JUGA  Ada Seruan Boikot Film The Santri, Yusuf Mansur: Pasti Jadi Kebaikan

Wakil Ketua DPR RI itu juga menyampaikan kandidat capres- cawapres saat ini perlu dibongkar siapa mereka ini. Karena ini hak rakyat untuk tahu ketika hendak memilih siapa pemimpin mereka. Padahal KPU saat ini dengan waktu persiapan yang panjang kenapa justru tidak ada regulasi dari KPU.

“Kenapa tidak ada pertunjukkan dari KPU, akhirnya masing- masing tim yang mengadu kepada KPU untuk adu jago antar kandidat. Adu jago baca Al Quran lah, atau adu jago gagah-gagahan lah. Mengapa justru seperti itu dengan waktu persiapan panjang selama delapan bulan ini yang diabaikan. Padahal waktu itu menjadi pertunjukan bagi rakyat menyambut datangnya pemimpin baru,” tuturnya.

Ia melanjutkan keinginan rakyat adalah melihat bagaimana kandidat calon pemimpin negeri ini di depan publik, menjelaskan arsitektur negeri ini di semua bidang ekonomi, politik, budaya, hukum, dan ideologi. Tetapi justru kini dibatalkan dan akhirnya hanya tersedia lima sesi debat yang mana waktu bicara kandidatnya  sangat sedikit, yang jauh lebih banyak bicara adalah konsultan atau tim sukses mereka.

“Kalau jadinya seperti itu, sama saja rakyat ini menonton pertunjukan bodoh. Paling tidak harapan saya di sisa waktu ini, KPU dapat menyelenggarakan Pilpres ini dengan baik. Sehingga rakyat dapat menyaksikan pesta demokrasi ini dengan penuh antusias yang melebihi menonton bola kalau perlu semua dapat bertepuk tangan. Jangan justru tidak ada kemeriahan dan rakyat tidak tahu, tapi tiba- tiba sudah ada pemimpin baru, ” tukasnya.

BACA JUGA  PKS: Kebakaran Hutan Setiap Tahun Terjadi, Seharusnya Pemerintah Bisa Antisipasi

Reporter: Hafiz Syarif
Editor: Rusydan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Terima Kembali Rezim Assad di Liga Arab Sama Saja Perkuat Posisi Iran

rezim telah menyerahkan Suriah secara militer dan politik ke Iran. Mengembalikan posisi Suriah di Liga Arab berart memperkuat posisi Iran dan mengencam dunia Arab

Rabu, 09/01/2019 10:02 0

Afrika

Dikirim Latihan Anti-Teror ke Kanada, 200 Tentara Mali Kabur

ratusan tentara itu melarikan diri karena takut dipulangkan ke Mali setelah masa pelatihan selesai. Mereka takut untuk perperang.

Rabu, 09/01/2019 08:38 0

Suriah

PBB Kirim Tim untuk Selidiki Dugaan Serangan Kimia di Aleppo

"Pada awal Desember, sebuah tim ahli dikirim ke Suriah untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut. Pembicaraan dengan pihak berwenang Suriah masih terus berlangsung sejak saat itu," kata organisasi yang bermarkas di Den Haag itu.

Rabu, 09/01/2019 08:05 0

Amerika

AS Bersiap Arahkan Ekspedisi Militer ke Asia

Dalam rencana operasinya, kami diskenariokan akan menyerang sejumlah pusat kota yang sudah ditentukan, melakukan atrisi menghancurkan pasukan musuh, dan selanjutnya memasuki masa transisi hingga pengamanan, lalu operasi kemanusiaan.”

Rabu, 09/01/2019 07:08 0

Tazkiyah

Tanda Hari Kiamat: Perzinaan yang Dianggap Biasa

“Di antara tanda-tanda hari kiamat adalah: sedikitnya ilmu dan tersebarnya kebodohan, merebaknya perzinaan, wanita akan semakin banyak dan pria akan semakin sedikit, sampai-sampai 50 wanita hanya diurus oleh 1 orang laki-laki.”

Selasa, 08/01/2019 17:06 0

Suara Pembaca

Kumpul Kebo Zaman Milenial dan Keberlangsungan Akal Sehat

Tanpa akal sehat, semua yang sudah tertata kembali menjadi tak tertata.

Selasa, 08/01/2019 14:48 0

China

Delegasi AS dan Cina Bertemu untuk Redakan Perang Dagang

Pertemuan dilakukan menindaklanjuti kesepakatan Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump pada bulan Desember terkait gencatan senjata setelah perang tarif impor meningkat.

Selasa, 08/01/2019 13:40 0

China

Cina Bolehkan PBB Kunjungi Xinjiang dengan Syarat

Cina akan menyambut para pejabat PBB yang berkunjung di wilayah Xinjiang jika mereka mengikuti prosedur yang berlaku.

Selasa, 08/01/2019 13:18 0

Video News

Kiblat Review: Outlook Umat Islam 2019

KIBLAT.NET- Bagaimana outlook umat islam di tahun 2019? Akankah isu tragedi yg menimpa muslim Uighur,...

Selasa, 08/01/2019 12:59 0

Video News

Awas Hoaks KH Arifin Ilham Wafat, Begini Kondisi Beliau

KIBLAT.NET- Beredar kabar mengejutkan di media sosial pada Selasa (08/01/2018) yang menyebut pimpinan Majelis Zikir...

Selasa, 08/01/2019 10:45 0

Close