... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Syamina: Muslim di Xinjiang Saudara yang Terlupakan

Foto: Muslim Uighur ditindas Cina

KIBLAT.NET, Jakarta – Kampanye China atas nama melawan separatisme dan terorisme di di banyak kota dan desa di Turkistan Timur (Xinjiang) kini justru menjadi perang habis-habisan terhadap Islam. Demikian dinyatakan Lembaga Kajian Syamina dalam rilisnya bulan Desember 2018.

Syamina mengatakan tindakan represi tersebut semakin tampak pada Ramadhan. Polisi mengintensifkan kampanye pencarian dari rumah ke rumah, mencari buku-buku atau pakaian yang dianggap “mengkhianati” keyakinan China.

“Wanita yang mengenakan kerudung ditahan, dan banyak pemuda yang tanpa delik sedikitpun. Para pelajar dan pegawai negeri dipaksa untuk makan, bukannya berpuasa, dan dipaksa bekerja atau menghadiri kelas-kelas, bukannya menghadiri sholat Jumat,” kata lembaga itu.

“China menuduh bahwa ide-ide keagamaan asing telah merusak masyarakat Xinjiang, mempromosikan fundamentalisme Islam Wahhabi. Pemerintah China pun memberi label teroris kepada Muslim Xinjiang untuk melegitimasi tindakan represi yang dilakukan,” tambahnya.

Pemerintah Republik Rakyat China di Xinjiang pada tahun 2014 memulai “Kampanye Gebuk Keras atau Strike Hard melawan Ekstremisme Kejam”. Tingkat penindasan meningkat secara dramatis setelah Sekretaris Partai Komunis Chen Quanguo pindah dari Daerah Otonomi Tibet  untuk mengambil alih kepemimpinan Xinjiang pada akhir 2016.

“Sejak itu, pihak berwenang telah meningkatkan penahanan massal secara sewenang-wenang, termasuk di pusat-pusat penahanan praperadilan dan penjara, yang keduanya merupakan fasilitas resmi, dan di kamp-kamp pendidikan politik, yang tak berdasar di bawah hukum RRC,” tambahnya.

BACA JUGA  Tak Diijinkan Jenguk Eggi dan Lieus, Prabowo Nasehati Polisi

Syamina juga mengungkapkan bahwa masjid-masjid di kota Kashgar dan Urumqi kini kosong. Umat Islam di sana menjadi target penahanan pemerintah China. Mereka diminta untuk meninggalkan agamanya, tidak mengakui Tuhan, dan bergabung dengan Partai Komunis China. Shalat, pendidikan agama, dan puasa ramadhan dilarang. Teks-teks Arab juga disingkirkan dari bangunan publik. Islamophobia pun digalakkan oleh otoritas partai penguasa.

“Meski perlakuan China terhadap Muslim Uighur begitu buruk, dunia masih gagal untuk memberikan simpatinya. Jika kondisi seperti itu tidak dilawan, kata para aktivis, kebijakan-kebijakan seperti ini dapat dengan mudah direplikasi oleh negara-negara lain yang ingin menekan atau mengendalikan minoritas,” kata lembaga itu mengakhiri.

Ulasan lengkap rilis Syamina dapat didownload melalui link berikut ini.

Reporter: Ibas Fuadi
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Foto

Begini Penampakan Pesisir Pandeglang Setelah Disapu Tsunami

Tak ada aktifitas warga di sekitar pantai, banyak rumah dalam kondisi rusak

Senin, 24/12/2018 10:38 0

Amerika

Senjata Buatan Amerika Tersebar Luas di Wilayah Konflik, Parlemen Eropa Cemas

Jualan senjata merupakan bisnis besar bagi Amerika Serikat. Departemen Luar Negeri memastikan AS telah mencapai kesepakatan transaksi senilai US$ 75,9 miliar (sekitar Rp 1.062 triliun) selama tahun fiskal 2017.

Senin, 24/12/2018 10:24 1

Opini

Kasih Sayang Luput, Anak Punk Korban Sekularisasi Akut

Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik. Punk adalah gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja.

Ahad, 23/12/2018 18:35 0

Rohah

Ummu Rabiah, Potret Ibu Peduli Pendidikan Anak

Seluruh penduduk Madinah tahu bahwa Ummu Rabiah sangat loyal ketika membayar guru-guru putranya.

Ahad, 23/12/2018 15:32 0

Siyasah

Turkistan Timur, Negeri Islam yang Dibunuh dalam Diam

Pemerintahan komunis Cina telah membunuh lebih dari enam puluh juta muslim Uighur sejak menduduki wilayah Turkistan. Jumlah ini sepuluh kali lipat dari para syuhada Bosnia Herzegovina, Iraq, Afghanistan, Chechnya dan Palestina.

Sabtu, 22/12/2018 22:18 0

Editorial

Mencari Al-Mu’tashim Baru untuk Uighur

Perlu dicatat, menumbuhkan solidaritas untuk Uighur bukanlah perkara mudah.

Sabtu, 22/12/2018 12:49 0

Suriah

150 Suku di Suriah Utara Gelar Konferensi Dukung Operasi Militer Turki

Pertemuan itu merupakan konferensi tahunan yang digelar dewan tersebut. Mereka menyatakan dukungan terhadap Turki dalam operasi militer anti milisi PYD-PKK di timur Sungai Efrat.

Sabtu, 22/12/2018 09:06 0

Rusia

Rusia Akan Pertemukan Hamas dan Fatah di Moskow

"Setiap upaya dukungan tambahan yang mendukung upaya-upaya Mesir kami sambut dengan baik," imbuhnya.

Sabtu, 22/12/2018 08:35 0

Eropa

Sasar Muslim, Denmark Wajibkan Jabat Tangan untuk Dapat Kewarganegaraan

Keputusan itu ditentang oleh beberapa walikota Partai Liberal, mencatat bahwa tidak perlu memaksakan jabat tangan pada kewarganegaraan Denmark.

Sabtu, 22/12/2018 08:06 0

Analisis

Antara Narasi PSI dan Kondisi Objektif Poligami di Indonesia

Benarkah poligami menyebabkan ketidakadilan pada perempuan?

Jum'at, 21/12/2018 23:57 1

Close