... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Perundingan Langsung Taliban-AS Dimulai

Foto: Delegasi Taliban saat menghadiri konferensi di Moskow beberapa bulan lalu [foto: Reuters]

KIBLAT.NET, Abu Dhavi – Gerakan Taliban Afghanistan dan Amerika Serikat mulai menggelar perundingan resmi pada Senin (17/12). Perundingan yang tidak melibatkan pemerintah Afghanistan dan dihadiri sejumlah Negara ini digelar di Uni Emirat Arab (UEA).

Juru bicara Taliban, Zabihulah Mujahidn, mengonfirmasi bahwa pembicaraan ini dihadiri delegasi Arab Saudi, Pakistan dan UEA. Perundingan langsung ini diawali oleh dua rangkaian pertemuan awal antara Taliban dan utusan khusus AS, Zalmay Khalilzad, di Qatar.

Kantor berita Reuters mengatakan bahwa Kedutaan AS di Kabul menolak untuk mengonfirmasi pertemuan ini.

Anggota senior Taliban di Afghanistan mengatakan, perundingan akan berlangsung selama tiga hari. Pembicaraan akan dihadiri oleh para pejabat Taliban yang bertugas di kantor biro politiknya di Qatar dan ditambah dua perwakilan Mullah Yaqoub, putra tertua pendiri Taliban Mullah Mohammad Omar.

Sumber-sumber Taliban, yang meminta tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa Mullah Yaqoub diwakili dua saudara iparnya, Mullah Siddiqullah dan Mullah Amir Khan Mottaki.

Meskipun pemerintah Afghanistan tidak ambil bagian secara langsung dalam perundingan ini, penasihat keamanan nasional Afghanistan Hamdallah Mehib mengatakan sebuah tim dari Kabul bertemu dengan pejabat AS dan Saudi di UAE pada Ahad.

Selain kontak langsung dengan Taliban, para pejabat AS telah meningkatkan upaya mereka untuk mendapat dukungan dari negara-negara termasuk Pakistan dan Arab Saudi.

Pertemuan itu dilakukan sebagai upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik Afghanistan. Sejauh ini, Taliban menolak segala perundingan dengan pemerintah Kabul yang didukung Barat karena dianggap tidak sah. Taliban hanya ingin berunding dengan AS.

BACA JUGA  Unit Militer Afghanistan Bentukan CIA Praktikkan Pembantaian dan Pelanggaran HAM

Taliban, yang digulingkan dari kekuasaan pada 2001, mengatakan kehadiran pasukan internasional di Afghanistan adalah penghalang utama bagi perdamaian. Meskipun upaya perdamian ini telah bergulir, pertempuran masih berlangsung.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Farid A. Okbah, MA: Inilah 3 Jenis Ulama.

Menurut Ust. Farid A. Okbah, MA, Ulama dibagi menjadi 3 jenis. Apa saja? Yuk kita...

Senin, 17/12/2018 11:15 0

Video News

Sekum PP Muhammadiyah: Politik Indonesia Dipenuhi Politik Entertainment

KIBLAT.NET- Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’thi mengkritisi perdebatan kandidat politik jelang Pemilu 2019, yang...

Senin, 17/12/2018 09:49 0

Indonesia

Syam Tidak Dilupakan

Allah menjanjikan kemuliaan bagi Syam di akhir zaman

Senin, 17/12/2018 09:11 0

Indonesia

Taubat Jadi Anak Jalanan, Bocah 14 Tahun Ini Ingin Banggakan Orang Tua

Dimas Ramadhan, teman sekitarnya biasa memanggilnya Dimas. Meski baru berumur 14 tahun, tampilannya tak seperti bocah seumurannya

Ahad, 16/12/2018 16:46 0

Indonesia

Diruqyah Tim Tasawuf Underground, Puluhan Anak Punk dan Jalanan Muntah

Di tengah-tengah dinginnya cuaca pada pukul 6:30 pagi, Kominitas Tasawwuf Underground melakukan kegiatan ruqyah masal bagi anak-anak punk dan jalanan

Ahad, 16/12/2018 16:24 0

Artikel

Menyudutkan Islam atas Nama Toleransi

Atas nama toleransi, mereka mencoba untuk membuat kabur batasan-batasan Allah sedikit demi sedikit. Bahkan, tak jarang mereka menggunakan dalil-dalil syar’i untuk memperkuat argumentasi mereka.

Ahad, 16/12/2018 12:50 1

Opini

Akankah Hukum Menyala Kepada La Nyalla?

Tak berlangsung lama pasca videonya yang mendukung Jokowi viral, La Nyalla blak-blakan soal pengakuannya yang menyebarkan isu bahwa Jokowi adalah PKI saat Pilpres 2014.

Sabtu, 15/12/2018 16:13 0

Indonesia

Tasawuf Underground Gelar Tadabur Alam Bersama Anak Punk dan Jalanan

Komunitas Tasawwuf Underground menggelar acara tadabur alam bersama anak-anak punk dan jalanan di Nusantara Organik SRI Center (NOSC) Sukabumi.

Sabtu, 15/12/2018 13:09 0

Indonesia

Kisah Adi, Pria yang Hijrah Setelah Menjadi Punk 15 Tahun

Adi, lelaki usia 33 tahun ini bertaubat setelah menjadi punk selama 15 tahun

Sabtu, 15/12/2018 12:21 0

Indonesia

Baru Sepuluh Hari, Kemendagri Cabut Aturan Berpakaian ASN

Setelah berjalan sepuluh hari sejak ditandatangai pada 4 Desember lalu, Inmendagri tentang hal yang mengatur tentang cara berpakaian ASN di lingkungan Kemendagri dicabut

Jum'at, 14/12/2018 18:21 0

Close