... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Aksi Bela Muslim Uighur Magelang Deklarasikan Piagam Borobudur II

Foto: Aksi Bela Muslim Uighur di depan Masjid An Nur Mungkid, Magelang tak jauh dari kawasan Candi Borobudur

KIBLAT.NET, Magelang – Masyarakat Magelang dan sekitarnya menggelar aksi di sekitar kawasan Candi Borobudur saat rezim Myanmar melakukan penindasan terhadap etnis Rohingya. Reaksi yang sama ditunjukkan saat terjadi penindasan terhadap muslim Uighur.

Aksi Bela Muslim Uighur di Magelang pada Jumat (28/12/2018) melengkapi rangkaian aksi lanjutan di beberapa wilayah Indonesia. Pekan lalu, aksi serupa digelar serentak di berbagai kota, termasuk di depan Kedutaan Besar Cina, Jakarta.

Aksi Bela Muslim Uighur di Magelang, Jawa Tengah dipusatkan Masjid An Nur Mungkid, yang tak jauh dari kawasan Candi Borobudur. Aksi kali ini dihadiri sejumlah ulama dan tokoh Islam Magelang. Peserta aksi mengusung poster dan spanduk yang mengecam penindasan terhadap muslim Uighur.

Sebelumnya, lokasi yang sama juga menjadi tempat pelaksanaan Aksi Bela Rohingya pada 8 September 2018. Kala itu ribuan massa mendeklarasikan Piagam Borobudur, yang mendesak penghentian genosida etnis muslim Rohingya.

Dalam Aksi Bela Muslim Uighur, umat Islam Magelang kembali mendeklarasikan Piagam Borobudur II. Selain mengutuk penindasan terhadap Uighur, massa juga mendorong presiden Indonesia untuk mendesak pemerintah Cina untuk menghentikan penyiksaan.

Berikut isi Piagam Borobudur II:

Bismilllahirrahmanirrahim

Piagam Borobudur II

“Bahwa pengakuan atas martabat alamiah dan hak-hak yang sama dan mutlak dari manusia adalah dasar dari kemerdekaan, keadilan dan perdamaian di dunia”

“Bahwa mengabaikan dan memandang rendah hak-hak asasi manusia telah mengakibatkan perbuatan-perbuatan bengis yang menimbulkan rasa kemarahan hati nurani umat manusia”

“Bahwa seharusnya dunia menjadi tempat manusia menikmati kebebasan berbicara dan beragama serta kebebasan dari ketakutan, kekurangan, penindasan dan pemusnahan oleh siapapun dan atas nama apapun”

Bahwa, telah terjadi penindasan , penyikasaan dan penghalangan menjalankan keyakinan atas warga muslim Uighur di wilayah otonomi Xinjiang oleh pemerintah Cina, penindasan dan penyiksaan tersebut masih terus berlangsung hingga hari ini

Bahwa penindasan, penyiksaan dan pelanggaran atas hak asasi manusia tidak bisa dibenarkan atas nama apapun, atas keyakinan apapun, dan atas tujuan apapun oleh karenanya kami alumni aksi bela Rohingnya Borobudur, hari ini kembali berkumpul untuk bersama-sama menyuarakan empati dan simpati kami atas apa yang terjadi terhadap saudara-saudara Muslim Uighur dengan melakukan doa bersama dan pernyataan sikap yang kami tuangkan dalam piagam Borobudur II:

1. Mengecam dan mengutuk penindasan , penyiksaan dan penghalangan menjalankan keyakinan atas warga Muslim Uighur di wilayah otonomi Xinjiang oleh pemerintah Cina

2. Mendesak kepada pemerintah Cina untuk menghentikan segala bentuk penindasan , penyiksaan dan penghalangan menjalankan keyakinan atas warga Muslim Uighur di wilayah otonomi Xinjiang.

