... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

2.000 Pasukan AS Tidak Sekaligus Ditarik dari Suriah

Foto: Presiden Amerika Serikat Donald Trump

KIBLAT.NET, Washington – Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan secara perlahan-lahan mengirim pasukan pulang dari Suriah. Keputusan penarikan pasukan diwarnai kekhawatiran dari anggota partai Republik yang mengatakan hal itu tidak ada dalam Kepentingan AS.

Presiden AS menyerang kritikusnya pada hari Senin (31/12/2018), dalam serangkaian tweet. “Jika ada orang selain Donald Trump melakukan apa yang saya lakukan di Suriah, yang merupakan kekacauan yang dimuat ISIS ketika saya menjadi Presiden, mereka akan menjadi pahlawan nasional. ISIS sebagian besar hilang, kami perlahan-lahan mengirim pasukan kami kembali ke rumah untuk bersama keluarga mereka, sementara pada saat yang sama memerangi sisa-sisa ISIS.”

Komentar presiden tersebut datang sehari setelah Senator senior Republik Lindsey Graham mengatakan dia akan mencoba membujuk Trump untuk mempertimbangkan kembali perintahnya untuk penarikan total militer AS dari Suriah dan untuk meninggalkan beberapa pasukan di sana.

Pada 19 Desember, Trump mengumumkan rencana untuk menarik sekitar 2.000 tentara AS dari Suriah, yang mendukung Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi dalam perang melawan kelompok ISIS.

Gedung Putih mengatakan pada saat itu bahwa pihaknya sudah mulai menarik pasukan ketika pertempuran melawan ISIS sedang bergerak ke fase baru.

Namun, pada hari Ahad, Graham memperingatkan bahwa menghapus semua pasukan AS akan merusak keamanan AS dengan membiarkan ISIS berdiri kembali, mengkhianati pejuang Kurdi yang didukung AS dalam memerangi sisa-sisa kelompok itu, dan meningkatkan kemampuan Iran untuk mengancam Israel.

BACA JUGA  Pasca Insiden Penembakan Massal, AS Kumpulkan Perusahaan Media Sosial

Graham mengatakan dia akan meminta Trump untuk duduk bersama para jenderalnya dan mempertimbangkan kembali keputusannya. Dia kemudian muncul setelah bertemu Trump di Gedung Putih dengan mengatakan presiden telah berjanji untuk tinggal di Suriah untuk menyelesaikan pekerjaan menghancurkan ISIS.

Sumber: Middle East Eye
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Sandiaga Uno Sumbang Tujuh Puluh Persen Dana Kampanye

Pemasukan terbesar dana kampanye ternyata dari kantong Sandiaga Uno sendiri.

Selasa, 01/01/2019 16:26 0

Kolom

Tahun Baru di Mata Seorang Muslim

Bagaimana seharusnya seorang muslim memandang perayaan tahun baru.

Selasa, 01/01/2019 15:29 0

Analisis

Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan, Kemenangan Jihadis?

Tanggal 21 Desember kembali muncul laporan bahwa militer AS akan segera ditarik hampir setengah dari jumlah kekuatan mereka dari Afghanistan.

Selasa, 01/01/2019 13:23 0

Indonesia

Peminat Nikah Massal Bertambah, Anies Janji Tambah Kuota Tahun 2019

"Nanti kita akan coba siapkan, bukan hanya jumlahnya saja yang banyak tetapi juga program pasca pernikahan ini," kata Anies

Selasa, 01/01/2019 10:24 0

Indonesia

Pemprov DKI Jakarta Gelar Nikah Massal di Malam Pergantian Tahun

Sebanyak 557 pasang mempelai mengikuti acara yang diselenggarakan di lapangan Thamrin, Jakarta.

Selasa, 01/01/2019 10:07 0

Video News

Kiblat Review: Kaledoskop Umat Islam 2018 (Bag 2)

KIBLAT.NET- Tahun 2018 akan segera berlalu. Berbagai fenomena dan aksi umat islam mewarnai pemberitaan media,...

Selasa, 01/01/2019 08:30 0

Indonesia

Kaleidoskop 2018: Korupsi Menjadi-jadi

Kaleidoskop 2018: Korupsi Menjadi-jadi

Senin, 31/12/2018 23:08 0

Indonesia

Polisi Parigi Moutong Baku Tembak dengan OTK Usai Evakuasi Korban Mutilasi

Dua orang personel Polres Parigi Moutong ditembak seusai mengevakuasi potongan badan korban mutilasi di Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong

Senin, 31/12/2018 19:57 0

Artikel

Bencana (dan) Literasi

Dampak rendahnya literasi dapat terlihat dari cara kita menyikapi bencana. Di satu sisi ada sebagian masyarakat yang dengan mudahnya menghakimi satu bencana sebagai sebuah azab untuk masyarakat yang menjadi korban.

Senin, 31/12/2018 19:25 0

Indonesia

Berikut Beberapa Daerah Bebas Kembang Api dan Petasan di Malam Tahun Baru 2019

Malam pergantian tahun selalu identik dengan semburat kembang api serta suara petasan yang menggelegar.

Senin, 31/12/2018 17:52 1

Close