Cerita 4 Penyelam Selamat Setelah Tergulung Tsunami Selat Sunda

KIBLAT. NET, Pandeglang – Anugerah selamat dari maut setelah digulung oleh ombak tsunami dirasakan oleh empat penyelam di laut Selat Sunda. Ketika tsunami, mereka tengah mencari ikan dengan menyelam di lautan Selat Sunda di Kecamatan Sumur. Mereka tergulung dan terhempas ke daratan, hingga takdir Maha Kuasa memberikan keselamatan bagi mereka.

Mereka ialah Tarsan (25), Dirman (30), Sapri (30) dan Ucin (30). Tarsan menceritakan bahwa mereka berempat bersama-sama pergi ke laut untuk mencari ikan di malam itu, Sabtu (22/12/2018) . Pencarian ikan hanya dengan tombak dan menyelam. Jarak mereka dari tengah laut sekitar 20 meter ke pinggir pantai. Hingga tiba-tiba terlihat ombak besar sebanyak tiga kali menghempas pulau.

“Saat itu tiba-tiba air laut menyurut dan tak lama kemudian ombak besar datang dari tengah laut arah gunung Anak Krakatau. Tiga ombak menghempas pulau di tengah laut, sedangkan satu ombak paling besar menuju ke arah kami,” katanya kepada Kiblat.net di posko pengungsian, Desa Kertajaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (24/12/2018).

Melihat ombak besar itu mereka berupaya berlari ke pinggir pantai. Namun apa daya, ombak besar lebih dahulu menggulung mereka. Tsunami menghempas mereka ke darat sejauh 100 meter, kemudian kembali menyeret dengan kuat ke laut. Tarsan beruntung, batang pohon dapat dipegangnya agar tidak terseret jauh.

“Di dalam ombak itu kami tenggelam, saya pun seakan pasrah dan sembari menyebut Yang Maha Kuasa. Beberapa kali tubuh ini terhantam karang mungkin, hingga melepaskan seluruh pakaian yang saya gunakan. Posisi kami saling berdekatan, hingga berpegangan batang pohon beberapa saat karena takut akan ada tsunami susuluan. Saat itu saya terus mengkhawatirkan keadaan keluarga di rumah,” katanya.

BACA JUGA  Sistem Demokrasi Liberal Bikin Hoaks Makin Marak

Senada, Dirman (30) mengatakan ketika terhempas itu rasa sakit sudah tak terasa. Hingga setelah memastikan tidak ada tsunami susulan mereka berempat mampu berlari menjauh dari laut. Sebab tak ada pertolongan saat mencoba meminta pertolongan, selain berupaya untuk menyelamatkan diri sendiri.

“Alhamdulillah Allah masih memberikan keselamatan bagi kami. Meskipun barulah terasa bahwa badan ini telah bengkak-bengkak dan lecet, hingga sulit untuk berjalan. Begitupun keluarga kami di rumah dalam keadaan selamat,” tukasnya.

Kondisi Tarsan saat ini mengalami lecet di kepala, bengkak di pinggul, lecet di tangan dan kaki. Sementara Dirman mengalami bocor kepala, sobekan di paha, lecet di pinggul, dan luka dalam di bagian pinggang. Adapun kedua teman yang lain hanya mengalami luka-luka ringan. Hingga hari kedua pasca tsunami keduanya baru mendapat pengobatan dari dokter.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat