... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Warga Suriah Gunakan Senjata untuk Rayakan Tahun Baru, Dua Tewas

Foto: Perayaan tahun baru di Damaskus

KIBLAT.NET, Damaskus – Perayaan tahun baru identik dengan menyalakan kembang api di detik-detik pergantian tahun. Namun tidak demikian di Suriah. Berondongan peluru ke udara menggantikan kembang api. Tak ayal, peluru-peluru itu memakan korban.

Kantor berita resmi Suriah, SANA, Selasa (01/01/2019), melaporkan dua tewas dan puluhan luka-luka di sejumlah provinsi akibat peluru nyasar saat pergantian tahun. Warga beramai-ramai menembakkan senjata ke udara di detik-detik masuknya tahun baru 2019 pada Selasa malam.

Korban tewas pertama dilaporkan seorang remaja 14 tahun dari provinsi Lattakia, basis pendukung Bashar Assad. Korban kedua dari kota Tartuz. Sementara 16 lainnya dilaporkan luka-luka, beberapa di antaranya kritis.

Direktur Rumah Sakit Nasional, dr. Luay Sa’id, mengatakan bahwa pemuda dari Tartuz tewas akibat peluru yang bersarang di dadanya. Para korban terkena peluru yang dilepaskan saat pesta pergantian tahun.

Dari provinsi Suwaida, tiga pemuda dilaporkan luka-luka akibat berondongan peluru pesta tahun baru. Para korban berusia 14, 16 dan 23 tahun. Mereka mengalami luka tembak di kaki dan lengan.

Di Hasakah, seorang anak kritis karena luka tembak di kepala. Salah satu peluru yang dimuntahkan mengenai anak malang itu. Dokter telah menanganinya dan kondisinya membaik.

Masih di Hasakah, seorang pemuda terkena peluru di perut. Setelah dievakuasi ke rumah sakit, dokter segera melakukan operasi pengangkatan peluru.

BACA JUGA  Rusia Dirikan Pangkalan Militer di Bekas Wilayah Kurdi Suriah

Di Aleppo, seorang wanita terluka saat menghadiri pesta tahun baru. Di Hama, seorang balita yang berada di rumah terkena peluru nyasar yang ditembakkan saat pergantian tahun.

Departemen Dalam Negeri Suriah sendiri telah melarang warga untuk tidak menggunakan senjata untuk merayakan tahun baru. Larangan ini diulang setiap tahun namun tak diindahkan.
Konflik yang melanda Negara itu membuat warga bebas memiliki senjata. Bahkan, rezim memasok ormas-ormas binaan pemerintah dengan senjata untuk menghadapi pejuang oposisi.

Sumber: Enabbaladi.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Meriah, Begini Suasana Nikah Massal Malam Tahun Baru 2019 Pemprov DKI Jakarta

KIBLAT.NET, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar nikah dan isbat massal di malam...

Rabu, 02/01/2019 05:43 0

Indonesia

Sandiaga Uno Siap Menjalani Tes Baca Al-Quran Jika Jadi Aturan KPU

Wacana tes baca Al-Quran sepertinya bukan masalah bagi seorang Sandi.

Selasa, 01/01/2019 22:57 0

Indonesia

Sandiaga Uno Sumbang Tujuh Puluh Persen Dana Kampanye

Pemasukan terbesar dana kampanye ternyata dari kantong Sandiaga Uno sendiri.

Selasa, 01/01/2019 16:26 0

Analisis

Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan, Kemenangan Jihadis?

Tanggal 21 Desember kembali muncul laporan bahwa militer AS akan segera ditarik hampir setengah dari jumlah kekuatan mereka dari Afghanistan.

Selasa, 01/01/2019 13:23 0

Indonesia

Peminat Nikah Massal Bertambah, Anies Janji Tambah Kuota Tahun 2019

"Nanti kita akan coba siapkan, bukan hanya jumlahnya saja yang banyak tetapi juga program pasca pernikahan ini," kata Anies

Selasa, 01/01/2019 10:24 0

Indonesia

Pemprov DKI Jakarta Gelar Nikah Massal di Malam Pergantian Tahun

Sebanyak 557 pasang mempelai mengikuti acara yang diselenggarakan di lapangan Thamrin, Jakarta.

Selasa, 01/01/2019 10:07 0

Video News

Kiblat Review: Kaledoskop Umat Islam 2018 (Bag 2)

KIBLAT.NET- Tahun 2018 akan segera berlalu. Berbagai fenomena dan aksi umat islam mewarnai pemberitaan media,...

Selasa, 01/01/2019 08:30 0

Indonesia

Kaleidoskop 2018: Korupsi Menjadi-jadi

Kaleidoskop 2018: Korupsi Menjadi-jadi

Senin, 31/12/2018 23:08 0

Indonesia

Polisi Parigi Moutong Baku Tembak dengan OTK Usai Evakuasi Korban Mutilasi

Dua orang personel Polres Parigi Moutong ditembak seusai mengevakuasi potongan badan korban mutilasi di Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong

Senin, 31/12/2018 19:57 0

Artikel

Bencana (dan) Literasi

Dampak rendahnya literasi dapat terlihat dari cara kita menyikapi bencana. Di satu sisi ada sebagian masyarakat yang dengan mudahnya menghakimi satu bencana sebagai sebuah azab untuk masyarakat yang menjadi korban.

Senin, 31/12/2018 19:25 0

Close