... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Perempuan dan Rekayasa Generasi

Foto: Ilustrasi perempuan sebagai pendidik

Terdengar cukup ekstrem, namun inilah tugas setiap mamak pada hari ini. Mamak yang hidup di tengah jaman tanpa batas, di mana kemajuan berbanding lurus dengan keterpurukan.

Menjadi muslimah kaffah (menyeluruh) zaman now, jujur bukan hal yang mudah.  Moderat dan radikal menjadi tawaran yang mampu mengacaukan alam berpikir kita semua, kita yang bernama “perempuan”.

Di kubu mana saja ia berdiri, perempuan adalah sasaran tembak yang paling tepat untuk mengubah tatanan dunia. Dari perempuan-perempuan inilah akan lahir generasi seperti yang diinginkannya. Hitam putih anak-anak di dunia bergantung pada para perempuan yang menjadi ibunya.

Maka tak heran, musuh-musuh Islam selalu menghiasi jalan keluar yang indah bagi kaum perempuan dari ideologi Islam “konservatif” yang dianggap membahayakan. Tetap berIslam, namun ruang berpikirnya jauh dari tataran Islam.

Ide pertama muncul dengan membiarkan setiap perempuan melenggang ke tempat-tempat kerja yang dianggap syar’i. Mungkin masih teringat di benak kita tatkala muslimah berjilbab era 90-an hampir tak mendapat peluang bekerja di luar rumah. Merapatkan barisan di dalam rumah menjadi pilihan terbaik untuk tetap istiqomah.

Zaman berubah, mengabdikan diri di sekolah-sekolah Islam atau menjadi owner toko onlen milik sendiri, rupanya menjadi pilihan. Tetap bekerja, tetap bisa mengasuh anak (?), dan mengamalkan ilmu yang dimiliki. Apalagi di media sosial pun kemudian aktif berperan, menampilkan kiprah mereka yang berseri-seri.

Seharusnya tak ada yang janggal di sini. Namun sebagai perempuan, mari kita bertanya pada lubuk hati yang  terdalam. Tidakkah disadari, bahwa ada “hati” yang menangis ketika ibu asyik di depan gadget. Asyik menjawab setiap pertanyaan customer dengan hati-hati, meski harus membuat “luka” hati yang lain.

Tidakkah ibu sadari, ada mata yang memendam rindu ketika tangan melambai meninggalkan buah hatinya di tempat-tempat pengasuhan. Meski ibu berjanji menjenguknya setiap saat, namun kelelahan telah mengubahnya menjadi ibu yang ada tapi tiada.

BACA JUGA  Jadi, Di Mana Salah UBN?

Akhirnya juga tanpa disadari, “wa qorna fi buyutikunna” tetiba dianggap monster besar yang menimbulkan phobi. Sementara pada saat yang sama musuh-musuh Allah tersenyum gembira dengan kemenangannya.  Bertepuk lega karena berhasil menyibukkan para perempuan berjilbab dengan dunia berbungkus akherat yang diciptakannya sendiri.

Di sini letak ironisnya. Generasi yang seharusnya menjadi tanggung jawab utamanya terlantar begitu saja. Anak-anak yang seharusnya mendapat kasih sayang sempurna “dipaksa” melewatkan seluruh kesempatan emasnya bersama sang bunda. Tanpa bisa protes.

Padahal sejak Ibu Hawa terlahir, maka sejak itu pula kita telah “menandatangani” sebuah nota kesepakatan, untuk menjadi pendamping kaum Adam. Untuk setuju menjadi pelengkap segala urusan laki-laki yang dianggap remeh bahkan hina oleh para penuntut kesetaraan gender.

Dapur, sumur dan kasur. Adakah yang menganggap ini bukan pekerjaan perempuan? Terbayang bila wanita di antero dunia ini menafikannya, maka keseimbangan hidup pasti terganggu. Mungkin tak akan ada laki-laki berangkat mencari ma’isyah (nafkah) dengan pakaian rapi, perut kenyang dan hati lapang, karena para wanitanya sudah tak lagi peduli akan rumah.

Ini yang terkadang tidak bisa diterima begitu saja oleh akal sehat perempuan. Bahkan akal sehat para muslimah sekalipun. Seolah wanita (baca: istri) harus menjadi sosok terpinggirkan karena kedudukannya yang “hanya” di dalam rumah. Sedangkan “sabda” suami pemegang tampuk kekuasaan, menjadi perintah tak terbantahkan dalam keluarga.

Padahal syariat tidak pernah memarginalkan kaum wanita. Tidak pernah ada yang salah dengan syariat. Jelas dan gamblang Rasulullah mencontohkan cara masing-masing elemen memainkan peran. Tujuannya jelas, apalagi kalau bukan untuk merekayasa generasi agar semakin dekat kepada Allah.

Sesungguhnya syari’at juga tidak pernah melarang kaum perempuan keluar rumah untuk memenuhi hajat hidupnya. Urusan serius seperti shalat di masjid saja Rasulullah tidak melarang, apalagi urusan lain yang sama urgennya. Tapi ingatlah, semua ada masanya. Maka bersabarlah, tatkala anak-anak masih berada pada masa kritis di 7 tahun pertamanya. Masa yang tak pernah terulang, atau kita menyesal selamanya karena telah melewatkannya.

