... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Syam Tidak Dilupakan

Foto: Kajian Kemuliaan Negeri Syam dan penggalangan dana Kemanusiaan untuk Suriah dan Palestina di Masjid Al Amin, Godean, Sleman, Yogyakarta, Sabtu malam (15-12-2018)

KIBLAT.NET, Sleman – Cuaca dingin menyelimuti Yogyakarta raya, Sabtu (15/12/2018) malam, setelah hujan turun sedari siang. Sepi lalu lalang kendaraan di jalanan yang kala itu dipenuhi genangan.

Pemandangan berbeda terlihat di Masjid Al Amin, Sidoarum, Godean, Sleman sepelas Isya. Banyak mobil dan sepeda motor terparkir di halaman masjid besar dengan dua lantai itu. Pasti, para pemilik kendaraan tersebut terlebih dahulu menerjang hujan lebat sebelum sampai ke tempat itu.

Suasana gemuruh hujan di luar, kontras dengan pemandangan di dalam masjid. Ruangan utama di lantai satu masjid nyaris penuh jemaah lelaki dan perempuan. Mereka khusyu memperhatikan ceramah Ustaz Fahrurozi Abu Syamil.

Dai asal kota Yogyakarta menyampaikan tausiyah tentang kondisi kaum muslimin di Bumi Syam. Sesekali dia menampilkan foto kondisi warga Suriah melalui sorotan proyektor, mengiringi penjelasannya tentang pengalaman mengirimkan bantuan untuk warga Suriah, bersama lembaga kemanusiaan Syam Organizer.

Ustadz Rozi menyebut bulan-bulan ini adalah masa terberat bagi penduduk Suriah yang tengah berada di pengungsian. Jamak diketahui perang dan krisis kemanusiaan yang terjadi akibat kezaliman rezim Bashar Assad memaksa jutaan warga Suriah mengungsi dan tinggal di kamp-kamp pengungsian dengan kondisi memprihatinkan. Mereka tinggal di tenda-tenda ala kadarnya saat menghadapi musim dingin. Situasi serupa juga menimpa pengungsi Palestina, sesama penduduk Syam.

Pada awal musim dingin suhu di wilayah pengungsian bisamencapai minus 9 derajat celcius. Berdasarkan pengalamannya, suhu puncak musim dingin bisa mencapai minus 21 derajat celcius. “Domba di suhu itu mati berdiri, dan kaum muslimin tinggalnya di kemah-kemah,” ungkapnya dalam acara yang diinisiasi Syam Organizer bekerjasama dengan Takmir Masjid Al Amin.

Dinginnya cuaca Yogyakarta raya malam itu tak seberapa dibanding musim dingin di Syam. Menurut Ustaz Rozi meski telah memakai jaket tebal rangkap empat, suhu dingin masih menembus tubuh. Kala itu musim dingin membuat dia hanya mandi sekali dalam sebulan.”Bayangkan kaum muslimin yang ada di bawah tenda,” lanjutnya.

BACA JUGA  Koalisi Masyarakat Sipil Canangkan 11 April Sebagai Hari Teror Pemberantasan Korupsi

Hal paling memprihatinkan dialami anak-anak pengungsi. Kemelaratan menjadi keniscayaan ketika mereka memutuskan lari dari kecamuk konflik, dan di saat yang sama harga-harga barang kebutuhan begitu melangit. Tragisnya, tak ada satu pun negara di dunia yang menyatakan memberikan dukungan secara resmi kepada mereka. “Di kamp-kamp pengungsian kemaluan bayi-bayi kaum muslimin membusuk, karena setiap pekan baru ganti pampers,” kata Ustaz Rozi.

Menyimak penjelasan itu, Adin hanya bisa tertegun di antara jamaah Masjid Al Amin yang lain. Mahasiswa kampus swasta di Yogyakarta itu menyebut kaum muslimin tak banyak yang tahu fakta-fakta seperti yang dijelaskan Ustaz Rozi, lebih-lebih kaum mudanya. Dia pun mengapresiasi upaya Syam Organizer dalam mensosialisasikan krisis yang dihadapi warga Suriah, dan penduduk Syam pada umumnya. “Saya kira ini usaha yang cukup maksimal untuk menjelaskan kondisi kaum muslimin di Syam,” ujar Adin.

Sementara, minimnya informasi yang menjelaskan kondisi riil yang dialami umat Islam di Syam disayangkan Taha. Menurutnya, hal itu jadi penyebab ketidak pedulian masyarakat. Pria sepuh itu sadar informasi semacam itu tak mungkin didapatkan dari media arus utama. Harapan tinggal ditujukan kepada pihak-pihak yang terikat dengan Syam, seperti NGO-NGO yang peduli, dai, tokoh-tokoh, dan media Islam.

“Jika informasi itu ter-update dengan baik, saya yakin umat Islam akan mudah memberikan bantuan,” tukasnya.

Argumen itu dilontarkan Taha merujuk pada sikap yang ditunjukkan umat Islam Indonesia saat terjadi kasus penistaan agama, yang terinformasikan dengan baik. Merespon kasus itu, kaum muslimin begitu mudah mengeluarkan hartanya, hingga terkumpul dana dalam jumlah besar. Uang yang beredar saat rangkaian aksi yang merespon penistaan agama disebut mencapai triliunan rupiah.

