... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bunuh Remaja ISIS, Komandan Navy SEAL Diancam Hukuman Seumur Hidup

Foto: Kepala Operasi Khusus Navy SEAL di Irak Edward Gallagher

KIBLAT.NET, Washington – Seorang anggota Navy SEAL menghadapi dakwaan pembunuhan berencana dan banyak pelanggaran lainnya dalam kasus penusukan seorang remaja ISIS di Irak pada tahun 2017. Selain itu, ia juga diduga melakukan penembakan terhadap warga sipil Irak yang tidak bersenjata.

“Kepala Operasi Khusus Edward Gallagher berencana untuk menyatakan tidak bersalah atas dakwaan tersebut selama sidang dakwaan di Pangkalan Angkatan Laut San Diego,” demikian menurut keterangan pengacaranya Phil Stackhouse, Jumat (04/01/2018).

Kasus ini menonjol karena melibatkan operator pasukan khusus Navy SEAL, sebuah kelompok yang sangat erat dengan standar militer.

Dalam paparannya, jaksa penuntut Angkatan Laut menuturkan ada seorang tentara yang tanpa pandang bulu menembaki warga sipil Irak dan menikam hingga mati seorang remaja ISIS berusia 15 tahun yang ditangkap. Dia kemudian berpose dengan mayat tersebut.

Gallagher dianugerahi Bintang Perunggu dua kali. Jika terbukti bersalah, veteran Angkatan Laut selama 19 tahun itu menghadapi hukuman penjara seumur hidup.

Pada sidang pendahuluan selama dua hari di pangkalan Angkatan Laut pada bulan November, para penyelidik mengatakan Gallagher menikam remaja itu di leher dan tubuhnya dengan pisau setelah ia diserahkan ke SEAL di kota Mosul Irak untuk dirawat karena luka yang diderita.

Agen Khusus Layanan Investigasi Kriminal Angkatan Laut Joe Warpinski mengatakan kepada pengadilan bahwa seorang petugas medis SEAL baru saja mengobati remaja itu. Setelah itu Gallagher “berjalan tanpa mengatakan apa-apa” dan mulai menikamnya.

BACA JUGA  Musim Kampanye Pemilu AS, Trump Dinyatakan Positif Covid-19

Jaksa penuntut Warpinski mengatakan Gallagher mengambil foto dirinya dengan mayat remaja itu, mengangkat pisaunya di satu tangan dan kepala remaja di tangan yang lain. Dia juga berpose dengan tubuhnya selama upacara pendaftaran ulang ditangkap dalam rekaman video.

Warpinski mengatakan ketika SEAL lain menanyai Gallagher, dia berkata “Saya bekerja padanya, dan dia baru saja meninggal.” Pengacara Gallagher mengatakan bahwa remaja itu meninggal karena luka-luka akibat serangan udara.

Warpinski, yang berbicara dengan sembilan anggota SEAL Tim 7, mendapatkan keterangan bahwa Gallagher akan menembak ke kerumunan orang Irak. Dia diduga menembak seorang lelaki tua yang membawa kendi air di Mosul pada Juni 2017, dan sebulan kemudian menembak seorang gadis berjalan di sepanjang tepi sungai di daerah yang sama.

Ada spekulasi bahwa kasus tersebut dapat meluas dan melibatkan orang lain karena tidak melaporkan apa yang mereka saksikan. Jaksa penuntut mengindikasikan komandan pleton Gallagher, Letnan Angkatan Laut Jacob Portier.

Juru bicara Angkatan Laut Brian O’rourke mengatakan bahwa kasus ini berfokus pada Gallagher dan Portier. Pengacaranya berencana meminta hakim agar membebaskan Gallagher sejak penangkapannya pada 11 September.

Sumber: Stripes
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Felix Siauw: Toleransi Itu Simpel

Ustadz Felix Siauw tidak habis mengerti dengan pihak-pihak yang menuduhnya sebagai pribadi intoleran.

Jum'at, 04/01/2019 13:54 0

Indonesia

Pemerintah Akui Mitigasi Bencana di Indonesia Masih Lemah

"Sekitar 4,5 sampai 5 juta penduduk masyarakat kita, itu terancam oleh letusan gunung api dan ancaman tsunami terhadap beberapa juta orang,” kata Rudy.

Jum'at, 04/01/2019 11:30 0

Video News

Ini Sambutan dan Pesan Dubes Arab Saudi dalam Kunjungan ke PBNU

KIBLAT.NET- Pada Kamis, 3 Januari 2019, Duta besar Arab Saudi melakukan kunjungan ke PBNU. Dan...

Jum'at, 04/01/2019 10:56 0

Indonesia

Ketua PBNU Minta Bantuan Dana Pendidikan ke Dubes Saudi

Said mengatakan dengan adanya hubungan antara Dubes Saudi dan PBNU nantinya diadakan penambahan jalur dan kuota beasiswa.

Jum'at, 04/01/2019 10:33 2

Video News

Pesan Said Aqil Siradj Kepada Dubes Saudi Arabia

KIBLAT.NET- Pada Kamis, 3 Januari 2019, Duta besar Saudi Arabia melakukan kunjungan ke PBNU. Dan...

Jum'at, 04/01/2019 09:52 0

Opini

Hati-hati, Politik Praktis ‘Membunuhmu’!

Peristiwa ini pun pada akhirnya menunjukkan kotornya politik demokrasi. Bahwa keberpihakan terhadap agama harus dilunturkan demi mendulang suara.

Jum'at, 04/01/2019 09:28 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Mewaspadai Dosa Tersembunyi

Khutbah Jumat: Mewaspadai Dosa Tersembunyi

Jum'at, 04/01/2019 01:58 7

Indonesia

Dubes Arab Saudi Baru Tutup Mulut Soal Penggantian Osamah Al-Shuibi

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia yang baru, Yahya bin Hasan Al Qahtani mengatakan persoalan dubes yang lama sudah selesai

Kamis, 03/01/2019 21:08 0

Indonesia

Ditanya Soal Mitigasi Bencana Indonesia, Eks Kepala PVMBG: Tak Usah Tanya, Semua Tahu

"Jadi pendidikan dalam bencana itu penting. Dalam segala hal pendidikan itu penting, apalagi di bencana"

Kamis, 03/01/2019 20:18 0

Video News

KH. Ma’ruf Amin Menyesal Ikut Penjarakan Ahok, Ini Komentar Ahli Hukum

KIBLAT.NET – “Pernah menyesal nggak sih jadi saksi yang memberatkan dan membuat Pak Ahok masuk...

Kamis, 03/01/2019 20:07 0

Close
CLOSE
CLOSE