... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jika Tak Tarik Pasukan, AS Diancam Bernasib Seperti Uni Soviet

Foto: Pejuang Taliban terus menggelorakan jihad mengusir penjajah dan pemerintah boneka Afghanistan

KIBLAT.NET, Kabul – Imarah Islam Afghanistan (Taliban), Kamis (27/12), memperingatkan Amerika Serikat akan bernasib seperti Uni Soviet jika tidak menarik diri dari Afghanistan. Peringatan ini disampaikan beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump berniat mengurangi banyak pasukannya di Afghanistan.

Taliban mengatakan, dalam pernyataan yang menandai 39 invasi Uni Soviet ke Afghanistan, militer AS telah mendapat kehinaan dan mungkin dapat banyak pelajaran dari pengalaman mantan rivalnya (Uni Soviet) selama Perang Dingin.

Uni Soviet menarik diri dari Afghanistan pada 1989, setelah sepuluh tahun pendudukan. Perang saudara yang meletus selepas penjajah pergi melahirkan gerakan Taliban yang ingin mengatur Afghanistan dengan system Islam.

“Ambilah peringatan dari kekalahan Uni Soviet di Afghanistan dan tinggalkan ide untuk menguji rakyat Afghanistan,” kata juru bicara juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.

Mujahid mengatakan, setiap hubungan di masa depan antara Taliban dan Amerika Serikat harus didasarkan pada “prinsip-prinsip diplomatik dan ekonomi” dan bukan konflik.

Sementar aitu, Taliban belum secara resmi mengomentari niat Presiden AS Donald Trump untuk menarik setengah dari 14.000 tentara yang ditempatkan di Afghanistan untuk memerangi Taliban.

Namun anonim komandan senior Taliban mengatakan kepada AFP bahwa gerakan itu “sangat bahagia” dengan keputusan tersebut. Taliban sendiri telah lama menekankan penarikan pasukan asing sebagai prasyarat untuk berpartisipasi dalam pembicaraan damai.

BACA JUGA  Kabul Umumkan Kematian Pemimpin AQIS, Taliban Anggap Berita Propaganda

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kaleidoskop 2018: Kebijakan Test The Water Pemerintahan Jokowi

Di tahun 2018, bukan hanya susunan kabinet kerja yang berganti, beberapa regulasi yang diterbitkan bahkan terkesan bersifat test the water

Kamis, 27/12/2018 16:47 0

Indonesia

Pemerintah Tegaskan Tsunami Selat Sunda Bukan Bencana Nasional

Status bencana tsunami Selat Sunda adalah bencana kabupaten

Kamis, 27/12/2018 16:31 0

Indonesia

Kaleidoskop 2018: UU Terorisme Diketok, Mungkinkah OPM Keok?

Pasca aksi terorisme di Sarinah, Jakarta Pusat pada awal 2016 lalu pemerintah mengajukan kepada DPR agar melakukan Revisi Undang-undang Anti Terorisme.

Rabu, 26/12/2018 09:00 0

Indonesia

BNPB Tetapkan 14 Hari Masa Tanggap Darurat di Pandeglang

BNPB Tetapkan 14 Hari Masa Tanggap Darurat di Pendeglang

Selasa, 25/12/2018 19:43 0

Indonesia

Update Tsunami Selat Sunda, 492 Meninggal Dunia dan 16.082 Orang Mengungsi

Pandeglang wilayah terdampak tsunami Selat Sunda paling parah

Selasa, 25/12/2018 19:18 0

Video News

Ucapan Terima Kasih dari Muslim Uighur untuk Muslim Indonesia

KIBLAT.NET- Ini adalah video ungkapan rasa terimakasih dari Muslim Uighur untuk masyarakat Indonesia yang telah...

Selasa, 25/12/2018 18:18 0

Video News

Inilah Cerita Korban Selamat Tsunami Selat Sunda

KIBLAT.NET- Dalam kunjungan Tim kami ke lokasi yang terkena dampak bencana Tsunami Selat Sunda, kami...

Selasa, 25/12/2018 16:28 0

Indonesia

Air Laut Kembali Naik, Warga Berlarian Menjauhi Pantai

Air Laut Naik, Warga Berlarian Menjauhi Pantai di pesisir pantai Desa Sumur Jaya, Pandeglang

Selasa, 25/12/2018 15:21 0

Indonesia

Bertemu Dubes Cina, Begini Tanggapan PBNU Soal Uighur

Duta Besar (Dubes) Cina untuk Indonesia Xiao Qian bersama dengan rombongannya mengunjungi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

Selasa, 25/12/2018 15:05 3

Indonesia

PII: Sistem Peringatan Dini Tsunami Kebutuhan Mutlak Indonesia

Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia Dr. Ir. Heru Dewanto, M.Sc.(Eng.), IPU menjelaskan, Pemerintah perlu membangun sistem Peringatan Dini Tsunami tidak hanya yang disebabkan gempa tektonik (seismik) tapi juga gempa non tektonik seperti gempa vulkanik yg terjadi di selat Sunda.

Selasa, 25/12/2018 14:51 0

Close