Taliban Bantah Pemberitaan Reuters Mengenai Tema Negosiasi di Abu Dhabi

KIBLAT.NET, Abu Dhabi – Imarah Islam Afghanistan (Taliban), Selasa (18/12), membantah seluruh pemberitaan Reuters mengenai bocoran pembicaraan negosiasi antara delegasinya dan Amerika Serikat di Abu Dhabi. Pemberitaan kantor berita internasional itu disebut berita palsu dan tidak benar.

Dalam pemberitaanya, Reuters menyandarkan pada sumber-sumber anonim yang disebutnya pejabat Taliban dalam pemberitaan negosiasi di Abu Dhabi. Sementara Taliban menegaskan bahwa sumber-sumber itu tidak dikenal dan memiliki dimensi intelijen sehingga tak layak dipercaya.

Reuters menyebut, pembicaraan yang dimulai sejak Senin lalu itu fokus pada gencatan senjata selama enam bulan dan penunjukkan perwakilan Taliban dalam pemerintahan sementara serta pemilu.

Taliban menegaskan bahwa pemberitaan Reuters sejak Selasa mengenai bocoran pembicaraan tidak benar dan palsu. Gerakan itu menegaskan bahwa pembicaraan fokus pada mengakhiri penjajahan dan intervensi AS di Afghanistan.

“Tidak ada pembahasan lainnya seperti pembentukan pemerintah sementara, gencatan senjata, pemlu atau lainnya. Penjajahan AS merupakan fokus pembicaraan,” tegas jubir Taliban Zabihullah Mujahid dalam pernyataan yang dirilis melaui Channel Telegram, Selasa.

Dalam pernyataan terpisah, Mujahid menjelaskan bahwa pembicaraan fokus membahas keluarnya pasukan asing dari Afghanistan dan agresi AS dan sekutunya. Sementara Negara-negara yang terlibat dalam pembicaraan—Pakistan, Saudi dan Uni Emirat Arab— saling bertukar pendapat mengenai rekonstruksi Afghanistan dan pasukan keamanan.

Taliban yang diwakili para pejabat kantor biro politiknya di Qatar dan delegasi Departemen Luar Negeri AS, Zamly Khalilzad, Senin lalu, memulai putaran negosiasi di Abu Dhabi. Pembicaraan ini dijadwalkan berlangsung tiga hari.

Pemerintah Kabul tak terlibat sedikitpun dalam negosiasi ini. Taliban sendiri menolak bernegosiasi dengan pemerintah karena dianggap hanya membuang-buang waktu. Taliban hanya ingin menyelesaikan masalah Afghanistan dengan otak penyebab kehancuran Negara itu.

Pembicaraan ini sendiri masih berlangsung. Mujahid menjanjikan keterangan resmi mengenai kesepakatan-kesepakatan yang ditandatangani.

Sumber: Reuters, Channel Imarah Islam
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat