... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Turki dan Rusia Sepakat Atur Operasi Darat di Suriah

Foto: Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

KIBLAT.NET, Moskow – Rusia dan Turki telah sepakat untuk mengoordinasikan operasi darat di Suriah setelah Amerika Serikat mengumumkan penarikan pasukan pekan lalu. Demikian dikatakan Menteri Luar Negeri Turki dan Rusia.

“Kami memberikan perhatian khusus pada keadaan baru yang muncul sehubungan dengan penarikan militer AS yang diumumkan,” kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov setelah pembicaraan dengan timpalan Turki Mevlut Cavusoglu di Moskow pada Sabtu (29/12/2018).

“Pemahaman dicapai tentang bagaimana perwakilan militer Rusia dan Turki akan terus mengoordinasikan langkah-langkah mereka di lapangan dalam kondisi baru dengan maksud untuk akhirnya membasmi ancaman teroris di Suriah,” kata Lavrov.

Cavusoglu mengkonfirmasi kedua negara akan mengoordinasikan operasi Suriah. Mereka juga membahas rencana untuk membantu para pengungsi untuk pulang.

“Kami akan melanjutkan kerja aktif (dan) koordinasi dengan rekan-rekan Rusia kami dan rekan-rekan dari Iran untuk mempercepat kedatangan penyelesaian politik di Republik Suriah,” katanya dalam sambutannya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia.

Dia mengingatkan bahwa Turki dan Rusia, sebagai penjamin proses perdamaian Astana, melindungi integritas teritorial dan kesatuan politik Suriah dari semua upaya untuk menjatuhkannya.

“Turki dan Rusia memiliki kemauan bersama untuk membersihkan semua kelompok “teroris” dari Suriah,” tambah Cavusoglu.

Selain Lavrov dan Cavusoglu, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar, kepala intelijen Hakan Fidan dan pembantu presiden Ibrahim Kalin mengadakan pembicaraan pada hari Sabtu dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu, Kepala Staf Umum Valery Gerasimov, Utusan Umum Presiden untuk Suriah Alexander Lavrentiev, dan pembantu presiden Yuri Ushakov.

BACA JUGA  Rusia Dirikan Pangkalan Militer di Bekas Wilayah Kurdi Suriah

Dalam langkah mengejutkan, Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengatakan akan menarik 2.000 tentara dari Suriah. Ia menyatakan bahwa Washington mencapai tujuannya dengan “kekalahan” ISIS.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Tahun Baru: Mestinya Muhasabah, Bukan Hura-hura

Apa yang didapatkan oleh mereka yang merayakan Tahun Baru 1 Januari? Inilah pertanyaan mendasar.

Ahad, 30/12/2018 08:44 0

Indonesia

BNPB: Korban Tsunami Selat Sunda Terus Meningkat

BNPB: Korban Tsunami Selat Sunda Terus Meningkat

Sabtu, 29/12/2018 20:12 0

Indonesia

Aksi Bela Muslim Uighur Magelang Deklarasikan Piagam Borobudur II

Aksi Bela Muslim Uighur Magelang Deklarasikan Piagam Borobudur II

Sabtu, 29/12/2018 20:11 0

Indonesia

Akibat Erupsi, Volume Tubuh Gunung Anak Krakatau Berkurang

Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan bahwa volume Gunung Anak Krakatau telah menurun.

Sabtu, 29/12/2018 19:56 0

Indonesia

Ketua PP Muhammadiyah: Radikalisme Kebangsaan Kita Sangat Memprihatinkan

"Tapi yang sangat memprihatinkan adalah radikalisme yang tumbuh dari konteks kebangsaan kita, biasa saya sebut sebagai ultra nasionalis atau nasionalisme ekstrem"

Sabtu, 29/12/2018 19:50 0

Indonesia

Fahira Idris: Presiden Indonesia Harus Punya Visi Penanggulangan Bencana

Empat tahun terakhir ini penyelenggaraan penanggulangan bencana di Indonesia tidak mengalami kemajuan signifikan dari masa sebelumnya

Sabtu, 29/12/2018 19:40 0

Indonesia

Utusan Khusus Presiden: Pemerintah Harus Memperjuangkan Hak Muslim Uighur

Memperjuangkan hak muslim Uighur adalah hal penting yang tertuang di dalam pembukaan konstitusi Indonesia, yakni menjaga ketertiban dunia

Sabtu, 29/12/2018 18:57 0

Indonesia

Anak Krakatau Berpotensi Picu Tsunami, Masyarakat Diminta Jauhi Pantai Selat Sunda

Masyarakat diminta berada dalam radius 500 m - 1 km dari tepi pantai

Sabtu, 29/12/2018 16:12 0

Indonesia

Dubes Cina Akui Ada Lembaga Deradikalisasi Targetkan Muslim Uighur di Xinjiang

"Pemerintah meminta daerah otonomi Uighur Xinjiang mengambil serangkaian langkah deradikalisasi,"

Sabtu, 29/12/2018 15:32 1

Indonesia

Krisis Uighur Mencuat, Dubes Cina Beruntun Temui Pimpinan NU dan Muhammadiyah

Krisis Uighur Mencuat, Dubes Cina Beruntun Temui Pimpinan NU dan Muhammadiyah

Sabtu, 29/12/2018 13:41 0

Close