... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Menimbang Relevansi Donasi untuk Uighur

Foto: Muslim Uighur ditindas Cina

KIBLAT.NET – Jumat kemarin (21/12/2018) saya mendapat pesan WhatsApp dari seorang teman, “Mas, nek misal NGO menggalang dana untuk muslim Uighur itu bagaimana? Tepat tidak hal seperti itu?”

Teman saya ini adalah seorang aktivis sebuah NGO yang aktif menggalang dana dan menyalurkannya kepada muslim Suriah, Palestina, dan Rohingya. Kali ini dia merasa kurang sreg sehingga curhat kepada saya perihal atasannya yang mulai berwacana menggalang dana untuk Uighur.

Pada waktu itu saya menjawab pendek saja, “Kalau belum ada akses kesana, baiknya tidak perlu penggalangan dana secara massal mas.”

Sebenarnya saya mempunyai keresahan yang sama dalam hal ini, namun saya kan tidak mungkin curhat balik ke teman saya. Lebih baik saya bagikan keresahan tersebut kepada khalayak, salah satunya ya melalui tulisan ini.

Jadi begini, hal pertama yang membuat saya kurang sreg adalah begitu mudahnya elemen umat Islam di negeri ini terlarut euforia, sehingga kita hanya melihat lonjakan-lonjakan semangat yang terkadang menafikan rasionalitas. Saya bukan orang yang benci dengan hal itu, tapi mbokyao semua itu dipastikan bisa benar-benar mengantar anda ke surganya Allah.

NGO seharusnya menjadi alternatif yang baik, ketika lembaga-lembaga pemerintah masih akrab dengan kata “pokoknya”. Lha ini kok malah begitu juga, pokoknya kalau ada masalah umat ya buka penggalangan dana, gak perlu banyak tanya-tanya, kalau gak mau nyumbang ya sudah diam. Padahal umat kan juga perlu transparansi, uang mereka itu nanti disalurkan kemana dan dipergunakan untuk apa.

Penggalangan dana Suriah misalnya, penyalurannya kan jelas, kalau tidak kepada warga suriah yang mengungsi di Turki, ya disalurkan kepada warga yang tinggal di daerah kekuasaan oposisi. Dan kebutuhannya juga jelas: pangan, papan, dan obat-obatan. Begitu pun Rohingya, ditujukan kepada pengungsi di Bangladesh dan Langkawi (Malaysia). Kebutuhan mereka juga jelas, kurang lebih sama dengan Suriah.

BACA JUGA  Masjid-masjid Besar Uighur yang Dihancurkan Otoritas Cina Sejak 2016

Bagaimana dengan Uighur?

Uighur ini kan permasalahannya begini, tolong dibenarkan kalau ada yang kurang tepat. Sejak tahun 1949 Pemerintah Cina mulai menginvasi Turkistan Timur, lalu secara bertahap etnis Uighur sebagai warga asli terusir dari rumah mereka. Pemukiman mereka digusur dan dibangunlah pabrik-pabrik di atas reruntuhan rumah mereka.

Masalahnya tidak sampai di situ, setelah rumah mereka diserang. Pemerintah Cina mulai menyerang budaya mereka, etnis Uighur yang dalam bentuk, realitas, dan perilaku adalah Islam dipaksa menjadi Cina dalam bentuk, realitas, dan perilaku pula. Awalnya pada hal yang nampak sepele semisal pria Uighur dilarang memanjangkan jenggot serta memakai kopiah, namun secara bertahap upaya pelenyapan itu semakin menjadi-jadi. Orang Uighur dilarang mengajarkan Al-Quran kepada anak mereka, mereka juga dilarang menyelenggarakan pernikahan dengan tata cara Islam, wanita Uighur dilarang mengenakan baju panjang, hingga yang terburuk adalah wanita Uighur dipaksa menikah dengan pria China.

Dan puncaknya adalah ketika Presiden China hari ini Xi Jinping membangun kamp konsentrasi yang diberi nama re-education camp. Orang-orang Uighur dimasukkan ke dalam kamp tersebut untuk “dididik kembali” sampai mereka bersedia melepaskan keislaman serta identitas budaya mereka. Dan inilah penyebab ramai-ramai yang terjadi hari ini, yaitu tersebarnya praktik kekejaman dalam kamp tersebut kepada khalayak.

Pertanyaannya, berdasar fakta tersebut dana umat akan disalurkan kemana? Tentu harus jelas, misalnya untuk biaya advokasi mereka yang dikurung dalam kamp, untuk biaya ransum yang lebih layak, untuk biaya pelarian mereka ke tempat yang lebih aman, atau mungkin untuk biaya menikahkan gadis Uighur dengan jomblo saleh di sini.

