... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Balas Kampanye Militer Myanmar, Arakan Army Serbu Empat Pos Polisi

Foto: Pasukan Arakan Army

KIBLAT.NET, Rakhine – Arakan Army (AA), kelompok bersenjata Myanmar, meluncurkan operasi penyerangan terhadap empat pos polisi di Rakhine (Arakan). Sedikitnya tujuh polisi tewas dan 12 lainnya berhasil ditawan.

Juru bicara AA, Khan Thu Kho, mengatakan kepada Reuters pada Jumat (04/01) bahwa pejuangnya menyerang empat pos polisi. Belakangan diketahui ditemukan tujuh mayat musuh. Kami juga menawan 12 tentara lainnya.

“Kami akan perlakukan mereka sesuai undang-undang internasional. Kami tidak akan menyakiti mereka,” katanya.

Dia menegaskan bahwa serangan ini sebagai balasan atas operasi militer Myanmar beberapa pekan terakhir terhadap para pejuangnya dan juga warga sipil.

Juru bicara militer Myanmar Zaw Min Tun membenarkan serangan tersebut saat dikonfirmasi Reuters. Serangan tersebut terjadi pada Jumat dan menargetkan pos polisi di dekat perbatasan Bangladesh.

Min Tun mengatakan bahwa tentaranya telah membalas serangan tersebut. Namun ia menolak mengonfirmasi jumlah korban dan tawanan aparat dalam serangan terbaru tersebut.

Militer Myanmar mengumukan pada Desember lalu meluncurkan kembali operasi militer di wilayah Rakhine, tempat tinggal minoritas etnis Muslim Rohingya. Dalam pernyataan resmi, militer mengatakan bahwa operasi itu menyusul penemuan mayat dua nalayan Budha.

Militer menuduh dua nelayan itu dibunuh oleh orang-orang berbahasa Bengali, merujuk pada etnis Rohingya. Belum ada penyelidikan mendalam, militer segera mengerahkan tentara di wilayah tinggal Rohingya.

PBB mengatakan sebanyak 2.500 orang mengungsi akibat pertempuran terbaru itu. Tidak dijelaskan para pengungsi itu dari pihak etnis Rohingya atau warga Budha.

BACA JUGA  Kelompok HAM Ungkap Cara Myanmar Hapus Kewarganegaraan Rohingya

AA berbeda dengan Tentara Penyelamat Arakan-Rohingya (ARSA). AA Adalah kelompok pemberontak Rakhine di Myanmar, didirikan pada 10 April 2009. Itu adalah sayap bersenjata Liga Persatuan Arakan, dan saat ini dipimpin oleh Mayor Jenderal Twan Mrat Naing.

Namun keduanya sama-sama kelompok bersenjata yang melawan pemerintah Myanmar meski berbeda ideologi.

Catatan: Sebelumnya berita ini disandarkan pada Tentara Penyelamat Arakan-Rohingya (ARSA) atau juga dikenal Harakat Al-Yaqin. Atas kesalahan ini, redaksi meminta maaf kepada para pembaca.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kepala Tertembus Peluru, Bripka Matheus BKO Satgas Antiteror Dipastikan Bunuh Diri

Matheus ditemukan warga tergeletak dengan luka di bagian kepalanya di sekitar TPU Mutiara, Mampang, Pancoran Mas, Depok

Jum'at, 04/01/2019 19:36 0

Video News

Ahli Vulkanologi: Mitigasi Bencana di Indonesia Masih Menjadi PR

KIBLAT.NET- Pada, Kamis, 3 Januari 2019, digelar diskusi media “Mitigasi Bencana Masih Menjadi PR”. Pak...

Jum'at, 04/01/2019 19:23 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Jagalah Lisanmu – Ust. Muiz Abu Turab

KIBLAT.NET- Dan katakanlah kepada seluruh manusia yang baik-baik saja, maka apa yang didengar dari lisan...

Jum'at, 04/01/2019 16:44 1

Indonesia

Said Aqil: Tak Ada Kampanye di Munas NU, Tapi…

PBNU akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konfrensi Besar (Konbes) NU 27 Februari hingga 1 Maret

Jum'at, 04/01/2019 16:21 1

Indonesia

Felix Siauw: Toleransi Itu Simpel

Ustadz Felix Siauw tidak habis mengerti dengan pihak-pihak yang menuduhnya sebagai pribadi intoleran.

Jum'at, 04/01/2019 13:54 0

Indonesia

Pemerintah Akui Mitigasi Bencana di Indonesia Masih Lemah

"Sekitar 4,5 sampai 5 juta penduduk masyarakat kita, itu terancam oleh letusan gunung api dan ancaman tsunami terhadap beberapa juta orang,” kata Rudy.

Jum'at, 04/01/2019 11:30 0

Video News

Ini Sambutan dan Pesan Dubes Arab Saudi dalam Kunjungan ke PBNU

KIBLAT.NET- Pada Kamis, 3 Januari 2019, Duta besar Arab Saudi melakukan kunjungan ke PBNU. Dan...

Jum'at, 04/01/2019 10:56 0

Indonesia

Ketua PBNU Minta Bantuan Dana Pendidikan ke Dubes Saudi

Said mengatakan dengan adanya hubungan antara Dubes Saudi dan PBNU nantinya diadakan penambahan jalur dan kuota beasiswa.

Jum'at, 04/01/2019 10:33 2

Video News

Pesan Said Aqil Siradj Kepada Dubes Saudi Arabia

KIBLAT.NET- Pada Kamis, 3 Januari 2019, Duta besar Saudi Arabia melakukan kunjungan ke PBNU. Dan...

Jum'at, 04/01/2019 09:52 0

Opini

Hati-hati, Politik Praktis ‘Membunuhmu’!

Peristiwa ini pun pada akhirnya menunjukkan kotornya politik demokrasi. Bahwa keberpihakan terhadap agama harus dilunturkan demi mendulang suara.

Jum'at, 04/01/2019 09:28 0

Close