BACA JUGA  PP Muhammadiyah Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Hasil Hitung Cepat

Kegiatan di Masjid Al Iman, Godean diakhiri dengan penggalangan dana kemanusiaan, dan terkumpul dana tak kurang dari Rp 5 juta. Syam Organizer akan menyalurkan dana yang terkumpul akan disalurkan untuk warga Suriah dan Palestina, yang tengah dilanda krisis kemanusiaan.

Syam Organizer adalah satu dari sedikit lembaga kemanusiaan yang menaruh perhatian serius terhadap krisis kemanusiaan di wilayah Syam. Di sisi lain, krisis yang dihadapi kaum muslimin Syam hari ini memang tak jadi perhatian utama umat Islam dunia. Pasalnya, di saat yang sama kondisi muslim Rohingya di Myanmar tengah jadi sorotan. Penindasan yang dialami muslim Uighur oleh penguasa Cina juga menyita perahatian.

Syam Organizer sejak empat tahun lalu memfokuskan diri untuk terlibat dalam misi kemanusiaan di wilayah Syam, yang mencakup Suriah, Palestina, Yordania, dan Lebanon. Hingga kini mereka masih konsisten menjalankan misi kemanusiaan dengan beragam program. Sementara, untuk misi kemanusiaan di wilayah lain mereka membuat sayap organisasi bernama Sahabat Syam.

Koordinator Syam Organizer wilayah Sleman, M. Sulkhan menuturkan pihaknya masih rutin mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina dan Suriah. Setiap empat bulan sekali mereka rutin menjalankan misi kemanusiaan ke Syam. Memasuki musim Syam Organizer kembali mengampanyekan misi kemanusiaan Winter Aid Project. Melalui kampanye itu, masyarakat Indonesia diajak untuk membantu pengungsi Suriah dan Palestina dalam menghadapi musim dingin.

“Misinya menghangatkan penduduk Syam jangan sampai mereka beku,” ungkapnya.

Baca halaman selanjutnya: Syam Pusat Kejayaan Islam di...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Malaysia

Australia Akui Al-Quds Ibukota Israel, Begini Tanggapan Tegas Malaysia

Ia mengatakan bahwa pengakuan tersebut bukan hak Negara-negara.

Senin, 17/12/2018 08:07 0

Suriah

Presiden Sudan Umar Bashir Kunjungi Bashar Assad

Ia menjadi presiden negara Arab pertama yang mengunjungi rezim pembantai ratusan ribu rakyatnya itu.

Senin, 17/12/2018 07:27 0

Iran

Jenderal Tinggi Iran Tewas Tertembak Senjata Sendiri

Ia tertembak pistolnya sendiri di kepala. Saat itu, ia sedang memberihkan senjata pribadi

Senin, 17/12/2018 06:49 0

Afghanistan

Serangan Pasukan Afghanistan Tewaskan 20 Warga Sipil

Delapan wanita dan 12 anak tewas dan lebih dari 15 warga sipil terluka dalam serangan itu.

Ahad, 16/12/2018 13:13 0

Artikel

Menyudutkan Islam atas Nama Toleransi

Atas nama toleransi, mereka mencoba untuk membuat kabur batasan-batasan Allah sedikit demi sedikit. Bahkan, tak jarang mereka menggunakan dalil-dalil syar’i untuk memperkuat argumentasi mereka.

Ahad, 16/12/2018 12:50 0

Afrika

Protes Pemerintah, Warga Tunisia Gunakan Simbol “Rompi Merah”

Pendiri kampanye, Riyad Jarad, pada Jumat (14/12/2018) lalu, mengatakan pada konferensi pers baru-baru ini bahwa inisiatif tersebut terinspirasi dari protes “Rompi Kuning” Perancis.

Ahad, 16/12/2018 10:51 0

Opini

Akankah Hukum Menyala Kepada La Nyalla?

Tak berlangsung lama pasca videonya yang mendukung Jokowi viral, La Nyalla blak-blakan soal pengakuannya yang menyebarkan isu bahwa Jokowi adalah PKI saat Pilpres 2014.

Sabtu, 15/12/2018 16:13 0

Turki

Setelah Ancam Milisi Kurdi Suriah, Erdogan dan Trump Bertelepon

“Kedua kepala Negara sepakat memastikan kerja sama yang lebih efektif untuk Suriah,” kata pernyataan kantor kepresidenan Turki.

Sabtu, 15/12/2018 09:19 0

Video News

Zoom In : Sendiri Dalam Keramaian Reuni 212

KIBLAT.NET- Reuni 212 memang sudah berlalu, namun kehangatannya masih terasa. Ada banyak kenangan yang sulit...

Jum'at, 14/12/2018 15:54 0

Analisis

Jurnal Syamina: Membajak Islam, Menjinakkan Muslim

“Singkatnya, kita harus memecah belah Islam… melemahkan Islam, membuatnya gelisah, mematikannya, dan menjadikannya tidak mampu bangkit selamanya." (Bernard Carra de Vaux, Orientalis Prancis)

Jum'at, 14/12/2018 13:13 0

Close