... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dubes Cina Akui Ada Lembaga Deradikalisasi Targetkan Muslim Uighur di Xinjiang

Foto: Duta Besar Cina untuk Indonesia Xiao Qian (tengah) seusai bertemu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jumat (28-12-2018)

KIBLAT.NET, Jakarta – Duta Besar Cina untuk Indonesia Xiao Qian membantah istilah kamp konsentrasi untuk muslim Uighur di wilayah Xinjiang. Namun, dia mengakui adanya lembaga yang dibentuk untuk menjalankan program deradikalisasi.

Dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Xiao Qian mengatakan pihaknya telah menyampaikan situasi yang terjadi di Xinjiang. Menurutnya, secara umum kondisi ekonimi, politik, dan sosial di wilayah itu baik.

Dia mengklaim masyarakat di wilayah Xinjiang mendapatkan kebebasan beragama, termasuk etnis Uighur. Namun, di saat yang sama Xiao Qian juga menyebut adanya ancaman esktremisme dan separatisme.

“Masalah ekstrimisme, terorisme, dan separatisme itu selalu ada dan menjadi ancaman besar bagi keamanan dan kestabilan sosial setempat,” ujar Xiao Qian di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Jumat (29/12/2018).

“Oleh karena itu pemerintah meminta daerah otonomi Uighur Xinjiang mengambil serangkaian langkah deradikalisasi,” imbuhnya.

Xiao Qian mengatakan langkah-langkah deradikalisasi itu dijalankan oleh lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi di Xinjiang. Dia pun menolak penyebutan kamp konsentrasi atau pusat edukasi ulang, dan menegaskan bahwa yang ada adalah lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi.

Dia menjelaskan tujuan pemerintah Cina membentuk lembaga itu untuk menyediakan program pelatihan dan pendidikan vokasi secara gratis dan sukarela kepada masyarakat, khususnya kepada para pemuda. Xiao Qian mengklaim mereka yang dimasukkan ke lembaga itu akan menerima pelatikan produksi pengelolaan makanan, perakitan produk elektronik, tipografi, dan percetakan. Selaian itu mereka juga mendapatkan pelajarannya adalah bahasa Mandarin hingga ilmu pengetahuan hukum.

BACA JUGA  Amnesty International dan Lima Organisasi Desak Pemerintah Lindungi Tenaga Medis

Xiao Qian lantas menyebut Cina dan Indonesia sama-sama sebagai korban kekerasan dan terorisme. Karenanya kedua negara menjalankan program dan bekerjasama dalam upaya pemberantasannya.

Apa yang diungkapkan Dubes Cina tersebut bertolak belakang dengan informasi yang diungkap muslim Uighur yang pernah dimasukkan ke kamp-kamp, di mana di dalamnya mereka mengalami proses “edukasi ulang”. Sekitar satu juta orang diambil secara paksa dan dimasukkan ke kamp-kamp tanpa proses pengadilan. Mereka yang berhasil keluar mengaku mendapatkan penyiksaan saat berada di dalamnya.

Bahkan, Komite PBB untuk Penghapusan Diskriminasi Rasial telah mengatakan bahwa Beijing telah mengubah daerah otonomi Uighur menjadi sebuah wilayah yang mirip dengan kawasan kamp konsentrasi.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Dubes Cina Akui Ada Lembaga Deradikalisasi Targetkan Muslim Uighur di Xinjiang”

  1. Yanyusuf

    Susah mau menutupi borok yg bau..
    . Tolong pak Dubes sampaikan ke pemerintah anda agar memperbaiki kerusakan yg telah dibuat kpd Uighur, hanya itu jalan menuju kedamaian

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Akun Twitter Lenyap, Syaikh Al-Arifi Ditangkap?

Rezim Saudi mempersempit gerak Syaikh Al-Arifi dalam beberapa tahun terakhir karena khutbah-khutbahnya yang dianggap mengancam rezim.

Sabtu, 29/12/2018 09:14 0

Video News

Ini Kata Dubes Cina Tentang Uighur

KIBLAT.NET- Dubes Cina, Xiao Qian mengungkapkan tanggapannya pada isu Uighur. Video dapat dilihat dan diunduh...

Jum'at, 28/12/2018 21:07 0

Video News

Abdul Mu’ti Ungkapkan Hasil Pertemuan dengan Dubes Cina Tentang Uighur

KIBLAT.NET- Abdul Mu’ti, Sekretaris PP Muhammadiyah mengungkapkan hasil pertemuannya dengan Dubes Cina. Video dapat dilihat...

Jum'at, 28/12/2018 21:02 0

Video News

Inilah Saran dan Pesan Ketum PP Muhammadiyah untuk Dubes Cina

KIBLAT.NET- Dalam konferensi pers yang diadakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ketua Umum PP Muhammadiyah menyampaikan pesan,...

Jum'at, 28/12/2018 20:56 0

Opini

 Uighur Merana, Tanggung Jawab Siapa?

Sebagai negeri dengan jumlah pemeluk Islam terbanyak di dunia, seharusnya pemerintah dan rakyat Indonesia berada di garda terdepan dalam penyelesaian konflik Uighur.

Jum'at, 28/12/2018 18:54 0

Irak

Pasukan Amerika Didesak Keluar dari Irak

Partai-partai politik Irak menuntut penarikan pasukan AS dari negara mereka beberapa jam setelah Donald Trump secara mendadak mengunjungi pasukan Amerika yang bermarkas di sana.

Jum'at, 28/12/2018 18:06 0

Editorial

Editorial: Bencana Terulang

Selalu ada banyak pertanyaan, perenungan, dan penafsiran dalam setiap bencana.

Jum'at, 28/12/2018 17:24 0

Analisis

Genosida Sistemik Muslim Uighur, Kemunculan Tata Dunia Baru

Sikap diam yang ditunjukkan oleh para pemimpin negara-negara meskipun fakta itu telah terungkap, menegaskan bahwa sebuah tata dunia baru sedang mulai muncul.

Jum'at, 28/12/2018 15:14 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Pesan-Pesan di Balik Bencana- Ust. Abdul Khalid, MA

KIBLAT.NET- Gempa bumi adalah musibah yang saat ini menggelayuti perasaan takut banyak manusia bisa jadi...

Jum'at, 28/12/2018 13:37 1

Opini

Mengambil Teladan dari Taliban

Betapa gemilangnya pencapaian Taliban dalam 17 tahun terakhir. Selama masa tersebut, mereka berhasil membalikkan keadaan.

Jum'at, 28/12/2018 13:17 1

Close