... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Delegasi AS dan Cina Bertemu untuk Redakan Perang Dagang

Foto: AS dan Cina

KIBLAT.NET, Beijing – Delegasi dari Cina dan Amerika Serikat akan mengadakan negosiasi di Beijing untuk meredakan perang perdagangan. Negosiasi dimulai pada hari Senin dan berlangsung selama dua hari.

Pertemuan dilakukan menindaklanjuti kesepakatan Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump pada bulan Desember terkait gencatan senjata setelah perang tarif impor meningkat.

Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada hari Ahad, Trump mengatakan bahwa pembicaraan perdagangan dengan Cina berjalan sangat baik.

“Saya benar-benar yakin mereka ingin membuat kesepakatan. Tarifnya benar-benar sangat merugikan Cina,” ujarnya.

Sementara itu, Lu Kang, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, membunyikan nada positif menjelang perundingan, dengan mengatakan para utusan akan melakukan “diskusi positif dan konstruktif” selama pertemuan di Beijing.

Delegasi AS diwakili oleh Jeffrey D Gerrish dari Kementerian Perdagangan. Sementara dari pihak Cina belum jelas. Pembicaraan akan terus berlanjut meskipun ada ketegangan karena penangkapan Meng Wanzhou, kepala keuangan raksasa teknologi Cina Huawei di Kanada.

Tahun lalu, Washington memberlakukan kenaikan tarif hingga 25 persen pada impor Cina senilai $ 250 miliar atas pengaduan Beijing yang mencuri atau menekan perusahaan untuk menyerahkan teknologi. Beijing merespons dengan menjatuhkan hukuman pada barang-barang AS $ 110 miliar, memperlambat bea cukai untuk perusahaan-perusahaan AS dan menangguhkan penerbitan izin di bidang keuangan dan bisnis lainnya.

Perselisihan itu membebani pertumbuhan ekonomi dan memicu volatilitas di pasar global di tengah meningkatnya ketidakpastian.

BACA JUGA  Kapal Bomber AS Berlayar di Laut China Selatan, Beijing Marah

Sebagai bagian dari gencatan senjata 90 hari, Washington menunda rencana kenaikan tarif impor Cina senilai $ 200 miliar dari 10 persen saat ini menjadi 25 persen. Beijing telah berkompromi dengan menangguhkan tarif tambahan pada mobil AS dan dengan membeli kedelai AS.

Tetapi analis mengatakan penundaan 90 hari kenaikan tarif tambahan terlalu sedikit waktu untuk menyelesaikan semua perselisihan yang mengacaukan hubungan kedua belah pihak, dengan alasan bahwa mereka menghadapi pertikaian yang berpotensi panjang mengenai teknologi dan masa depan hubungan ekonomi mereka.

“Cina ingin melihat semacam kesepakatan, bahkan jika itu adalah kesepakatan sementara yang membawa orang melewati beberapa tahun,” kata Einar Tangen, seorang analis politik yang mengkhususkan diri pada Cina dan penasihat pemerintah Cina tentang masalah ekonomi dan pembangunan.

Menurut Tu Xinquan, Direktur Institut Studi Kajian Organisasi Perdagangan Dunia Cina di Universitas Bisnis Internasional dan Ekonomi di Beijing, selama periode 90 hari itu, perjanjian “mungkin tidak tercapai sampai hari terakhir”.

Pembicaraan minggu ini akan fokus pada rincian teknis sebelum para pemimpin tingkat yang lebih tinggi membuat keputusan politik yang sulit. Dalam jangka panjang, tarif final mungkin tetap selama beberapa tahun.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Kiblat Review: Outlook Umat Islam 2019

KIBLAT.NET- Bagaimana outlook umat islam di tahun 2019? Akankah isu tragedi yg menimpa muslim Uighur,...

Selasa, 08/01/2019 12:59 0

Indonesia

Awas Hoaks KH Arifin Ilham Wafat, Begini Kondisi Beliau

Saat ini KH Arifin Ilham sedang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat

Selasa, 08/01/2019 11:23 0

Video News

Awas Hoaks KH Arifin Ilham Wafat, Begini Kondisi Beliau

KIBLAT.NET- Beredar kabar mengejutkan di media sosial pada Selasa (08/01/2018) yang menyebut pimpinan Majelis Zikir...

Selasa, 08/01/2019 10:45 0

Indonesia

Sejumlah Rumah Sakit Hentikan Layanan, Begini Penjelasan BPJS Kesehatan

Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma'ruf mengatakan situasi tersebut terkait dengan akreditasi rumah sakit yang bersangkutan

Senin, 07/01/2019 20:35 0

Indonesia

Tiadakan Penyampaian Visi Misi Capres, KPU Dilaporkan ke DKPP

KPU dinilai merugikan pasangan calon nomor 02 setelah tak memfasilitasi penyampaian visi misi capres-cawapres

Senin, 07/01/2019 20:10 0

Konsultasi

Hukum Mention Wanita Bukan Mahram di Sosial Media

Ustadz saya mau bertanya, sebenarnya bagaimanakah batasan interaksi antar lawan jenis di sosial media? Apakah sama dengan interaksi di dunia nyata? Karena saya terkadang mendapati seorang pria mention wanita yang bukan mahram di status medsos bukan untuk keperluan yang mendesak.

Senin, 07/01/2019 19:45 1

Indonesia

Pembatalan Visi Misi Capres oleh KPU, Dahnil Anzar: Turunkan Kualitas Demokrasi

Menurut Dahnil, penyampaian visi misi secara langsung dapat meningkatkan kualitas demokrasi di negeri ini.

Senin, 07/01/2019 18:16 0

Indonesia

ACTA Laporkan Ketua PSI ke Bareskrim

Selain ketua PSI, tiga kader lainnya juga ikut dilaporkan.

Senin, 07/01/2019 16:40 0

Indonesia

Materi Debat Pilpres Dibocorkan, Fahira Idris: Cerdas Cermat Anak Sekolah Saja Kagak Begitu

Menurut Fahira, membocorkan materi debat sama saja meremehkan kemampuan capres-cawapres.

Senin, 07/01/2019 16:16 0

Indonesia

Masa Sidang III 2018-2019, DPR Kejar Target Rampungkan 5 dari 33 RUU

Meskipun ada kejar target, kualitas pembahasan tetap diperhatikan.

Senin, 07/01/2019 16:02 0

Close