... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pakar Ilmu Politik: Indonesia Harus Nyatakan Diskriminasi Muslim Uighur Langgar HAM

Foto: Dr. Mohammad Nasih, Dosen Pascasarjana Ilmu Politik UI.

KIBLAT.NET, Jakarta – Pakar Ilmu Politik, Dr. Mohammad Nasih menyayangkan penindasan yang dilakukan Pemerintah China terhadap muslim Uighur. Menurut Nasih, di era modern ini sudah semestinya setiap negara memberikan kebebasan kepada warga negaranya untuk memeluk dan menjalankan agama atau kepercayaan mereka.

“Bahkan lebih bagus lagi jika negara menjamin pelaksanaan ibadah mereka agar seluruh warga negara merasa nyaman dan bisa berkontribusi optimal untuk negara.” Ujar Nasih kepada Kiblat.net melalui WhatsApp pada Selasa (18/12/2018).

Menurut Nasih, ketika cara tersebut ditempuh, negara akan menjadi tentram, bebas dari saling curiga dan konflik. Nasih menambahkan bahwa perbedaan pemahaman serta pandangan bisa didialogkan untuk mencapai titik temu, bukan dengan melakukan represi terhadap mereka yang berbeda dan sedang tidak berkuasa.

Dalam pandangan dosen yang juga hafidh Al-Quran tersebut, di era keterbukaan dengan fasilitas internet serta medsos ini telah memudahkan masyarakat dunia untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di seluruh penjuru bumi, walaupun sebelumnya ditutup-tutupi.

Karena itu, sebaiknya dan sudah seharusnya Pemerintah China menghentikan tindakan diskriminatif dan represif terhadap kaum Uighur. Karena mereka juga warga negara yang seharusnya diperlakukan dengan adil.

“Pengelolaan kebhinnekaan (keberagaman-red) harus dilakukan dengan cara-cara persuasif, dengan terus menumbuhkan kesadaran sebagai warga negara. Penggunaan kekerasaan hanya akan menimbulkan dendam yang menyebabkan konflik berkepanjangan, bahkan tiada henti.” Imbuhnya.

BACA JUGA  Tanggapi Wamenag, Sekjen MUI: Yang Timbulkan Kontroversi Salam Lintas Agama

Adapun tentang langkah politik yang sebaiknya ditempuh Pemerintah Indonesia terkait masalah ini, Nasih melihat bahwa Pemerintah Indonesia bisa mengeluarkan pernyataan sikap bahwa represi terhadap muslim Uighur telah melanggar HAM. Di samping itu, Pemerintah juga bisa menggalang dukungan negara-negara anggota OKI untuk melakukan pembelaan kepada muslim Uighur.

“Langkah Pemerintah minimal haruslah langkah politik diplomatik.” Tandas pria yang juga Dosen Pascasarjana Ilmu Politik UI ini.

Reporter: Rusydan
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Zoom In: Selain Jalan Gubeng Surabaya, Inilah 5 Tanah Amblas Paling Mengerikan

KIBLAT.NET- Baru-baru ini, kita dihebohkan dengan amblasnya jalan Gubeng di Surabaya atau disebut juga dengan...

Rabu, 19/12/2018 19:57 0

Suriah

Milisi Iran Rombak Masjid Jami’ Umar bin Khattab Jadi Husainiyah Syiah

Masjid itu berada di Deir Zour, Suriah

Rabu, 19/12/2018 16:07 0

Munaqosyah

Dipaksa Kafir, Bagaimana Status Keimanan Muslim Uighur?

Berbagai cara dilakukan oleh pemerintah Cina untuk memaksa Muslim Uighur kafir. Mereka yang terpaksa kafir bagaimana status keimanan mereka? Adakah uzur bagi mereka?

Rabu, 19/12/2018 16:00 0

Khazanah

Sejarah Perayaan Tahun Baru Bangsa Kuno

Tidak hanya pada zaman modern ini, ternyata perayaan tahun baru, juga dilakukan oleh bangsa-bangsa kuno. Perayaan bangsa kuno terhadap tahun baru, memberi tashowwur tentang hakikat tahun baru itu sendiri. Sehingga kita bisa mendudukkannya sesuai dengan kaca mata Islam memandang.

Rabu, 19/12/2018 14:43 0

Video News

Bela Uighur, PB HMI Geruduk Kedubes China dan Kemenlu RI.

KIBLAT.NET- Pada Selasa, 18 Desember 2018, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) secara serentak se-Indonesia...

Rabu, 19/12/2018 13:00 0

Fikih

Hukum Merayakan Tahun Baru dalam Islam

Perayaan tahun baru seolah menjadi budaya tahunan di Indonesia. Tumpah ruah muda-mudi di jalanan menghitung mundur tahun baru seolah menjadi rutinitas tahunan. Bagaimana hukum merayakan tahun baru dalam Islam?

Rabu, 19/12/2018 13:00 0

Video News

Jalan Gubeng Surabaya Ambles, Apa Sebabnya?

KIBLAT.NET- Jalan Gubeng, sebagai jantung kota Surabaya ini mendadak ambles. Sehingga mobil maupun kendaraan beroda...

Rabu, 19/12/2018 11:46 0

Afrika

Prancis Enggan Tambah Tentara untuk Misi “Anti Teror” di Burkina Faso

Macron menambahkan bahwa pihaknya hanya akan menambah bantuan pelatih dan penasihat militer serta peralatan tempur.

Rabu, 19/12/2018 09:37 0

Eropa

Sang Imam Diduga Kirim Dana ke Gerilyawan Suriah, Masjid di Berlin Digeledah

Abu Al-Bara dikenal sangat aktif berdakwah. Ia kerap menggelar safari dakwa ke kota-kota Jerman. Sejumlah dialog dakwah dengan non-muslim juga pernah ia selenggarakan.

Rabu, 19/12/2018 08:49 0

Afghanistan

Taliban Bantah Pemberitaan Reuters Mengenai Tema Negosiasi di Abu Dhabi

Taliban dan AS menggelar pembicaraan langsung di Abu Dhabi sejak Senin.

Rabu, 19/12/2018 07:55 0

Close