... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban Batalkan Negosiasi di Riyadh, Ini Alasannya

Foto: Delegasi Taliban saat menghadiri konferensi di Moskow beberapa bulan lalu [foto: Reuters]

KIBLAT.NET, Kabul – Imarah Islam Afghanistan atau lebih dikenal Taliban, Ahad (06/01), dikabarkan tidak akan menghadiri putaran negosiasi dengan Amerika Serikat di Arab Saudi yang dijadwalkan bulan ini. Hal itu karena Riyadh ingin melibatkan pemerintah Afghanistan dalam perudingan. Taliban berulang kali menegaskan hanya bernegosiasi dengan AS.

Kantor berita Reuters melansir dari seorang pejuang Taliban yang disebutnya “anggota senior” bahwa pihaknya tidak menghadiri negosiasi dengan pejabat AS, pekan depan. Meski demikian, Taliban akan melanjutkan proses perdamaian yang belum selesai di Abu Dhabi bulan lalu.

Sumber yang menurut Reuters tidak ingin disebutkan namanya itu menunjukkan bahwa ketidakhadiran Taliban ke Riyadh karena para pemimpin Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menginginkan kami bertemu dengan pemerintah Afghanistan secara khusus. Hal itu tidak kami inginkan saat ini sehingga pertemuan di Saudi kami batalkan.

Dia menambahkan bahwa gerakannya menawarkan pertemuan tetap digelar namun di Qatar. Di mana, di Negara itu tempat kantor biro politik Taliban dan pernah dijadikan pertemuan dengan pejabat AS.

Juru bicara resmi Taliban, Zabihullah Mujahid, membenarkan bahwa gerakannya membatalkan negosiasi di Arab Saudi. Akan tetapi ia tidak memberikan informasi mengenai lokasi pengganti.

Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Afghanistan tidak memberi komentar saat dikonfirmasi mengenai hal ini.

Sumber pemimpin senior Taliban lainnya mengatakan, pihaknya telah menjelaskan kepada Arab Saudi tidak dapat bertemu dengan pemerintah Afghanistan pada tahap ini.

BACA JUGA  Trump Kunjungi Pasukannya di Afghanistan dan Janjikan Gencatan Senjata

“Semua orang tahu fakta bahwa pemerintah Afghanistan tidak ingin meninggalkan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya dan membayar harga yang berat untuk pengusiran semua pasukan asing dari negara kita,” katanya.

“Mengapa kita harus berbicara dengan pemerintah Afghanistan?” imbuhnya.

Amerika Serikat beberapa tahun terakhir berupaya menyudahi perang panjang di Afghanistan, yang menyedot dana triliunan dolar. Washington mengupayakan perundingan damai. Taliban menyambutnya.

Akan tetapi, Taliban meminta syarat seluruh pasukang asing meninggalkan Afghanistan sebelum negosiasi resmi. Samapai saat ini, Taliban dan AS telah melakukan perundingan pembuka sebanyak tiga kali dan belum mencapai kesepakatan menyeluruh.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Tes Baca Al-Qur’an, Level Pemimpin Negara?

Apalah artinya lancar dalam membaca Al-Qur'an bagi seorang kepala Negara, tapi mereka menolak apa yang diajarkan Al-Qur'an.

Ahad, 06/01/2019 10:20 0

Indonesia

Sudah Tahu? Harga BBM Non Subsidi Berubah Mulai 5 Januari 2019

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan, penyesuaian harga yang dilakukan Pertamina telah sesuai dengan mekanisme dan peraturan yang berlaku.

Ahad, 06/01/2019 09:50 0

Fikih

Apakah Air Musta’mal Suci dan Mensucikan?

Beberapa waktu yang lalu pembicaraan tentang air musta’mal mengemuka ke publik. Lantaran Sandiaga Uno dikomentari karena wudhunya yang hanya menggunakan satu gayung. Terlepas dari latar belakang politik yang menyertainya, kita juga mesti tahu sebenarnya apakah itu air musta’mal, bagaiana hukumnya dan sahkah digunakan untuk bersuci?

Sabtu, 05/01/2019 19:42 0

Indonesia

Kepala Tertembus Peluru, Bripka Matheus BKO Satgas Antiteror Dipastikan Bunuh Diri

Matheus ditemukan warga tergeletak dengan luka di bagian kepalanya di sekitar TPU Mutiara, Mampang, Pancoran Mas, Depok

Jum'at, 04/01/2019 19:36 0

Video News

Ahli Vulkanologi: Mitigasi Bencana di Indonesia Masih Menjadi PR

KIBLAT.NET- Pada, Kamis, 3 Januari 2019, digelar diskusi media “Mitigasi Bencana Masih Menjadi PR”. Pak...

Jum'at, 04/01/2019 19:23 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Jagalah Lisanmu – Ust. Muiz Abu Turab

KIBLAT.NET- Dan katakanlah kepada seluruh manusia yang baik-baik saja, maka apa yang didengar dari lisan...

Jum'at, 04/01/2019 16:44 1

Indonesia

Said Aqil: Tak Ada Kampanye di Munas NU, Tapi…

PBNU akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konfrensi Besar (Konbes) NU 27 Februari hingga 1 Maret

Jum'at, 04/01/2019 16:21 1

Indonesia

Felix Siauw: Toleransi Itu Simpel

Ustadz Felix Siauw tidak habis mengerti dengan pihak-pihak yang menuduhnya sebagai pribadi intoleran.

Jum'at, 04/01/2019 13:54 0

Indonesia

Pemerintah Akui Mitigasi Bencana di Indonesia Masih Lemah

"Sekitar 4,5 sampai 5 juta penduduk masyarakat kita, itu terancam oleh letusan gunung api dan ancaman tsunami terhadap beberapa juta orang,” kata Rudy.

Jum'at, 04/01/2019 11:30 0

Video News

Ini Sambutan dan Pesan Dubes Arab Saudi dalam Kunjungan ke PBNU

KIBLAT.NET- Pada Kamis, 3 Januari 2019, Duta besar Arab Saudi melakukan kunjungan ke PBNU. Dan...

Jum'at, 04/01/2019 10:56 0

Close