... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Antara Narasi PSI dan Kondisi Objektif Poligami di Indonesia

Foto: Poligami

KIBLAT.NET – Sebagai partai pendatang baru, PSI sepertinya punya trik jitu untuk menjadi pusat perhatian khalayak. Namun sayang, alih-alih memandangi mereka dengan rasa takjub, mayoritas publik justru memandangi mereka dengan pandangan sinis dan kemarahan. PSI seolah sengaja menyentuh titik-titik sensitif masyarakat Indonesia yang selama ini tak pernah diusik-usik.

Yang terbaru adalah pidato Ketua Umum PSI Grace Natalie di Surabaya beberapa waktu lalu, dalam kesempatan itu Grace meminta seluruh jajaran kader PSI untuk tidak mempraktikan poligami. Grace juga berjanji jika partainya lolos ke parlemen, salah satu agenda yang akan diperjuangkan adalah larangan poligami bagi pejabat-pejabat negara, baik yang berada di jajaran eksekutif, legislatif, yudikatif, maupun aparatur sipil negara. Menurut Grace, praktik poligami menyebabkan ketidakadilan terhadap perempuan.

Keriuhan publik belum berhenti, beberapa saat kemudian salah satu caleg PSI Giring Ganesha kembali menambah panas susasana. Dalam sebuah video kampanye berdurasi tiga setengah menit, entah direkayasa atau tidak, pelantun lagu biarlah itu tampak sedang merayu istrinya untuk menikah lagi, tentu saja sang istri tidak setuju, sedih, lalu menangis. Ternyata adegan tersebut hanyalah prank dan merupakan bagian dari kampanye PSI menolak perilaku poligami. Di penutup video tampak Giring mengenakan seragam partai berorasi:

“Inikah keadilan bagi para perempuan? Saya Giring Ganesha, berdiri di sini sebagai anak yang mencintai ibu saya, sebagai seorang suami yang mencintai istri saya, sebagai seorang ayah yang mencintai anak-anak saya. Sangat menentang, dengan perilaku poligami. Dan bersama PSI, akan selalu berkomitmen untuk melindungi perempuan Indonesia.”

Sejatinya banyak pertanyaan yang perlu dijawab oleh PSI terkait narasi mereka dalam hal ini. Benarkah poligami menyebabkan ketidakadilan pada perempuan? Apakah lantas perilaku poligami harus ditentang sepenuhnya? Dan terkhusus untuk Giring, apakah sudah tepat perilakunya yang mengeksploitasi perasaan istrinya di depan kamera? Bukankah hal itu juga sebentuk penghinaan terhadap perempuan?

Namun tulisan ini bukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Penulis hanya ingin menjelaskan poligami sebagai sebuah objek, bukan pada praktik perilaku poligami yang terjadi di lapangan. Jadi nantinya terserah pembaca mau setuju atau tidak dengan narasi PSI, atau mungkin tidak setuju tapi punya usulan baru terkait poligami di Indonesia, poligami  dibolehkan tanpa ijin istri misalnya, biar makin ramai.

Poligami di Indonesa

Poligami menurut KBBI adalah sistem perkawinan yang salah satu pihak memiliki atau mengawini beberapa lawan jenisnya dalam waktu yang bersamaan. Adapun bentuk poligami yang diperbolehkan dalam ajaran Islam adalah poligini: seorang pria memiliki beberapa istri, namun dengan batasan maksimal empat orang istri. Sebagaimana firman Allah SWT:

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilama kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (QS. An-Nisa: 3)

Berdasar ayat tersebut, mufti Saudi Arabia Syaikh Abdul Aziz bin Baz menyatakan bahwa poligami hukumnya adalah sunnah bagi yang mampu. Namun beliau memberikan penggarisbawahan pada kalimat “jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja” agar benar-benar menjadi pertimbangan utama seorang muslim ketika berpoligami.

Namun terlepas dari apa hukum asal poligami, yang jelas ayat di atas menjadi bukti tak terbantahkan bahwa poligami merupakan bagian dari ajaran Islam. Maka jika merujuk kepada Pasal 29 ayat 2 UUD 1945, pada dasarnya setiap pria beragama Islam di Indonesia mempunyai kebebasan yang sama untuk berpoligami, selama tidak melanggar batasan dan norma yang ditetapkan agama.

Adapun penjabarannya, terdapat pada Pasal 4 ayat 2 UU Perkawinan dan Pasal 57 Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang menyebutkan bahwa seorang pria diijinkan beristri lebih dari satu apabila:

  1. Istri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai istri.
  2. Istri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan.
  3. Istri tidak dapat melahirkan keturunan.

Selain syarat-syarat di atas, terdapat Pasal 5 ayat 1 UU Perkawinan yang memuat syarat tambahan yang juga harus dipenuhi seorang pria ketika ingin beristri lebih sari satu orang, yaitu:

  1. Adanya persetujuan dari istri/istri-istri.
  2. Adanya kepastian bahwa suami mampu menjamin keperluan-keperluan hidup istri-istri dan anak-anak mereka.
  3. Adanya jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap istri-istri dan anak-anak mereka.