3. Mendorong Presiden Republik Indonesia untuk berperan aktif melalui jalur – diplomatik untuk mendesak pemerintah Cina menghentikan segala tindakan penindasan, penyiksaan dan penghalangan menjalankan keyakinan atas warga Muslim Uighur di wilayah otonomi Xinjiang dan meninjau kembali hubungan diplomatic terhadap pemerintah Cina dan memutuskan hubungan diplomatic jika diperlukan

4. Menghimbau kepada masyarakat dunia diantaranya Negara-negara yang tergabung dalam ASEAN (Association of Southeast Asian Nations), OKI (Organisasi Kerjasama Islam) dan PBB ( Persatuan Bangsa Bangsa) dan masyarakat dunia lainnya untuk menggunakan pengaruhnya mendesak pemerintah China menghentikan tindakan penindasan, penyiksaan dan penghalangan menjalankan keyakinan atas warga Muslim Uighur di wilayah Otonomi Xinjiang

Piagam ini disampaikan kepada Negara-negara yang tergabung dalam OKI dan Negara-negara yang tergabung dalam PBB serta dipublikasikan untuk umum.

Borobudur, 28 September 2019

Alumni Bela Rohingya Borobudur

 

BACA JUGA  Kemendagri Nilai Pemblokiran Jalan Atasi Corona Kurang Efektif

Kontributor: Sulkhan
Redaktur: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Akun Twitter Lenyap, Syaikh Al-Arifi Ditangkap?

Rezim Saudi mempersempit gerak Syaikh Al-Arifi dalam beberapa tahun terakhir karena khutbah-khutbahnya yang dianggap mengancam rezim.

Sabtu, 29/12/2018 09:14 0

Video News

Ini Kata Dubes Cina Tentang Uighur

KIBLAT.NET- Dubes Cina, Xiao Qian mengungkapkan tanggapannya pada isu Uighur. Video dapat dilihat dan diunduh...

Jum'at, 28/12/2018 21:07 0

Video News

Abdul Mu’ti Ungkapkan Hasil Pertemuan dengan Dubes Cina Tentang Uighur

KIBLAT.NET- Abdul Mu’ti, Sekretaris PP Muhammadiyah mengungkapkan hasil pertemuannya dengan Dubes Cina. Video dapat dilihat...

Jum'at, 28/12/2018 21:02 0

Video News

Inilah Saran dan Pesan Ketum PP Muhammadiyah untuk Dubes Cina

KIBLAT.NET- Dalam konferensi pers yang diadakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ketua Umum PP Muhammadiyah menyampaikan pesan,...

Jum'at, 28/12/2018 20:56 0

Opini

 Uighur Merana, Tanggung Jawab Siapa?

Sebagai negeri dengan jumlah pemeluk Islam terbanyak di dunia, seharusnya pemerintah dan rakyat Indonesia berada di garda terdepan dalam penyelesaian konflik Uighur.

Jum'at, 28/12/2018 18:54 0

Irak

Pasukan Amerika Didesak Keluar dari Irak

Partai-partai politik Irak menuntut penarikan pasukan AS dari negara mereka beberapa jam setelah Donald Trump secara mendadak mengunjungi pasukan Amerika yang bermarkas di sana.

Jum'at, 28/12/2018 18:06 0

Editorial

Editorial: Bencana Terulang

Selalu ada banyak pertanyaan, perenungan, dan penafsiran dalam setiap bencana.

Jum'at, 28/12/2018 17:24 0

Analisis

Genosida Sistemik Muslim Uighur, Kemunculan Tata Dunia Baru

Sikap diam yang ditunjukkan oleh para pemimpin negara-negara meskipun fakta itu telah terungkap, menegaskan bahwa sebuah tata dunia baru sedang mulai muncul.

Jum'at, 28/12/2018 15:14 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Pesan-Pesan di Balik Bencana- Ust. Abdul Khalid, MA

KIBLAT.NET- Gempa bumi adalah musibah yang saat ini menggelayuti perasaan takut banyak manusia bisa jadi...

Jum'at, 28/12/2018 13:37 1

Opini

Mengambil Teladan dari Taliban

Betapa gemilangnya pencapaian Taliban dalam 17 tahun terakhir. Selama masa tersebut, mereka berhasil membalikkan keadaan.

Jum'at, 28/12/2018 13:17 1

Close