BACA JUGA  Ramadhan 1440 H, SMP-SMA Ar-Rohmah Putri Gelar Wisuda Angkatan VII

Biarkan para suami menunjukkan izzah (kehormatan) dengan mencarikan maisyah, karena ini memang menjadi tugas dan wewenangnya. Sedangkan wanita diperintah untuk menjaga/ mengelola harta suaminya. Ini sepaket dengan perintah Allah agar suami istri saling menjaga kehormatannya. “Hunna libasul lakum wa antum libasul lahunna.”  Dia adalah pakaian bagimu, dan engkau adalah pakaian baginya.

Tidak ada sosok yang paling pantas mendidik anak-anak kita selain kita sendiri. Karena Allah tak pernah memberikan amanah di luar kemampuan kita. Maka sebenarnya rekayasa generasi ini menjadi tugas terhormat yang Allah turunkan bagi para perempuan. Tugas besar yang semula mungkin tidak pernah terpikirkan, selain hanya menjadi peristiwa alamiah yang memang harus dilakoni setiap perempuan.

Adakah kita pernah terbesit, bermimpi besar sebagaimana Ibunda Shalahudin Al Ayyubi ketika berniat menuju ke pelaminan. Wanita sholihah itu berkata, “Aku ingin hidup bersama seorang pemuda yang akan menggandeng tanganku ke surga dan melahirkan darinya anak yang menjadi ksatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin.” So sweet, dan Allah mengabulkannya.

Tidak ada yang berubah dengan syariat. Sejak 14 abad lalu hingga hari ini aturan yang berlaku tetaplah sama. Zamanlah yang banyak berubah. Musuh-musuh Allah-lah yang semakin getol dan canggih memoles dunia yang buruk rupa menjadi cantik memesona. Tinggal kita mau berdiri di kubu yang mana.

Penulis: Ummu Asiah (Pendidik PAUD di Sukoharjo)

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Waspada! Manusia Tak Pernah Aman dari 2 Fitnah Ini!

KIBLAT.NET- Manusia akan selalu terancam dengan 2 fitnah ini. Apakah 2 fitnah yang selalu mengancam...

Senin, 07/01/2019 12:54 0

Indonesia

BNPB: Korban Meninggal Longsor Sukabumi Capai 31 Orang

hingga Ahad (06/1/2019) pagi, dari 100 orang terdampak longsor, tim SAR gabungan telah menemukan 64 orang selamat, 31 orang meninggal dunia, 2 orang hilang dan masih dalam pencarian, dan 3 orang luka.

Senin, 07/01/2019 12:27 0

Afghanistan

Taliban Batalkan Negosiasi di Riyadh, Ini Alasannya

Dia menambahkan bahwa gerakannya menawarkan pertemuan tetap digelar namun di Qatar. Di mana, di Negara itu tempat kantor biro politik Taliban dan pernah dijadikan pertemuan dengan pejabat AS.

Senin, 07/01/2019 11:15 0

Amerika

Trump: Penarikan Pasukan AS dari Suriah Tidak dalam Waktu Dekat

“Saya tidak pernah sama sekali mengatakan akan melakukan penarikan dala waktu cepat. Akan tetapi, kami akan mengalahan ISIS terlebih dahulu,” kata Trump, seperti dilansir Reuters.

Senin, 07/01/2019 07:58 0

Suriah

Oposisi Suriah Seru Negara Arab Tak Normalisasi Hubungan dengan Rezim

UEA membuka kembali kedutaan besarnya di Damaskus bulan lalu dan Bahrain mengatakan kedutaan besarnya di Damaskus dan misi diplomatik Suriah di Manama masih bekerja "tanpa gangguan".

Senin, 07/01/2019 06:47 0

Arab Saudi

Naveed Iqbal, Pria Lumpuh yang Terbitkan Aplikasi “Mecca Guide”

Aplikasi ini dibuat hanya dengan menggunakan dua ibu jari yang memiliki pergerakan terbatas.

Ahad, 06/01/2019 14:52 0

Afghanistan

Alasan Utama Taliban Enggan Berunding dengan Pemerintah Afghan

Alasan tersebut secara resmi dijelaskan Imarah Islam (Taliban) dalam situsnya, Alemarah

Ahad, 06/01/2019 14:18 0

Timur Tengah

Bashar Assad Akan Diundang dalam Pertemuan Liga Arab

Sumber senior menambahkan bahwa Damaskus belum diberi tahu bahwa delegasi Lebanon bermaksud menyerahkan undangan itu.

Ahad, 06/01/2019 13:45 0

Suriah

Serangan AS di Suriah Meningkat Pasca Trump Umumkan Tarik Pasukan

Sekitar 50.000 hingga 60.000 orang terjebak di Suriah timur di bawah serangan AS ini.

Ahad, 06/01/2019 13:10 0

Malaysia

Menteri Pertahanan Malaysia Akui Putranya Ditahan Karena Narkoba

Setelah diuji, keduanya positif menggunakan narkoba jenis ganja.

Ahad, 06/01/2019 12:24 0

Close