Dalam poin persetujuan istri, Pasal 5 ayat 2 UU Perkawinan menerangkan bahwa persetujuan istri bisa saja tidak diperlukan ketika istri tidak mungkin dimintai persetujuannya serta tidak dapat terlibat dalam perjanjian, atau ketika sang suami tidak mengetahui keberadaan sang istri sekurang-kurangnya dua tahun, atau sebab-sebab lain yang dapat dipertimbangkan oleh hakim.

Adapun ketika sang istri dimungkinkan untuk memberi persetujuan namun tidak mau, Pasal 59 KHI menyebutkan bahwa pengadilan agama baru boleh menetapkan izin berpoligami setelah mendengar dan memeriksa keterangan sang istri di pengadilan, dan terhadap penetapan ini baik suami ataupun istri dapat mengajukan banding atau kasasi.

Sampai di sini, kita paham bahwa Pasal 59 KHI berfungsi untuk memastikan bahwa baik suami maupun istri telah menjalankan Pasal 4 ayat 2 dan Pasal 5 ayat 1 UU Perkawinan. Hal ini tentu dimaksudkan untuk memastikan adanya itikad baik antara suami dan istri dalam pelaksanaan poligami.

Baca halaman selanjutnya: Bagaimana dengan ASN? ...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Antara Narasi PSI dan Kondisi Objektif Poligami di Indonesia”

  1. Ketua Partai PSI kan bukan muslim (setahu saya). Kemudian kalau dia tahu tentang poligami menurut ajaran islam, dia melawan ajaran tersebut. Tidak bersatu air dengan minyak. Maksud saya tidak bertemu titik kebenarannya, bila pembicara bukan muslim, kemudian dihubungkan dengan ajaran islam. Coba kalau yang bicara Ustad Abdul Somad, nyambung kan… Lowongan Kerja

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Kejayaan Cina Adalah Penderitaan Muslim Uyghur

Kebijakan represif terhadap muslim Uyghur bukan saja baru-baru ini. Serangkaian kebijakan represif dan diskriminatif telah terjadi sejak lama.

Jum'at, 21/12/2018 21:05 0

Indonesia

Sebagai Bentuk Solidaritas, Ribuan Umat Islam Solo Gelar Aksi Bela Uighur

- Ribuan umat Islam Solo Raya turut menggelar aksi untuk menentang kezaliman pemerintah China terhadap muslim Uighur. Endro Sudarsono,

Jum'at, 21/12/2018 20:20 0

Artikel

Ekspresi Bocah-Bocah Uighur Pasca Demo 2112

Melihat foto-foto anak Uighur pasca demo 2112, kita dapat merasakan ekspresi keharuan dalam tatapan mereka. Haru, karena masih ada yang memperhatikan nasib mereka.

Jum'at, 21/12/2018 19:57 0

Indonesia

Kedubes China Mendadak Tutup Saat Aksi 2112, UBN: Ini Hanya Pengalihan

Kantor Duta Besar China di Kuningan, Jakarta digeruduk oleh ratusan Umat Muslim Indonesia. Mengetahui akan adanya aksi, secara mendadak beredar selembaran pengumuman penutupan sementara Konsuler Kedubes China.

Jum'at, 21/12/2018 19:50 0

Indonesia

Amnesty Internasional: China Gunakan Isu Terorisme Untuk Menyembunyikan Pelanggaran HAM

Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mengatakan bahwa Cina menggunakan isu terorisme dalam melakukan tindakan represif kepada etnis Uighur

Jum'at, 21/12/2018 19:22 2

Video Kajian

Bentuk Pembelaan Kita kepada Muslim Uighur – Ust. Muhajirin Ibrahim, Lc.

KIBLAT.NET- Sesungguhnya hancurnya dunia lebih ringan bagi Allah daripada tertumpahnya darah seorang muslim. Kelak kita...

Jum'at, 21/12/2018 18:45 0

Video News

Ketua GNPF Ulama Desak Pemerintah RI Usir Dubes Cina

KIBLAT.NET- Ketua GNPF dalam Aksi Solidaritas Bela Muslim Uighur menyampaikan beberapa aspirasi untuk kebebasan menjalankan...

Jum'at, 21/12/2018 18:40 0

Indonesia

Gayung Bersambut, Ini Sambutan Bocah-Bocah Uighur Pasca Demo Serentak

Sejumlah aksi demonstrasi mengecam penindasan terhadap etnis Uighur, diselenggarakan di beberapa kota di Indonesia. Diantaranya Solo, Jakarta, Jogjakarta dan Bandung. 

Jum'at, 21/12/2018 18:20 0

Indonesia

Aksi Bela Muslim Uighur Serentak di Indonesia, dari Aceh Hingga Makassar

Tak hanya di Jakarta, Aksi Bela Muslim Uighur juga berlangsung di berbagai kota di Indonesia

Jum'at, 21/12/2018 17:40 0

Indonesia

Peserta Aksi Bela Muslim Uighur Teriakkan Usir Komunis

"Usir usir, usir komunis, usir komunis sekarang juga," sorak massa aksi di depan Kedubes China, Kuningan, Jakarta

Jum'at, 21/12/2018 17:01 0

Close