... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Mengambil Teladan dari Taliban

Foto: Pejuang Taliban Afghanistan.

Penulis: Multazim Jamil

 

Anda mengenal Taliban? Kini, sebutlah mereka dengan nama dan predikat yang memang layak mereka sandang: Imarah Islam Afghanistan. Nama ini tercatat 61 kali disebutkan oleh delegasi Taliban, dalam perundingan damai di Moskow, Rusia.

Bagi pengamat Barat, ketakutan terbesar pasca penarikan mundur pasukan AS di Afghanistan adalah naiknya kembali Taliban sebagai “penguasa” Afghanistan. Jika hal tersebut menjadi kenyataan, maka ini adalah kedua kali Taliban mengontrol Afghanistan, setelah lebih dari 17 tahun yang lalu, kekuatan adidaya Amerika Serikat memaksa mereka melepaskan kendali atas Afghanistan.

Betapa gemilangnya pencapaian Taliban dalam 17 tahun terakhir. Selama masa tersebut, mereka berhasil membalikkan keadaan. Dari semula tertekan dan bersembunyi di pegunungan Tora Bora, hingga kini berhasil merebut kota-kota dan berbalik memukul mundur pasukan AS dan Afghanistan.

Untuk sampai di titik saat ini, tentu Taliban telah melalui tahap-tahap yang tidak mudah. Selain membentuk kekuatan tempur, Taliban juga melayani masyarakat Afghanistan. Untuk hal ini, kita bisa melihat kembali video dokumenter yang dibuat oleh Al Jazeera, berjudul “This is Taliban Country”.

Taliban menghadirkan berbagai solusi untuk masyarakat Afghanistan. Mulai dari konsultasi keagamaan, dan konsultasi permasalahan antar individu, pelayanan kesehatan, dan pendidikan. Dalam menyelesaikan permasalahan antar individu, masyarakat Afghanistan di daerah yang dikontrol Taliban, lebih suka menyelesaikan permasalahan mereka kepada hakim-hakim yang diutus oleh Taliban, karena terbukti keadilannya.

Salah satu masalah terbesar di Afghanistan adalah korupsi. Hal ini juga menjadi sebab berbaliknya dukungan masyarakat Afghanistan untuk Taliban. Mungkin, belajar dari kasus Afghanistan inilah, korupsi, dan juga pelanggaran HAM, baru-baru ini, telah disebut oleh para peneliti Barat sebagai dua faktor utama yang dapat membangkitkan “terorisme” dan pemberontakan.

BACA JUGA  Sosok Pemimpin Unggul yang Dicintai Manusia

Sayangnya perjalanan Taliban dalam merebut kembali tanah Afghanistan yang dijajah pasukan asing ini jarang diamati oleh umat Islam, kecuali hanya sebagian kecil. Padahal, perjuangan Taliban ini adalah contoh nyata tentang sebuah gerakan Islam yang menempuh jalan perjuangan dengan jihad dan anti-demokrasi.

Hari ini memang demokrasi dicitrakan sebagai sebuah sistem yang paling adil dan cocok diterapkan di dunia. Umat Islam pun lebih sibuk berdebat tentang hukum fikih demokrasi dan pemilu, sebagai manifestasi utama demokrasi.

Padahal, demokrasi ini digunakan sebagai alat bagi Amerika untuk menghegemoni dunia internasional, termasuk negeri-negeri kaum muslimin. Mungkin kita perlu memandang demokrasi menggunakan konteks lain di luar fikih, terlepas dari halal-haramnya demokrasi. Bahwa jika kita menolak dan anti terhadap demokrasi, itu bukan karena haramnya demokrasi, tetapi karena kita hendak melawan hegemoni Amerika.

Dengan tegaknya kekuasaan Taliban di Afghanistan, jika benar-benar terjadi, kita akan menemukan dua hal yang cukup penting bagi umat Islam.

Pertama, bila Imarah Islam Afghanistan tegak, kita akan menemukan sebuah contoh bagaimana sebuah wilayah dikelola dengan model “imarah”, bukan negara-bangsa. Dengan menggunakan model “imarah” ini, Taliban melepaskan diri dari jebakan nasionalisme dan negara-bangsa.

Mungkin visi cemerlang inilah yang menyebabkan pemimpin Al Qaeda, baik Osama Bin Laden, maupun Ayman Az Zawahiri mengikat sumpah setianya kepada pemimpin Taliban. Bahkan, dalam pidato terakhirnya, Ayman menyebut Taliban sebagai embrio khilafah, yang akan mempersatukan kaum muslimin.