BACA JUGA  Soal Krisis Uighur, Ketum PBNU Sepakat dengan Dubes Cina

Lalu hal kedua, dari beberapa NGO yang saya tanya mereka ternyata bekerjasama dengan ACT dalam hal penyalurannya. Maka dari itu, mari kita dengarkan penjelasan dari ACT. Syuhelmaidi Syukur, Senior Vice President ACT menyatakan bahwa untuk kasus Uighur ini ACT langsung mengirim tiga tim. Pertama, tim ke Turki, tim kedua ke ke Kazakhstan dan Dirgistan, dan tim ketiga ke Cina.

Tim pertama merupakan program sejak tahun lalu, sasarannya adalah orang-orang Uighur yang melarikan diri ke Turki. Dan ACT telah memberikan beasiswa kepada 100 mahasiswa Uighur di Turki. Lalu yang kedua, karena berbatasan dengan Turkistan Timur dan secara etnis mirip, dan program Qurban bersama mereka sedang diwacanakan. Adapun tim ketiga masih dalam penjajakan dan mencari formula aksi kemanusiaan yang pas untuk Uighur.

Tanpa bermaksud mengecilkan arti kebaikan, menurut subjektifitas saya program ACT belum terlalu berkaitan dengan apa yang kita teriakkan bersama-sama di depan kedubes Cina Jumat (21/12/2018) kemarin.

Untuk orang-orang Uighur di Turki, perlu dipastikan apakah mereka benar-benar membutuhkan bantuan kita, dalam artian kebutuhan primer mereka tidak terpenuhi, begitupun dengan yang di Kazakhstan dan Dirgistan. Adapun untuk misi penjajakan di Cina, itu bagus dan harus, namun sisi etis tentu tidak boleh diabaikan, begitupun sikap jujur dan realistis.

Mendukung program kebaikan memang tidak pernah salah, namun sekali lagi transparansi adalah segalanya. Poster serta narasi penggalangan dana haruslah dibuat sejujur mungkin, janganlah mengeksploitasi gambar-gambar muslim Uighur korban penindasan sebagai bahan retorika kita. Ingatlah bahwa semua perbuatan kita akan ada hisabnya di akhirat kelak.

Penulis: Rusydan Abdul Hadi

 

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Kondisi Terkini di Sepanjang Pesisir Pandeglang, Banten

KIBLAT.NET- Suasana dan kondisi terkini di sepanjang pesisir Pandeglang, banten pasca diterjang tsunami. Video dapat...

Senin, 24/12/2018 19:04 0

Video News

Direktur Amnesty International Bongkar Fakta Mengejutkan tentang Uighur

KIBLAT.NET- Dalam sebuah event diskusi media yang membahas tentang HAM Masyarakat Uighur, Direktur Amnesty International,...

Senin, 24/12/2018 18:58 0

Video News

MUI Sering Diundang ke Cina, Pernahkah Bahas Uighur?

KIBLAT.NET- Dalam sebuah event diskusi media yang membahas tentang HAM Masyarakat Uighur, pemandu acara Muhammad...

Senin, 24/12/2018 18:55 0

Indonesia

Cerita 4 Penyelam Selamat Setelah Tergulung Tsunami Selat Sunda

Anugerah selamat dari maut setelah digulung oleh ombak tsunami dirasakan oleh empat penyelam di laut Selat Sunda.

Senin, 24/12/2018 18:06 0

Indonesia

Evakuasi Korban Tsunami Selat Sunda, Jenazah Tertimpa Perahu

Sebuah keluarga di wilayah Pantai Legon Waru, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten tersapu gelombang tsunami

Senin, 24/12/2018 15:35 0

Inggris

Viral Foto “Pohon Natal di Masjid”, Begini Kenyataannya

Foto yang menunjukkan sebuah pohon Natal berada di pojok masjid tersebar di media sosial.

Senin, 24/12/2018 14:31 0

Mesir

Di Mesir, Biaya Nikah Terus Naik Seiring Melemahnya Ekonomi

Tetapi menikah ternyata jauh lebih menegangkan daripada yang dibayangkan, ketika suaminya melamar setahun yang lalu.

Senin, 24/12/2018 13:26 0

Suara Pembaca

Nasib Uighur di Balik Jeruji Nasionalisme

Saat ini tak ada satupun pemimpin negeri muslim yang mau dan berani mengirimkan pasukan untuk menyelamatkan mereka.

Senin, 24/12/2018 12:43 0

Indonesia

Aksi Bela Muslim Uighur di Medan Diwarnai “Penyegelan” Konsulat Jenderal Cina

Aksi Bela Muslim Uighur di Medan desak pemerintah Indonesia mengusir duta besar dan konsulat jenderal Cina dari Indonesia

Senin, 24/12/2018 12:33 1

Video News

Update Terkini Dampak Tsunami Selat Sunda

KIBLAT.NET- Berikut adalah penjelasan dari BNPB terkait situasi saat ini pasca tsunami di Selat Sunda....

Senin, 24/12/2018 12:17 0

Close