... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pasukan Amerika Didesak Keluar dari Irak

Foto: Pasukan Amerika Serikat

KIBLAT.NET, Baghdad – Partai-partai politik Irak menuntut penarikan pasukan AS dari negara mereka beberapa jam setelah Donald Trump secara mendadak mengunjungi pasukan Amerika yang bermarkas di sana.

Presiden AS dan istrinya Melania terbang ke pangkalan militer Al-Asad di provinsi Anbar pada Rabu (26/12/2018). Trump berkunjung selama tiga jam tetapi tidak bertemu dengan pejabat Irak.

Politisi Irak mengatakan kepada Arab News bahwa kunjungan itu tidak dikoordinasikan dengan pemerintah. Banyak yang menganggap perjalanan itu sebagai penghinaan dan “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Irak.”

Beberapa pemimpin Syiah mengatakan mereka akan menanggapi dengan berusaha memobilisasi dukungan yang cukup untuk memberikan suara pada undang-undang yang memaksa pemerintah Irak untuk mengusir pasukan AS.

Beberapa faksi bersenjata mengancam akan menargetkan pasukan AS jika Washington menolak untuk menarik pasukan.

“Kunjungan presiden AS … adalah pelanggaran norma-norma diplomatik dan bukti yang jelas tentang pengabaian AS terhadap hukum internasional yang mengikat negara bersama,” kata Salam Al-Shimiri, seorang anggota parlemen dari blok parlemen Reformasi yang dipimpin oleh ulama Muqtada Al-Sadr, Kamis (27/12/2018).

“Parlemen yang merupakan perwakilan sah semua warga Irak, harus menyatakan posisi yang jelas dan cepat terkait dengan pelanggaran kedaulatan Irak yang sedang dilakukan oleh pihak Amerika.”

Qais Al-Khazali, komandan Asaib Ahl Al-Haq, salah satu faksi paling kuat yang didukung oleh Iran yang memimpin beberapa serangan terhadap pasukan AS di Irak pada 2007 dan 2008, mengatakan tanggapan warga Irak terhadap kunjungan itu akan memberikan suara di Parlemen pada undang-undang untuk mengusir pasukan Amerika.

BACA JUGA  Sepeninggal ISIS, Milisi Syiah Iraq Keruk Jutaan Dolar dari Besi Sisa Perang

“Jika pasukan Anda tidak keluar, kami memiliki pengalaman dan kemampuan untuk mendorong mereka keluar,” tulis Khazali di Twitter.

Kunjungan Trump adalah yang pertama bagi pasukan AS di Irak. George W. Bush dan Barack Obama melakukan kunjungan serupa, yang dilakukan secara rahasia tetapi termasuk pertemuan dengan para pejabat Irak. Perdana Menteri Nuri Al-Maliki saat itu bertemu Obama di Pangkalan Kemenangan, dekat Bandara Baghdad pada 2009.

Selama kunjungannya, Trump mengucapkan terima kasih kepada pasukan AS atas upaya mereka dalam memerangi “terorisme”.

Dia tiba di bandara di Yordania sebelum pindah ke Al-Asad dengan helikopter militer. “Jaringan telepon dan internet diblokir di wilayah itu selama kunjungan itu,” kata sumber-sumber militer.

Pemerintah Irak mengatakan mengetahui kunjungan itu, yang bertujuan “memberi selamat kepada pemerintah baru Irak dan mengunjungi militer AS di dalam pasukan koalisi internasional.”

Kantor Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi mengatakan pertemuan resmi seharusnya dilakukan antara kedua pemimpin, tetapi perbedaan pandangan terkait dengan pengaturan menyebabkan penggantian pertemuan dengan panggilan telepon.

Perjanjian yang ditandatangani antara Irak dan AS pada 2011 mengharuskan izin pemerintah Irak sebelumnya diperoleh untuk setiap kunjungan pejabat AS ke pasukan yang hadir di Irak.

Sumber: Arabnews
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Editorial

Editorial: Bencana Terulang

Selalu ada banyak pertanyaan, perenungan, dan penafsiran dalam setiap bencana.

Jum'at, 28/12/2018 17:24 0

Indonesia

Aksi Bela Muslim Uighur Berlanjut di Sejumlah Kota

Aksi Bela Muslim Uighur di Surabaya digelar setelah pekan lalu desakan penghentian penindasan terhadap Muslim Uighur ditolak Konsulat Jenderal (Konjen) Cina

Jum'at, 28/12/2018 17:00 0

Analisis

Genosida Sistemik Muslim Uighur, Kemunculan Tata Dunia Baru

Sikap diam yang ditunjukkan oleh para pemimpin negara-negara meskipun fakta itu telah terungkap, menegaskan bahwa sebuah tata dunia baru sedang mulai muncul.

Jum'at, 28/12/2018 15:14 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Pesan-Pesan di Balik Bencana- Ust. Abdul Khalid, MA

KIBLAT.NET- Gempa bumi adalah musibah yang saat ini menggelayuti perasaan takut banyak manusia bisa jadi...

Jum'at, 28/12/2018 13:37 1

Opini

Mengambil Teladan dari Taliban

Betapa gemilangnya pencapaian Taliban dalam 17 tahun terakhir. Selama masa tersebut, mereka berhasil membalikkan keadaan.

Jum'at, 28/12/2018 13:17 1

Indonesia

Kaleidoskop 2018: Kebijakan Test The Water Pemerintahan Jokowi

Di tahun 2018, bukan hanya susunan kabinet kerja yang berganti, beberapa regulasi yang diterbitkan bahkan terkesan bersifat test the water

Kamis, 27/12/2018 16:47 0

Indonesia

Pemerintah Tegaskan Tsunami Selat Sunda Bukan Bencana Nasional

Status bencana tsunami Selat Sunda adalah bencana kabupaten

Kamis, 27/12/2018 16:31 0

Indonesia

Kaleidoskop 2018: UU Terorisme Diketok, Mungkinkah OPM Keok?

Pasca aksi terorisme di Sarinah, Jakarta Pusat pada awal 2016 lalu pemerintah mengajukan kepada DPR agar melakukan Revisi Undang-undang Anti Terorisme.

Rabu, 26/12/2018 09:00 0

Indonesia

BNPB Tetapkan 14 Hari Masa Tanggap Darurat di Pandeglang

BNPB Tetapkan 14 Hari Masa Tanggap Darurat di Pendeglang

Selasa, 25/12/2018 19:43 0

Indonesia

Update Tsunami Selat Sunda, 492 Meninggal Dunia dan 16.082 Orang Mengungsi

Pandeglang wilayah terdampak tsunami Selat Sunda paling parah

Selasa, 25/12/2018 19:18 0

Close