... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taubat Jadi Anak Jalanan, Bocah 14 Tahun Ini Ingin Banggakan Orang Tua

Foto: Dimas, mantan anak jalanan

KIBLAT.NET, Sukabumi – Dimas Ramadhan, teman sekitarnya biasa memanggilnya Dimas. Meski baru berumur 14 tahun, tampilannya tak seperti bocah seumurannya. Rambut sudah diberi warna hijau, hidung dipasang tindik, dan tatto menempel di lengan kanan.

Bocah lelaki dari pasangan suami istri Jajang dan Nining Daningsih ini ditinggal ayahandanya sejak dia duduk di bangku kelas 4 SD di Banjaran, Bandung.

Dimas pergi meninggalkan kediamannya sejak lulus SD, dia mengaku pergi berkelana bersama teman yang mengajaknya (Awiw) dia bukan pergi tinggalkan kediamannya karena broken home, namun dia merasa bosen dengan kehidupan bocah yang monoton.

“Bosan hidup gini-gini aja, paling hanya main,” ucapnya saat ditemui Kiblat.net di Sukabumi pada Ahad (16/12/2018).

Bercerita sambil memainkan biawak warna kuning kehitam-hitaman yang diikatnya dengan tali rapia, ia memaparkan bahwa dirinya sudah berkelana ke beberapa tempat di pulau jawa, diantaranya Salatiga, Solo, Jogja, Bandung, Jakarta, Sukabumi.

Dimas mengaku berbagai minuman keras sudah dia rasakan. Dan efek terberat yang dia rasakan adalah tidak sadarkan diri selama beberapa jam dan sadarkan diri dalam keadaan berlumuran muntahnya sendiri.

Gue muntah pas lagi nggak sadar, bangun tau-tau kepala udah berlumuran muntah, ya gue mandi langsung,” jelasnya.

Dua tahun hidup dijalanan sebagai anak punk, Dimas menghidupi dirinya dengan mengamen, dan terkadang dia memungut makanan sisa dari tong sampah.

BACA JUGA  Munarman: Kami Akan Terus Berjuang Pulangkan Habib Rizieq

Gue pernah mungut dari tong sampah. Gue lebih suka mungut sampah daripada minta-mita,” ungkapnya.

Alhamdulillah setelah 2 tahun menjadi punk, Allah gerakkan hatinya untuk kembali kejalan-Nya, menjadi anak yang sholeh. Menurutnya dia punya prinsip tidak ingin merepotkan orang tua, namun diapun sadar jalan punknya bukan cara yang baik untuk hidup mandiri.

Akhirnya di baru menemukan titik terangnya ketika singgah di Tebet, Jakarta Selatan. Awalnya dia hanya gabung anak-anak punk tebet yang lain, namun ketika dia singgah ke kolong jembatan Tebet, dia melihat kumpulan Anak-anak punk yang sedang mengaji bersama Komunitas Tasawuf Underground. Akhirnya dia pun ikut tanpa basa-basi.

Kini dia aktif mengikuti agenda-agenda yang ada di komunitas muslim ini, dan dia begitu berharap kelak dirinya bisa menjadi anak yang berguna untuk agama dan bangsa.

“Alhamdulillah sekarang udah jelas kalau mau ngapa-ngapain. Pengen menjadi orang yang berguna dan pengen banggakan orang tua,” pungkasnya.

Reporter: Syuja’ Asadullah
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Serangan Pasukan Afghanistan Tewaskan 20 Warga Sipil

Delapan wanita dan 12 anak tewas dan lebih dari 15 warga sipil terluka dalam serangan itu.

Ahad, 16/12/2018 13:13 0

Artikel

Menyudutkan Islam atas Nama Toleransi

Atas nama toleransi, mereka mencoba untuk membuat kabur batasan-batasan Allah sedikit demi sedikit. Bahkan, tak jarang mereka menggunakan dalil-dalil syar’i untuk memperkuat argumentasi mereka.

Ahad, 16/12/2018 12:50 0

Afrika

Protes Pemerintah, Warga Tunisia Gunakan Simbol “Rompi Merah”

Pendiri kampanye, Riyad Jarad, pada Jumat (14/12/2018) lalu, mengatakan pada konferensi pers baru-baru ini bahwa inisiatif tersebut terinspirasi dari protes “Rompi Kuning” Perancis.

Ahad, 16/12/2018 10:51 0

Opini

Akankah Hukum Menyala Kepada La Nyalla?

Tak berlangsung lama pasca videonya yang mendukung Jokowi viral, La Nyalla blak-blakan soal pengakuannya yang menyebarkan isu bahwa Jokowi adalah PKI saat Pilpres 2014.

Sabtu, 15/12/2018 16:13 0

Turki

Setelah Ancam Milisi Kurdi Suriah, Erdogan dan Trump Bertelepon

“Kedua kepala Negara sepakat memastikan kerja sama yang lebih efektif untuk Suriah,” kata pernyataan kantor kepresidenan Turki.

Sabtu, 15/12/2018 09:19 0

Video News

Zoom In : Sendiri Dalam Keramaian Reuni 212

KIBLAT.NET- Reuni 212 memang sudah berlalu, namun kehangatannya masih terasa. Ada banyak kenangan yang sulit...

Jum'at, 14/12/2018 15:54 0

Analisis

Jurnal Syamina: Membajak Islam, Menjinakkan Muslim

“Singkatnya, kita harus memecah belah Islam… melemahkan Islam, membuatnya gelisah, mematikannya, dan menjadikannya tidak mampu bangkit selamanya." (Bernard Carra de Vaux, Orientalis Prancis)

Jum'at, 14/12/2018 13:13 0

Suara Pembaca

Ada Ibroh di Balik Reuni Akbar 212

Gelombang manusia yang hadir pada acara reuni 212 yang digelar pada hari minggu kemarin di Monas telah membuka mata dunia bahwa ikatan yang terjalin adalah ikatan akidah semata.

Jum'at, 14/12/2018 11:15 0

Palestina

Tusuk Dua Polisi Penjajah Israel, Pemuda Palestina Gugur

Ia gugur tertembak.

Jum'at, 14/12/2018 09:23 0

Yordania

PBB Bantah Kepulangan Mayoritas Pengungsi Suriah di Yordania

KIBLAT.NET, Amman – Badan Pengungsi PBB (UNHCR) di Yordania membantah laporan sejumlah besar pengungsi Suriah...

Jum'at, 14/12/2018 08:49 0

Close