... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Protes Kenaikan Harga di Sudan, Presiden Didesak Mundur

Foto: Demonstrasi di Sudan.

KIBLAT.NET, Khartoum – Protes kenaikan harga pangan dan BBM di beberapa bagian Sudan berlanjut selama lima hari berturut-turut hingga hari Ahad (23/12/2018). Seruan mogok kerja mengemuka, termasuk dari kalangan dokter.

Setidaknya 10 orang telah tewas sejak demonstrasi dimulai pada hari Rabu. Pemerintah menaikkan harga sepotong roti dari satu pound Sudan menjadi tiga pound (sekitar $ 0,02 hingga $ 0,06), memperburuk keluhan atas kenaikan harga, kekurangan bahan pokok dan krisis uang tunai.

Para pengunjuk rasa menyerukan agar Presiden Omar Hassan al-Bashir, yang telah berkuasa selama tiga dekade, untuk mundur.

“Kekurangan bahan bakar dan roti mungkin telah memicu protes di seluruh negeri, tetapi faktor-faktor lain sekarang tampaknya membantu menjaga mereka terus berjalan,” kata reporter Al Jazeera, yang melaporkan dari ibukota, Khartoum.

“Orang-orang tampaknya frustrasi bukan hanya oleh krisis ekonomi, tetapi dengan cara negara dijalankan dan mereka ingin melihat perubahan.”

Pada hari Ahad, warga di Um Rawaba, 200 km barat daya ibukota Khartoum, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa sekitar 600 orang berkumpul di pasar sambil meneriakkan “orang-orang menginginkan jatuhnya rezim”.

“Para pengunjuk rasa membakar ban dan kayu di jalan-jalan dan berusaha menyerbu sebuah gedung pemerintah sebelum dikembalikan oleh pejabat keamanan,” kata saksi mata.

Di Atabara, 300 km timur laut ibukota, polisi anti huru hara yang berpakaian sipil membawa gas air mata terhadap ratusan demonstran,” kata seorang saksi mata.

BACA JUGA  Ahok Lelang Batik yang Dikenakan Saat Sidang, Ditawar Sampai Rp 100 Juta

“Polisi juga menembakkan gas air mata ke pengunjuk rasa di Khartoum setelah ratusan pengunjuk rasa memblokir sebuah jalan di pusat kota Ahad malam.”

Para dokter juga akan melakukan mogok kerja pada hari Senin dalam serangkaian mogok kerja pertama, yang diumumkan oleh sebuah koalisi payung serikat pekerja profesional.

Kendati demikian, koalisi mengatakan para dokter akan terus menangani pasien dengan keadaan darurat selama mogok kerja. Aksi ini bertujuan untuk “melumpuhkan” pemerintah. Koalisi juga meminta warga untuk melanjutkan protes jalanan mereka.

Ada juga seruan mogok kerja massal oleh sejumlah serikat pekerja independen dan profesional pada Rabu lalu.

Sara Abdelgalil, presiden Uni Dokter Sudan di Inggris, mengatakan Sudan akan ditutup total jika tidak ada perubahan dalam kepemimpinan. Dia menyebut protes baru-baru ini sebagai “puncak gunung es”.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Kesaksian Mengejutkan dr. Ernis Saat Berada di Uighur

KIBLAT.NET- Dalam Aksi Bela Muslim Uighur yang digelar pada 21 Desember 2018, seorang dokter rehabilitasi...

Senin, 24/12/2018 12:04 0

Video News

Jonru Ginting Ungkap Fakta Kenapa Dirinya Ditahan

KIBLAT.NET- Dalam Aksi Bela Muslim Uighur yang digelar pada 21 Desember 2018, Jonru Ginting mengungkap...

Senin, 24/12/2018 11:54 0

Video News

Ust. Bachtiar Nasir: Jangan Takut, Komunis Sebentar Lagi Mati!

KIBLAT.NET- Inilah orasi Ust. Bachtiar Nasir saat Aksi Bela Muslim Uighur di depan Kedubes Cina...

Senin, 24/12/2018 11:48 0

Suara Pembaca

Poligami, Syariat Islam yang Dinodai

Permasalahan poligami tak pernah sepi diperbincangkan di negeri ini.

Senin, 24/12/2018 11:41 0

Indonesia

Korban Jiwa Tsunami Selat Sunda Mencapai 281 Orang

Korban dan kerusakan terdapat di 5 kabupaten terdampak yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran

Senin, 24/12/2018 11:27 0

Indonesia

Syamina: Muslim di Xinjiang Saudara yang Terlupakan

Kampanye China atas nama melawan separatisme dan terorisme di di banyak kota dan desa di Turkistan Timur (Xinjiang) kini justru menjadi perang habis-habisan terhadap Islam.

Senin, 24/12/2018 11:12 0

Foto

Begini Penampakan Pesisir Pandeglang Setelah Disapu Tsunami

Tak ada aktifitas warga di sekitar pantai, banyak rumah dalam kondisi rusak

Senin, 24/12/2018 10:38 0

Indonesia

Giliran Masyarakat Bali Gelar Aksi Protes Penindasan Uighur

Setelah dilakukan secara serentak pada Jumat lalu, kini giliran warga Bali yang tergabung dalam Aliansi Bela Uighur menggelar aksi protes pada Ahad (23/12/2018) di depan gedung Konjen RRC, Denpasar.

Senin, 24/12/2018 00:38 0

Indonesia

Sekjen DSKS: Produk China yang Bisa Ditinggalkan, Maka Tinggalkanlah!

Kalau ada produk-produk China yang bisa kita tinggalkan, tidak menggunakan, maka itu adalah bagian kita untuk membantu saudara kita yang ada di sana," ungkap Sekjen Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Ustadz Tengku Azhar.

Ahad, 23/12/2018 19:15 0

Opini

Kasih Sayang Luput, Anak Punk Korban Sekularisasi Akut

Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik. Punk adalah gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja.

Ahad, 23/12/2018 18:35 0

Close