... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Editorial: Bencana Terulang

Foto: Kondisi reruntuhan rumah warga pasca gempa.

KIBLAT.NET -Bencana terulang, bukanlah sebuah hiperbola melainkan fakta, bukan fatamorgana tapi sesuatu yang terpampang nyata. Gempa Lombok di bulan Agustus disusul gempa Palu bulan September dan yang terbaru tsunami yang terjadi di Selat Sunda terlihat bak episode bersambung sebuah rangkaian bencana yang luar biasa. Kematian, kelaparan, dan kehilangan harta benda menjadi dampak yang tak bisa dihindari. Bahkan angka-angkanya membuat siapapun yang masih mempunyai rasa kemanusiaan dalam kalbunya pasti menangis.

Selalu ada banyak pertanyaan, perenungan, dan penafsiran dalam setiap bencana. Meski masing-masing kepala mempunyai jawaban yang berbeda, namun kita dapat menangkap sebuah kecenderungan yang menyatukan. Bagi yang merasakan dampak bencana cenderung memandang bencana sebagai sebuah ujian, yang menunjukkan kasih sayang Allah SWT. Sedangkan yang tidak merasakan cenderung memandangnya sebagai azab, dikarenakan  kemaksiatan yang sudah terlalu lama terjadi di daerah bencana.

Menyimpulkan sebuah bencana sebagai azab memang terkesan fatalis. Karena bagaimanapun tidak semua orang yang terdampak bencana adalah pelaku maksiat, sementara –bisa jadi- ada pelaku maksiat yang termasuk korban selamat. Namun kita juga tidak bisa menafikan bahwa bencana yang terjadi merupakan azab. Banyak sekali pelajaran dari umat-umat terdahulu yang dimusnahkan oleh fenomena alam ekstrim dikarenakan kemaksiatan mereka yang melampaui batas. Banjir bandang yang melanda kaum Nabi Nuh AS, angin puting beliung yang menghancurkan kaum ‘Ad, guntur yang melenyapkan kaum Tsamud, gempa bumi yang membinasakan kaum LGBT Sodom, serta hawa panas yang membunuh penduduk Madyan secara perlahan.

BACA JUGA  Isu Radikalisme Ibarat Menggaruk yang Tak Gatal

Baik Al-Quran maupun catatan sejarah juga mengabadikan kisah individu yang diazab Allah SWT dikarenakan perilakunya yang melampaui batas. Firaun misalnya, penguasa yang tak kunjung menyadari kezalimannya meskipun kerajaannya telah diserang wabah penyakit dan malah mengkriminalisasi sang pembela wong cilik Musa AS, pada akhirnya ditenggelamkan Allah SWT di laut merah. Begitu pun Qarun, manusia terlahir kaya yang kikirnya gak ketulungan, pada akhirnya ditenggelamkan Allah SWT ke dalam bumi.

Adapun memandang bencana sebagai ujian juga bukan perenungan yang buruk, bahkan sangat-sangat baik. Mencerminkan sikap khusnudzon kepada Allah SWT; sikap yang harus dimiliki setiap mukmin. Juga merupakan ekspresi dari keimanan terhadap nama Allah: Ar-Rahman dan Ar-Rahim.

Sejatinya tidak ada yang salah dari dua perenungan tersebut, karena baik ujian ataupun azab keduanya merupakan ketetapan Allah SWT. Dan bagi seorang mukmin sejatinya “tidak penting” juga apakah bencana tersebut merupakan ujian ataupun azab. Baik ujian ataupun azab, pekerjaan utama seorang mukmin tetaplah beribadah, beribadah, dan beribadah.

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Aksi Bela Muslim Uighur Berlanjut di Sejumlah Kota

Aksi Bela Muslim Uighur di Surabaya digelar setelah pekan lalu desakan penghentian penindasan terhadap Muslim Uighur ditolak Konsulat Jenderal (Konjen) Cina

Jum'at, 28/12/2018 17:00 0

Analisis

Genosida Sistemik Muslim Uighur, Kemunculan Tata Dunia Baru

Sikap diam yang ditunjukkan oleh para pemimpin negara-negara meskipun fakta itu telah terungkap, menegaskan bahwa sebuah tata dunia baru sedang mulai muncul.

Jum'at, 28/12/2018 15:14 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Pesan-Pesan di Balik Bencana- Ust. Abdul Khalid, MA

KIBLAT.NET- Gempa bumi adalah musibah yang saat ini menggelayuti perasaan takut banyak manusia bisa jadi...

Jum'at, 28/12/2018 13:37 1

Opini

Mengambil Teladan dari Taliban

Betapa gemilangnya pencapaian Taliban dalam 17 tahun terakhir. Selama masa tersebut, mereka berhasil membalikkan keadaan.

Jum'at, 28/12/2018 13:17 1

Afghanistan

Jika Tak Tarik Pasukan, AS Diancam Bernasib Seperti Uni Soviet

“Ambilah peringatan dari kekalahan Uni Soviet di Afghanistan dan tinggalkan ide untuk menguji rakyat Afghanistan," kata juru bicara juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.

Jum'at, 28/12/2018 13:16 0

Suriah

Normalisasi Hubungan, UEA Buka Kembali Kedutaan di Suriah

“Langkah ini menekankan keinginan kuat pemerintah UEA normalisasi hubungan antara dua Negara sahabat seperti sedia kala dan mengadang bahaya intervensi kawasan dalam urursan Negara Suriah,” kata pernyataan itu.

Jum'at, 28/12/2018 09:11 0

Indonesia

Kaleidoskop 2018: Kebijakan Test The Water Pemerintahan Jokowi

Di tahun 2018, bukan hanya susunan kabinet kerja yang berganti, beberapa regulasi yang diterbitkan bahkan terkesan bersifat test the water

Kamis, 27/12/2018 16:47 0

Indonesia

Pemerintah Tegaskan Tsunami Selat Sunda Bukan Bencana Nasional

Status bencana tsunami Selat Sunda adalah bencana kabupaten

Kamis, 27/12/2018 16:31 0

Indonesia

Kaleidoskop 2018: UU Terorisme Diketok, Mungkinkah OPM Keok?

Pasca aksi terorisme di Sarinah, Jakarta Pusat pada awal 2016 lalu pemerintah mengajukan kepada DPR agar melakukan Revisi Undang-undang Anti Terorisme.

Rabu, 26/12/2018 09:00 0

Amerika

AS Serahkan Urusan Rekonstruksi Suriah ke Arab Saudi

Presiden AS Donald Trump mengatakan Arab Saudi akan menghabiskan uang untuk membantu merekonstruksi Suriah.

Rabu, 26/12/2018 07:45 0

Close