... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Yusril: Indonesia Tak Campuri Urusan dalam Negeri Jika Tekan Cina Soal Krisis Uighur

Foto: Yusril Ihza Mahendra

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra meminta kepada Komisari Tinggi PBB Urusan HAM atau UNCHR di Jenewa untuk melakukan penyelidikan kasus pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintah Cina atas pemeluk Islam di Xinjiang. Menurutnya, Indonesia juga bisa memberikan tekanan diplomatik kepada Negeri Tirai Bambu.

Hal itu dinyatakan Yusril Ihza Mahendra bersama Afriansyah Noor selaku Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang dalam sepucuk surat yang dikirimkan kepada Ketua UNCHR di Jenewa, Swiss. Surat dalam bahasa Inggris itu juga ditembuskan kepada Sekjen Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Saudi Arabia dan Pemerintah RI di Jakarta.

Yusril juga mendesak Pemerintah RI untuk mengambil inisiatif membahas pelanggaran HAM terhadap umat Islam di Cina ini. “Sebagai negara mayoritas muslim terbesar di dunia, Pemerintah Indonesia dapat mengambil prakarsa mengajak negara-negara anggota OKI lainnya untuk melakukan pertemuan khusus membahas situasi di Xinjiang,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (19/12/2018).

Yusril mengatakan, Partai Bulan Bintang yang dipimpinnya mengutuk keras tindakan kekejaman yang dilakukan Pemerintah Cina yang memaksa Muslim Uighur untuk meninggalkan keyakinan agamanya dan beralih memeluk atheisme.

Pemerintah Cina, menurut Yusril, wajib mematuhi Piagam PBB dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia yang menjamin kebebasan memeluk agama. Ribuan muslim Uighur kini dimasukkan kamp-kamp konsentrasi untuk diindoktrinasi faham athesime sesuai ajaran Komunis yang secara resmi dianut oleh negara itu.

BACA JUGA  JPU Tak Mampu Hadirkan Saksi di Sidang Ricuh 21-22 Mei

Pemerintah Cina berdalih, kamp konsentrasi itu adalah tempat untuk melakukan “pendidikan” kepada warganegaranya yang menganut faham ekstrimisme dan separatisme. Umat Islam di Xinjiang dan suku Han yang beragama Islam, selama ini dianggap Pemerintah Cina sebagai kelompok ekstrimis.

Perlakuan Pemerintah Cina terhadap umat Islam, kata Yusril, sangat melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia. Karena itu Yusril minta UNCHR untuk segera mengirimkan tim penyelidik independen untuk mengungkapkan kepada dunia tentang adanya pelanggaran berat HAM yang dilakukan secara sistematik, terstruktur dan meluas di Cina. Dunia harus memberi sanksi atas pelanggaran HAM yang berat itu.

Selain meminta UNCHR, Yusril juga mendesak Oranisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk secara aktif memantau pelanggaran HAM atas umat Islam di Cina. Negara-negara OKI dapat mengambil langkah bersama untuk menghentikan pelanggaran HAM ini.

Pemerintah RI secara mandiri pun dapat mengambil langkah diplomatik mencegah Pemerintah Cina melakukan pemaksaan terhadap umat Islam di sana. “Kepentingan Cina di negara kita juga cukup banyak. Karena itu, kita juga dapat memberi tekanan diplomatik kepada Pemerintah Cina untuk menghentikan pemaksaan terhadap umat Islam di Cina. Ini adalah persoalan kemanusiaan dan HAM, bukan ingin mencampuri urusan dalam negeri Cina,” tandas Yusril.

Reporter: Imam S.
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Myanmar

Myanmar Luncurkan Operasi Militer Baru terhadap Muslim Rohingya

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di situs resmi, Kantor Panglima Militer Myanmar Min Aung Helang mengumumkan bahwa pasukan keamanan mulai bergerak lagi dan meluncurkan "operasi pembersihan" di daerah Mongdao.

Jum'at, 21/12/2018 11:23 0

Amerika

Trump Juga Dikabarkan Tarik Mayoritas Tentara dari Afghanistan

“Putusan ini sudah diambil (Trump). Akan ada penarikan penting,” kata sumber yang meminta tidak menyebutkan namanya itu.

Jum'at, 21/12/2018 10:50 0

Video Kajian

Inilah Gagasan dan Perjuangan Tjokroaminoto yang Jarang Diketahui Umat.

KIBLAT.NET- HOS Tjokroaminoto adalah tokoh yang cukup berperan besar dalam sejarah politik dan organisasi Islam...

Jum'at, 21/12/2018 08:57 0

Prancis

Prancis Tetap di Suriah Meski AS Menarik Pasukannya

"Perang melawan terorisme belum berakhir dan masih berlangsung," kata Menteri Perancis untuk Urusan Eropa, Nathalie Loazou, dalam wawancara dengan CNN Prancis pada Kamis.

Jum'at, 21/12/2018 08:19 0

Afghanistan

Taliban Jelaskan Substansi Negosiasi dengan AS di Abu Dhabi

Taliban juga menuntut diakhirinya serangan udara tanpa pandang bulu dan perlakuan terhadap keluarga mereka serta warga sipil yang terluka akibat serangan udara AS.

Jum'at, 21/12/2018 07:58 0

Video News

Bagaimana Keadaan Muslim Uighur? Ini Jawaban Ust. Bachtiar Nasir.

KIBLAT.NET-  Pada, Kamis , 20 Desember 2018 MIUMI menggelar Rapat Terbuka Aksi Bela Muslim Uighur...

Kamis, 20/12/2018 22:12 0

Video News

Ini Pesan Ust. Bachtiar Nasir untuk Aksi Bela Muslim Uighur Besok.

KIBLAT.NET- Pada Kamis, 20 Desember 2018 MIUMI menggelar Rapat Terbuka Aksi Bela Muslim Uyghur oleh...

Kamis, 20/12/2018 21:11 0

Manhaj

Poligami, Ijma Ulama yang Digugat PSI

Masih lekat diingatan pidato Grace Natalie yang menggebu-gebu melarang seluruh kadernya untuk melakukan poligami, bahkan Sis Grace juga berjanji akan memperjuangkan pelarangan poligami jika partainya lolos.

Kamis, 20/12/2018 21:08 0

Tazkiyah

Kisah Orang Buta Pembawa Lentera

" Wahai orang buta. Malam hari dan siang hari sama saja bagimu. Apakah manfaat lampu itu?"

Kamis, 20/12/2018 15:30 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Peduli Muslim Uighur

Khutbah Jumat: Peduli Muslim Uighur

Kamis, 20/12/2018 14:13 0

Close