... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ketua PP Muhammadiyah: Radikalisme Kebangsaan Kita Sangat Memprihatinkan

Foto: Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nasir.

KIBLAT.NET, Jakarta – Radikalisme selama ini kerap disematkan dalam konteks agama. Faktanya, radikalisme juga tumbuh dari ideologi-ideologi lain, dan komunisme adalah contoh paling konkret.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam acara Pelantikan Pengurus Pusat Muhammadiyah, Jumat (28/12/2018). Dia mengatakan komunisme adalah bentuk ideologi yang radikal dan ekstrem. Selain itu juga totalitarian, yakni bukan hanya selalu berusaha menguasai segala aspek ekonomi dan politik masyarakat, tetapi juga selalu berusaha menentukan nilai-nilai ‘baik’ dan ‘buruk’ dari prilaku, kepercayaan dan paham dari masyarakat.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan keprihatinan atas munculnya radikalisme kebangsaan. “Tapi yang sangat memprihatinkan adalah radikalisme yang tumbuh dari konteks kebangsaan kita, biasa saya sebut sebagai ultra nasionalis atau nasionalisme ekstrem,” kata Haedar di Aula KH Ahmad Dahlan Gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/12/2018).

Dalam kesempatan itu ia juga mengungkapkan hasil pertemuan Muhammadiyah dengan duta besar Cina, dalam persoalan warga Uighur. Muhammadiyah, kata Haedar, menyampaikan bahwa Cina sebagai negara besar perlu memiliki paradigma politik global yang baru dengan semangat Asia Afrika.

“Dimana kekuasaan adidaya itu jangan digunakan untuk mereproduksi sebagai neo imperialisme dan neo kolonialisme. Tetapi hadirlah sebagai negara yang dapat menciptakan perdamaian,” tuturnya.

Haedar melanjutkan ketika menghadapi dinamika di dalam negeri pun dapat melakukan pendekatan tanpa kekerasan. Walau dalam menghadapai sparatisme sekalipun.

BACA JUGA  Realisasikan Pemotongan Gaji DPR, PKS Bantu APD Melalui IDI

“Dengan adanya indikasi kekerasan di Uighur maka selain memberikan penjelasan secara objektif dan apa adanya, serta jadikan lokasi yang dimaksud terbuka untuk umum, sehingga setiap pihak tahu apa yang terjadi,” ujarnya.

Indonesia sudah memiliki pengalaman dalam mengatasi masalah separatisme Aceh dan Papua. Dengan pendekatan komprehensif dan pendekatan yang mengedepankan perdamaian serta negosiasi itu menjadi cakrawala baru yang diharapkan oleh dunia saat ini.

“Masa lalu jiwa kolonialisme sudah tidak berlaku saat ini, maka penting bagi kita hadir di tengah forum internasional dengan menyuarakan kosmopolitanisme Islam yang membawa damai dan kebersamaan hidup satu untuk semua,” tegasnya.

Reporter : Hafidz Syarif
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Akun Twitter Lenyap, Syaikh Al-Arifi Ditangkap?

Rezim Saudi mempersempit gerak Syaikh Al-Arifi dalam beberapa tahun terakhir karena khutbah-khutbahnya yang dianggap mengancam rezim.

Sabtu, 29/12/2018 09:14 0

Video News

Ini Kata Dubes Cina Tentang Uighur

KIBLAT.NET- Dubes Cina, Xiao Qian mengungkapkan tanggapannya pada isu Uighur. Video dapat dilihat dan diunduh...

Jum'at, 28/12/2018 21:07 0

Video News

Abdul Mu’ti Ungkapkan Hasil Pertemuan dengan Dubes Cina Tentang Uighur

KIBLAT.NET- Abdul Mu’ti, Sekretaris PP Muhammadiyah mengungkapkan hasil pertemuannya dengan Dubes Cina. Video dapat dilihat...

Jum'at, 28/12/2018 21:02 0

Video News

Inilah Saran dan Pesan Ketum PP Muhammadiyah untuk Dubes Cina

KIBLAT.NET- Dalam konferensi pers yang diadakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ketua Umum PP Muhammadiyah menyampaikan pesan,...

Jum'at, 28/12/2018 20:56 0

Opini

 Uighur Merana, Tanggung Jawab Siapa?

Sebagai negeri dengan jumlah pemeluk Islam terbanyak di dunia, seharusnya pemerintah dan rakyat Indonesia berada di garda terdepan dalam penyelesaian konflik Uighur.

Jum'at, 28/12/2018 18:54 0

Irak

Pasukan Amerika Didesak Keluar dari Irak

Partai-partai politik Irak menuntut penarikan pasukan AS dari negara mereka beberapa jam setelah Donald Trump secara mendadak mengunjungi pasukan Amerika yang bermarkas di sana.

Jum'at, 28/12/2018 18:06 0

Editorial

Editorial: Bencana Terulang

Selalu ada banyak pertanyaan, perenungan, dan penafsiran dalam setiap bencana.

Jum'at, 28/12/2018 17:24 0

Analisis

Genosida Sistemik Muslim Uighur, Kemunculan Tata Dunia Baru

Sikap diam yang ditunjukkan oleh para pemimpin negara-negara meskipun fakta itu telah terungkap, menegaskan bahwa sebuah tata dunia baru sedang mulai muncul.

Jum'at, 28/12/2018 15:14 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Pesan-Pesan di Balik Bencana- Ust. Abdul Khalid, MA

KIBLAT.NET- Gempa bumi adalah musibah yang saat ini menggelayuti perasaan takut banyak manusia bisa jadi...

Jum'at, 28/12/2018 13:37 1

Opini

Mengambil Teladan dari Taliban

Betapa gemilangnya pencapaian Taliban dalam 17 tahun terakhir. Selama masa tersebut, mereka berhasil membalikkan keadaan.

Jum'at, 28/12/2018 13:17 1

Close