... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Oposisi Suriah Seru Negara Arab Tak Normalisasi Hubungan dengan Rezim

Foto: Delegasi oposisi Suriah dalam perundingan Jenewa

KIBLAT.NET, Riyadh – Anggota senior tim negosiator oposisi Suriah, Nasr Al-Hariri, Ahad (06/01), menyatakan sangat terkejut atas keputusan beberapa negara Arab menjalin kembali hubungan dengan rezim Bashar Assad. Ia mendesak beberapa Negara itu mengkaji ulang normalisasi hubungan tersebut.

Negara-negara Arab, beberapa dari mereka sebelumnya pendukung oposisi Suriah, berusaha berdamai dengan rezim Assad setelah pemerintah meraih banyak kemenangan.

UEA membuka kembali kedutaan besarnya di Damaskus bulan lalu dan Bahrain mengatakan kedutaan besarnya di Damaskus dan misi diplomatik Suriah di Manama masih bekerja “tanpa gangguan”.

“Langkah ini (rekonsiliasi) … kami tidak memiliki kapasitas untuk menghentikannya,” kata Hariri kepada wartawan di Riyadh seperti dilansir Reuters.

“Kami masih berharap bahwa ada kemungkinan negara-negara ini akan mengkaji ulang keputusan mereka dan harus menyadari bahwa hubungan yang nyata, kuat, tegas dan kuat adalah dengan saudara-saudara mereka dari rakyat Suriah dan bukan dengan rezim yang melakukan semua kejahatan ini,” katanya.

Ia melanjutkan, rezim di Suriah adalah rezim perang kriminal murni. Bashar Al-Assad akan tetap menjadi penjahat perang jika dia berjabat tangan dengan seribu pemimpin.

Liga Arab menangguhkan keanggotaan Suriah pada 2011 sebagai tanggapan atas tindakan keras pemerintah terhadap protes Musim Semi Arab. Agar Suriah kembali bergabung, Liga harus mencapai konsensus di antara para anggotanya mengenai langkah ini.

BACA JUGA  Penelitian Ungkap 100 Ribu Orang Lebih Ditahan Rezim Suriah Selama Konflik

“Kami tidak berpikir itu adalah langkah yang tepat hari ini bagi komunitas Arab untuk merehabilitasi rezim dan menerimanya di meja seukuran Liga Negara-negara Arab dan tangannya menetes dari darah orang-orang Suriah,” kata Hariri.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Tes Baca Al-Qur’an, Level Pemimpin Negara?

Apalah artinya lancar dalam membaca Al-Qur'an bagi seorang kepala Negara, tapi mereka menolak apa yang diajarkan Al-Qur'an.

Ahad, 06/01/2019 10:20 0

Indonesia

Sudah Tahu? Harga BBM Non Subsidi Berubah Mulai 5 Januari 2019

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan, penyesuaian harga yang dilakukan Pertamina telah sesuai dengan mekanisme dan peraturan yang berlaku.

Ahad, 06/01/2019 09:50 0

Fikih

Apakah Air Musta’mal Suci dan Mensucikan?

Beberapa waktu yang lalu pembicaraan tentang air musta’mal mengemuka ke publik. Lantaran Sandiaga Uno dikomentari karena wudhunya yang hanya menggunakan satu gayung. Terlepas dari latar belakang politik yang menyertainya, kita juga mesti tahu sebenarnya apakah itu air musta’mal, bagaiana hukumnya dan sahkah digunakan untuk bersuci?

Sabtu, 05/01/2019 19:42 0

Indonesia

Kepala Tertembus Peluru, Bripka Matheus BKO Satgas Antiteror Dipastikan Bunuh Diri

Matheus ditemukan warga tergeletak dengan luka di bagian kepalanya di sekitar TPU Mutiara, Mampang, Pancoran Mas, Depok

Jum'at, 04/01/2019 19:36 0

Video News

Ahli Vulkanologi: Mitigasi Bencana di Indonesia Masih Menjadi PR

KIBLAT.NET- Pada, Kamis, 3 Januari 2019, digelar diskusi media “Mitigasi Bencana Masih Menjadi PR”. Pak...

Jum'at, 04/01/2019 19:23 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Jagalah Lisanmu – Ust. Muiz Abu Turab

KIBLAT.NET- Dan katakanlah kepada seluruh manusia yang baik-baik saja, maka apa yang didengar dari lisan...

Jum'at, 04/01/2019 16:44 1

Indonesia

Said Aqil: Tak Ada Kampanye di Munas NU, Tapi…

PBNU akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konfrensi Besar (Konbes) NU 27 Februari hingga 1 Maret

Jum'at, 04/01/2019 16:21 1

Indonesia

Felix Siauw: Toleransi Itu Simpel

Ustadz Felix Siauw tidak habis mengerti dengan pihak-pihak yang menuduhnya sebagai pribadi intoleran.

Jum'at, 04/01/2019 13:54 0

Indonesia

Pemerintah Akui Mitigasi Bencana di Indonesia Masih Lemah

"Sekitar 4,5 sampai 5 juta penduduk masyarakat kita, itu terancam oleh letusan gunung api dan ancaman tsunami terhadap beberapa juta orang,” kata Rudy.

Jum'at, 04/01/2019 11:30 0

Video News

Ini Sambutan dan Pesan Dubes Arab Saudi dalam Kunjungan ke PBNU

KIBLAT.NET- Pada Kamis, 3 Januari 2019, Duta besar Arab Saudi melakukan kunjungan ke PBNU. Dan...

Jum'at, 04/01/2019 10:56 0

Close