... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Media Jerman Sebut Masjid Didanai Teroris, DITIB Melawan

Foto: Masjid yang dikelola DITIB di Jerman

KIBLAT.NET, Cologne – Persatuan Agama Islam Turki (DITIB) akan menuntut surat kabar Jerman Bild karena menerbitkan laporan berjudul “Bagaimana Teroris Mendanai Masjid-Masjid Jerman”, yang dilekatkan pada masjid yang dikelola DITIB.

DITIB mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada Ahad (30/12) bahwa pihaknya akan menempuh jalur hukum karena kejahatan dan pencemaran yang dilakukan surat kabar Bild terhadap DITIB.

Lembaga yang berkantor di kota Cologne, Jerman, ini mengatakan bahwa laporan Bild melanggar etika pers.

“Tajuk berat sebelah yang bias dan disengaja dari surat kabar yang menghubungkan masjid-masjid dan terorisme telah menyebabkan kejutan besar bagi umat Islam,” kata pernyataan tersebut.

DITIB mendesak dewan editorial surat kabar Bild mencabut berita tersebut dengan menerbitkan hak jawab di halaman yang sama. Hal itu sesuai undang-undang pers yang menyatakan bahwa “tanggung jawab dan misi pers yang paling penting adalah untuk menghormati kebenaran, melindungi martabat manusia dan menginformasikan pendapat publik tentang kebenaran dengan tepat.”

DITIB menambahkan bahwa pihaknya juga akan mengajukan keluhan kepada Dewan Informasi Jerman karena “pelanggaran terang-terangan terhadap etika pers.”

Bild menerbitkan sebuah laporan berjudul “Bagaimana Teroris Mendanai Masjid-Masjid Jerman” pada Jumat lalu. Laporan itu disertai dengan gambar Masjid Pusat Cologne. Laporan itu menuding bahwa masjid-masjid di Jerman menerima dana mencurigakan dari luar negeri.

Orang-orang di dalam dan di luar Jerman menyatakan ketidakpuasan dengan laporan Bild, yang “menghasut kebencian terhadap Muslim dengan menargetkan masjid di Jerman.”

BACA JUGA  Penyelidik PBB: Koalisi AS, Rusia, Suriah dan Milisi Kurdi Lakukan Kejahatan Perang

DITIB didirikan di Jerman pada tahun 1984, diikuti oleh 15 asosiasi Islam dan 970 masjid, yang tersebar di 16 negara bagian Jerman, menjadikannya organisasi Islam terbesar di negara itu.

Sumber: Anadolu Agency
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ustaz Oemar Mita Beberkan Penyebab Rusaknya Ukhuwah

Ustaz Oemar Mita Beberkan Penyebab Rusaknya Ukhuwah

Ahad, 30/12/2018 23:50 0

Indonesia

Nasib Korban di Ujung Banten: Selamat dari Tsunami, Terluka karena Jalan Rusak

Nasib Korban di Ujung Banten: Selamat dari Tsunami, Terluka karena Jalan Rusak

Ahad, 30/12/2018 23:20 0

Indonesia

LIDMI Diharapkan Jadi Penjaga Idealisme Keislaman Mahasiswa

LIDMI Diharapkan Jadi Penjaga Idealisme Keislaman Mahasiswa

Ahad, 30/12/2018 23:03 0

Indonesia

Musyawarah Pimpinan Nasional LIDMI 2018 Dibuka Wagub Sulsel

Musyawarah Pimpinan Nasional LIDMI 2018 Dibuka Wagub Sulsel Andi Sudirman

Ahad, 30/12/2018 22:44 0

Indonesia

KAMMI Ponorogo Galang Dana untuk Korban Bencana Selat Sunda dan Jember 

Di perempatan jalan pasar Sangga Langit Ponorogo, anggota KAMMI tampak menyampaikan orasinya terkait bencana alam tersebut.

Ahad, 30/12/2018 10:38 0

Suara Pembaca

Tahun Baru: Mestinya Muhasabah, Bukan Hura-hura

Apa yang didapatkan oleh mereka yang merayakan Tahun Baru 1 Januari? Inilah pertanyaan mendasar.

Ahad, 30/12/2018 08:44 0

Indonesia

BNPB: Korban Tsunami Selat Sunda Terus Meningkat

BNPB: Korban Tsunami Selat Sunda Terus Meningkat

Sabtu, 29/12/2018 20:12 0

Indonesia

Aksi Bela Muslim Uighur Magelang Deklarasikan Piagam Borobudur II

Aksi Bela Muslim Uighur Magelang Deklarasikan Piagam Borobudur II

Sabtu, 29/12/2018 20:11 0

Indonesia

Akibat Erupsi, Volume Tubuh Gunung Anak Krakatau Berkurang

Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan bahwa volume Gunung Anak Krakatau telah menurun.

Sabtu, 29/12/2018 19:56 0

Indonesia

Ketua PP Muhammadiyah: Radikalisme Kebangsaan Kita Sangat Memprihatinkan

"Tapi yang sangat memprihatinkan adalah radikalisme yang tumbuh dari konteks kebangsaan kita, biasa saya sebut sebagai ultra nasionalis atau nasionalisme ekstrem"

Sabtu, 29/12/2018 19:50 0

Close