... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kaleidoskop 2018: Peristiwa-peristiwa Besar dalam Krisis Palestina

Foto: Protes March of Return di Jalur Gaza.

KIBLAT.NET – Selama 70 tahun terakhir, tindakan represif Israel selama menjajah bangsa Palestina tak pernah berhenti. Kampanye penangkapan, penyerbuan, pembunuhan warga sipil dan penghancuran rumah terus dilakukan.

Pada tahun 2018, tindakan tersebut tampak lebih nyata dan mengukir ingatan tersendiri bagi warga Palestina. Kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia kia mengemuka, selain kesewenang-wenangan yang tak kunjung mereda.

Berikut adalah lima peristiwa terbesar di wilayah Palestina yang dijajah di tahun ini:

Pertama: Great March of Return di Jalur Gaza

Dalam perjuangan Palestina untuk meraih kemerdekaan, aksi protes bertajuk Great March of Return di Jalur Gaza yang terkepung menjadi salah satu yang disoroti. Pada 30 Maret, ribuan warga Palestina di Gaza berkumpul di perbatasan dalam sebuah gerakan demonstrasi massal.

Demonstrasi itu diselenggarakan bertepatan dengan Land Day, yang menandai peristiwa 30 Maret 1976 ketika polisi Israel membunuh enam warga Palestina yang memprotes pengambilalihan tanah.

Aksi protes yang hingga hari ini masih berlanjut, telah menyerukan hak untuk kembali pengungsi Palestina ke rumah mereka, dari mana mereka diusir selama Nakba di tengah pembentukan negara Israel pada tahun 1948. Protes juga menyerukan diakhirinya pengepungan Gaza selama 11 tahun dan menuntut hak kebebasan warga Palestina.

Sejak awal protes, pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 230 warga Palestina di daerah kantong pantai yang dikepung dan melukai lebih dari 25.000 orang.

BACA JUGA  Khutbah Jumat: Dakwah Santun Ala Para Nabi

Kedua: Israel Meloloskan Hukum Negara-Bangsa

Pada tanggal 19 Juli, parlemen Israel Knesset, mengesahkan undang-undang negara-bangsa. UU ini menegaskan bahwa orang Yahudi berhak untuk menentukan nasib sendiri di negara Israel.

Hukum negara-bangsa juga menyatakan bahwa Israel “memandang pengembangan permukiman Yahudi sebagai nilai nasional, dan akan bertindak untuk mendorong dan mempromosikan pembentukan dan penguatannya dengan mengabaikan hukum internasional yang menyebutnya permukiman ilegal.

“Hukum negara-bangsa diabadikan sebagai mandat konstitusional supremasi Yahudi atas non-Yahudi, yang telah secara efektif memandu kebijakan Israel selama bertahun-tahun.”

Ketiga: Trump Memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem

Pada tanggal 6 Desember 2017, Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Trump juga mengumumkan bahwa negaranya akan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke sana.

Pada 14 Mei, yang menandai peringatan 70 tahun Nakba, AS memindahkan kedutaannya ke Yerusalem. Setelah keputusan AS, Guatemala dan Paraguay mengikuti – meskipun Paraguay kemudian membatalkan langkah itu. Sejumlah politisi di negara lain juga telah menyerukan agar negara mereka mengikutinya.

Pemindahan kedutaan secara implisit menjadi dorongan bagi Israel untuk melanjutkan dan mengintensifkan kebijakan rasisnya terhadap Palestina di kota.

Dalam jangka panjang langkah pemindahan ini akan memiliki banyak dimensi politik yang merugikan pada rakyat Palestina – baik di dalam maupun di luar Palestina. Langkah itu akan membuat jauh lebih sulit di masa depan untuk mendirikan negara Palestina, terutama jika negara-negara lain mengikutinya.

Baca halaman selanjutnya: Keempat: Israel Berupaya...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Militer AS Masih Patroli di Manbij Meski Trump Umumkan Tarik Pasukan

Jet koalisi pimpinan AS dan helikopter serang juga masih bisa terlihat di atas langit Manbij pada hari Sabtu.

Senin, 31/12/2018 10:35 0

Video News

Pelantikan Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Periode 2018-2022

KIBLAT.NET- Pelantikan pengurus pusat Pemuda Muhammadiyah periode 2018-2022, berikut susunan kabinetnya. Acara diselenggarakan pada Jumat,...

Senin, 31/12/2018 10:01 0

Video News

Tsunami Selat Sunda: Laut Murka Karena Manusia Durjana?

KIBLAT.NET- Hadits tentang laut yang marah dan meminta izin kepada Allah untuk menenggelamkan manusia sering...

Senin, 31/12/2018 09:58 0

Irak

Ketahuan Saudaranya Gabung ISIS, Menteri Pendidikan Iraq Mundur

"Saya sampaikan kepada semua bahwa saya sudah menyampaikan pengunduran diri kepada perdana menteri setelah adanya berita dari segala hubungan yang mengaitkanku dengan teror atau teroris,” tulisnya.

Senin, 31/12/2018 09:21 0

Video News

Kiblat Review: Kaledoskop Umat Islam 2018 (Bag 1)

KIBLAT.NET- Tahun 2018 akan segera berlalu. Berbagai fenomena dan aksi umat islam mewarnai pemberitaan media,...

Senin, 31/12/2018 08:59 0

Eropa

Media Jerman Sebut Masjid Didanai Teroris, DITIB Melawan

Persatuan Agama Islam Turki (DITIB) akan menuntut surat kabar Jerman Bild karena menerbitkan laporan berjudul "Bagaimana Teroris Mendanai Masjid-Masjid Jerman", yang dilekatkan pada masjid yang dikelola DITIB.

Senin, 31/12/2018 08:04 0

China

Surat Terbuka Presiden Kongres Uighur Dunia untuk Para Pemimpin Negara Muslim

"Para pemimpin ini tidak dapat mengklaim sebagai pembela umat Islam jika mereka membiarkan uang mencegah mereka berbicara tentang salah satu contoh paling serius dari penganiayaan agama terhadap umat Islam di dunia," kata Presiden WUC.

Ahad, 30/12/2018 11:28 0

Afghanistan

Taliban Hanya Akan “Berunding” dengan AS, Bukan Pemerintah Kabul

Imarah Islam Aghanistan atau Taliban sekali lagi menolak laporan yang mengatakan delegasi politiknya bersedia bertemu dengan perwakilan dari pemerintah Afghanistan.

Ahad, 30/12/2018 10:13 0

Suriah

Turki dan Rusia Sepakat Atur Operasi Darat di Suriah

Turki dan Rusia juga akan melindungi integritas teritorial dan kesatuan politik Suriah dari semua upaya untuk menjatuhkannya.

Ahad, 30/12/2018 09:25 0

Suara Pembaca

Tahun Baru: Mestinya Muhasabah, Bukan Hura-hura

Apa yang didapatkan oleh mereka yang merayakan Tahun Baru 1 Januari? Inilah pertanyaan mendasar.

Ahad, 30/12/2018 08:44 0

Close