BACA JUGA  Sosok Pemimpin Unggul yang Dicintai Manusia

Kedua, Imarah Islam Afghanistan akan menjadi contoh nyata bagaimana syariat Islam diterapkan secara melembaga dalam bingkai “negara”. Hal ini akan membuat peradaban Barat takut. Sebab, dunia internasional akan menyaksikan bagaimana syariat Islam diterapkan sebagai sebuah hukum positif, sehingga penduduk planet ini akan menemukan contoh dan alternatif lain, selain nilai moral dan hukum Barat, yang selama ini dijadikan sebagai standar di seluruh jengkal planet bernama Bumi ini.

Ketiga, mungkin, sebentar lagi, kita akan memiliki menara suar lain di dunia, selain Turki dan presidennya, Recep Tayyib Erdogan, yang akan dipandang sebagai representasi kekuatan Umat Islam.

Ya, selama ini Turki dan Erdogan selalu digadang-gadang sebagai pahlawan Islam di era modern dan ditunggu tanggapan dan komentarnya terkait isu-isu mengenai penindasan dan penderitaan umat Islam di berbagai penjuru dunia.

Turki dan Erdogan memang patut diberi respek terhadap usaha-usaha mereka dalam menjadi tuan rumah bagi pengungsi, dalam pembelaannya terhadap Palestina, dan banyak kebaikan lainnya. Hanya saja, mereka masih terbelenggu oleh ikatan tatanan internasional yang Amerika-centris.

Akhirnya, perkembangan Taliban ini sebenarnya patut menjadi perhatian, bahkan teladan, bagi aktivis Islam, dan semua orang yang tertarik terhadap perjuangan penegakan syariat Islam. Lagi pula, bukankah sudah sepantasnya kita turut senang hati terhadap kemenangan mujahidin?

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Mengambil Teladan dari Taliban”

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Jika Tak Tarik Pasukan, AS Diancam Bernasib Seperti Uni Soviet

“Ambilah peringatan dari kekalahan Uni Soviet di Afghanistan dan tinggalkan ide untuk menguji rakyat Afghanistan," kata juru bicara juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.

Jum'at, 28/12/2018 13:16 0

Suriah

Normalisasi Hubungan, UEA Buka Kembali Kedutaan di Suriah

“Langkah ini menekankan keinginan kuat pemerintah UEA normalisasi hubungan antara dua Negara sahabat seperti sedia kala dan mengadang bahaya intervensi kawasan dalam urursan Negara Suriah,” kata pernyataan itu.

Jum'at, 28/12/2018 09:11 0

Indonesia

Kaleidoskop 2018: Kebijakan Test The Water Pemerintahan Jokowi

Di tahun 2018, bukan hanya susunan kabinet kerja yang berganti, beberapa regulasi yang diterbitkan bahkan terkesan bersifat test the water

Kamis, 27/12/2018 16:47 0

Indonesia

Pemerintah Tegaskan Tsunami Selat Sunda Bukan Bencana Nasional

Status bencana tsunami Selat Sunda adalah bencana kabupaten

Kamis, 27/12/2018 16:31 0

Indonesia

Kaleidoskop 2018: UU Terorisme Diketok, Mungkinkah OPM Keok?

Pasca aksi terorisme di Sarinah, Jakarta Pusat pada awal 2016 lalu pemerintah mengajukan kepada DPR agar melakukan Revisi Undang-undang Anti Terorisme.

Rabu, 26/12/2018 09:00 0

Amerika

AS Serahkan Urusan Rekonstruksi Suriah ke Arab Saudi

Presiden AS Donald Trump mengatakan Arab Saudi akan menghabiskan uang untuk membantu merekonstruksi Suriah.

Rabu, 26/12/2018 07:45 0

Indonesia

BNPB Tetapkan 14 Hari Masa Tanggap Darurat di Pandeglang

BNPB Tetapkan 14 Hari Masa Tanggap Darurat di Pendeglang

Selasa, 25/12/2018 19:43 0

Indonesia

Update Tsunami Selat Sunda, 492 Meninggal Dunia dan 16.082 Orang Mengungsi

Pandeglang wilayah terdampak tsunami Selat Sunda paling parah

Selasa, 25/12/2018 19:18 0

Video News

Ucapan Terima Kasih dari Muslim Uighur untuk Muslim Indonesia

KIBLAT.NET- Ini adalah video ungkapan rasa terimakasih dari Muslim Uighur untuk masyarakat Indonesia yang telah...

Selasa, 25/12/2018 18:18 0

Video News

Inilah Cerita Korban Selamat Tsunami Selat Sunda

KIBLAT.NET- Dalam kunjungan Tim kami ke lokasi yang terkena dampak bencana Tsunami Selat Sunda, kami...

Selasa, 25/12/2018 16:28 0

Close