... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

ACT Bentuk Tim untuk Buka Jalur Bantuan ke Muslim Uighur

Foto: Aksi Cepat Tanggap (ACT)

KIBLAT.NET, Jakarta – Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan mengirim tiga tim untuk membuka jalur bantuan ke etnis Uighur yang sedang didiskriminasi oleh Pemerintah China. Tim pertama akan dikirim ke Turki, Tim kedua akan dikirim ke China, lalu tim ketiga dikirim ke Kazakhstan.

Hal itu diungkapkan Syuhelmaidi Syukur, Senior Vice President ACT usai menjadi pembicara dalam Diskusi “Mengungkap Fakta Pelanggarn HAM Terhadap Etnis Uighur” di Jakarta, Kamis (20/12/2018). Ia menjelaskan, ketiga tim yang dikirim akan berfokus kepada mencari informasi dan menjalin kerjasama untuk memberikan bantuan kepada Etnis Uighur.

“Untuk kasus Uighur ini kita langsung mengirim tiga tim. Pertama, tim ke Turki yang paling mudah dijangkau, dan kita sudah aksi sejak tahun lalu, memberikan beasiswa kepada 100 mahasiswa Uighur yang ada disana. Dan itu akan kita lanjutkan lagi prosesnya, sekaligus kita juga sedang mencari informasi aksi apa yang bisa kita lakukan di Uigur di China itu sendiri,” ujarnya kepada Kiblat.net.

Sedangkan tim yang akan diberangkatkan ke China, saat ini prosesnya sedang dalam tahap mengurus visa. Syuhel menjelaskan, tim itu diberangkatkan untuk bisa mengakses informasi sekaligus juga kemitraan. Serta membuka jalan bagi lembaga kemanusiaan Indonesia untuk melakukan aksi kemanusiaan pada etnis Uigur yang ada di Xinjiang atau di Turkistan Timur.

“Lalu tim ketiga, kita mengirim ke Kazakhstan dan Dirgistan, karena itu perbatasan yang paling dekat dengan Uighur dan memang seacara etnis hampir mirip. Karena mereka juga berada di etnis Turkistan. Di Kazakhstan kita sudah ada mitra kurban, tentu melalui mereka kita menjajaki kerjasama. ada duaratus ribu pengungsi Uighur yang ada disana,” ujarnya.

BACA JUGA  Selama Ramadhan, IZI Targetkan Penyaluran 15 Ribu Paket Bantuan

Ia menjelaskan, ketiga tim ini menjadi andalan ACT untuk membuka jalan untuk aksi kemanusiaan. Syuhel pun membandingkan kondisi Uighur dengan rakyat Rohingya. Ia mengakui informasinya tidak segamblang dan sebanyak Rohingnya, yang jumlah pengungsinya mencapai satu juta pengungsi di Bangladesh.

“Sebelumnya ada kasus pengusiran besar-besaran di Rakhine State sendiri juga sudah banyak pengungsi, dan itu masyarakat dunia sudah tau. Tapi kalau di Xinjiang, kita harus bekerja keras, untuk mendapatkan data sekaligus mendapatkan lokasi dimana mereka berada,” jelasnya.

Syuhel juga berharap, ketika tim ini bisa membuka jalur, sehingga kedepannya akan dikirim juga tim-tim kemanusiaan lainnya supaya bisa masuk ke wilayah Uighur.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Myanmar

Myanmar Luncurkan Operasi Militer Baru terhadap Muslim Rohingya

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di situs resmi, Kantor Panglima Militer Myanmar Min Aung Helang mengumumkan bahwa pasukan keamanan mulai bergerak lagi dan meluncurkan "operasi pembersihan" di daerah Mongdao.

Jum'at, 21/12/2018 11:23 0

Amerika

Trump Juga Dikabarkan Tarik Mayoritas Tentara dari Afghanistan

“Putusan ini sudah diambil (Trump). Akan ada penarikan penting,” kata sumber yang meminta tidak menyebutkan namanya itu.

Jum'at, 21/12/2018 10:50 0

Video Kajian

Inilah Gagasan dan Perjuangan Tjokroaminoto yang Jarang Diketahui Umat.

KIBLAT.NET- HOS Tjokroaminoto adalah tokoh yang cukup berperan besar dalam sejarah politik dan organisasi Islam...

Jum'at, 21/12/2018 08:57 0

Prancis

Prancis Tetap di Suriah Meski AS Menarik Pasukannya

"Perang melawan terorisme belum berakhir dan masih berlangsung," kata Menteri Perancis untuk Urusan Eropa, Nathalie Loazou, dalam wawancara dengan CNN Prancis pada Kamis.

Jum'at, 21/12/2018 08:19 0

Afghanistan

Taliban Jelaskan Substansi Negosiasi dengan AS di Abu Dhabi

Taliban juga menuntut diakhirinya serangan udara tanpa pandang bulu dan perlakuan terhadap keluarga mereka serta warga sipil yang terluka akibat serangan udara AS.

Jum'at, 21/12/2018 07:58 0

Video News

Bagaimana Keadaan Muslim Uighur? Ini Jawaban Ust. Bachtiar Nasir.

KIBLAT.NET-  Pada, Kamis , 20 Desember 2018 MIUMI menggelar Rapat Terbuka Aksi Bela Muslim Uighur...

Kamis, 20/12/2018 22:12 0

Video News

Ini Pesan Ust. Bachtiar Nasir untuk Aksi Bela Muslim Uighur Besok.

KIBLAT.NET- Pada Kamis, 20 Desember 2018 MIUMI menggelar Rapat Terbuka Aksi Bela Muslim Uyghur oleh...

Kamis, 20/12/2018 21:11 0

Manhaj

Poligami, Ijma Ulama yang Digugat PSI

Masih lekat diingatan pidato Grace Natalie yang menggebu-gebu melarang seluruh kadernya untuk melakukan poligami, bahkan Sis Grace juga berjanji akan memperjuangkan pelarangan poligami jika partainya lolos.

Kamis, 20/12/2018 21:08 0

Tazkiyah

Kisah Orang Buta Pembawa Lentera

" Wahai orang buta. Malam hari dan siang hari sama saja bagimu. Apakah manfaat lampu itu?"

Kamis, 20/12/2018 15:30 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Peduli Muslim Uighur

Khutbah Jumat: Peduli Muslim Uighur

Kamis, 20/12/2018 14:13 0

Close