... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Iran Berada di Balik Pembunuhan Dua Warga Belanda

Foto: Bendera Iran

KIBLAT.NET, Amsterdam – Iran diduga kuat telah melakukan dua pembunuhan politik di Belanda yang memicu sanksi Uni Eropa terhadap dinas intelijen militer Teheran.

Kedua pembunuhan itu diduga terjadi di siang hari pada tahun 2015 di Almere, sebuah kota di sebelah timur Amsterdam, dan pada tahun 2017 di jalan yang dekat dengan Kementerian Luar Negeri Belanda di Den Haag.

Dalam pernyataan tertulis kepada parlemen Belanda, Menteri Luar Negeri Stef Blok, mengatakan dinas intelijen telah menemukan “indikasi kuat bahwa Iran terlibat dalam pembunuhan dua warga negara Belanda asal Iran”. Blok menambahkan bahwa pemerintah percaya tindakan ini melanggar kedaulatan Belanda.

Pria yang terbunuh pada 2015 itu bernama Mohammad Reza Kolahi Samadi (56) yang sebelumnya dijatuhi hukuman mati di Iran setelah dituduh menanam bom di markas besar partai Republik Islam itu pada 1981 yang menewaskan 73 orang.

Di antara mereka yang tewas dalam serangan bom itu adalah orang kedua Ayatullah Khomeini, pemimpin tertinggi Iran saat itu. Samadi, yang berada di dalam gedung sesaat sebelum ledakan, dituduh melakukan serangan dan melarikan diri ke Eropa. Dia dijatuhi hukuman mati in absentia.

Bersama istri dan putra remajanya, ia pernah tinggal di Almere, bekerja sebagai insinyur dengan nama alias Ali Motamed. Dia ditembak di kepala pada jarak dekat oleh dua penyerang berpakaian hitam, yang diduga memiliki ciri khas pembunuh bayaran.

BACA JUGA  Fahri Hamzah Sebut Negara Biang Kerok Terorisme

Dua tahun kemudian, aktivis Iran Ahmad Molla Nissi (52) yang mendirikan kelompok nasionalis Arab yang mencari negara merdeka di dalam Iran juga ditembak di kepala ketika ia berjalan melewati Den Haag.

Pada hari Selasa, Uni Eropa memberlakukan sanksi terhadap dua orang Iran dan dinas intelijen militer negara itu sebagai tanggapan atas tuduhan tersebut.

Pemerintah Belanda mengatakan, pengusiran dua diplomat dari kedutaan Iran di Belanda pada bulan Juni 2018 sebagai balasan atas pembunuhan dan duta besar Iran telah dipanggil pada saat itu.

Dick Schoof, direktur jenderal dinas keamanan Belanda, AIVD, mengatakan pihaknya terlibat dalam upaya “intens” dengan negara-negara lain untuk meneliti sejauh mana campur tangan Iran di Eropa.

Tahun lalu, Perancis dan Denmark juga menyebut Iran merencanakan serangan di tanah Eropa, yang melibatkan serangan pemboman yang gagal yang menargetkan unjuk rasa yang diselenggarakan oleh kelompok oposisi Iran di dekat Paris pada Juni 2018 dan pembunuhan terhadap pemimpin pengasingan Gerakan Perjuangan Arab untuk orang-orang di pengasingan.

Sumber: The Guardian
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Penindakan Hoaks ala Hukum Rimba

Kasus hoaks kembali mencuat pasca tweet dari elit Partai Demokrat, Andi Arief yang mempertanyakan kabar bahwa ada tujuh kontainer yang membawa surat suara tercoblos.

Rabu, 09/01/2019 13:06 0

Indonesia

Pembatalan Penyampaian Visi dan Misi Dinilai Tak Netral, Begini Penjelasan KPU

Komisioner KPU berargumen bahwa pembatalan tersebut bukan sepenuhnya keinginan KPU.

Rabu, 09/01/2019 12:35 0

Indonesia

KPU Dinilai Tak Netral, Fahri Hamzah Sebut Alasannya

Terlalu banyak improvisasi yang dilakukan KPU sehingga malah menimbulkan kesan tidak netral.

Rabu, 09/01/2019 12:17 0

Indonesia

Umat Islam Balikpapan Gelar Aksi Bela Muslim Uighur di Kantor Walikota

Umat Islam Balikpapan Gelar Aksi Bela Muslim Uighur di Kantor Walikota

Rabu, 09/01/2019 11:13 0

Indonesia

Sekretariat PB HMI Dirusak Oknum Tak Dikenal

Aksi dilakukan ketika kondisi gedung sedang sepi.

Rabu, 09/01/2019 10:45 0

Indonesia

Berikut Sikap MUI Terkait Pileg dan Pilpres 2019

Sikap serta pandangan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar kebangsaan dan keummatan MUI

Rabu, 09/01/2019 09:31 0

Indonesia

PSI Dinilai Menumpang Tenar ke Prabowo

Hampir setiap pernyataan PSI selalu terkait dengan Prabowo.

Selasa, 08/01/2019 19:33 0

Tazkiyah

Tanda Hari Kiamat: Perzinaan yang Dianggap Biasa

“Di antara tanda-tanda hari kiamat adalah: sedikitnya ilmu dan tersebarnya kebodohan, merebaknya perzinaan, wanita akan semakin banyak dan pria akan semakin sedikit, sampai-sampai 50 wanita hanya diurus oleh 1 orang laki-laki.”

Selasa, 08/01/2019 17:06 0

Suara Pembaca

Kumpul Kebo Zaman Milenial dan Keberlangsungan Akal Sehat

Tanpa akal sehat, semua yang sudah tertata kembali menjadi tak tertata.

Selasa, 08/01/2019 14:48 0

Video News

Kiblat Review: Outlook Umat Islam 2019

KIBLAT.NET- Bagaimana outlook umat islam di tahun 2019? Akankah isu tragedi yg menimpa muslim Uighur,...

Selasa, 08/01/2019 12:59 0

Close