... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Setelah Ancam Milisi Kurdi Suriah, Erdogan dan Trump Bertelepon

Foto: Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan/ilustrasi

KIBLAT.NET, Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden AS Donald Trump, Jumat (14/12), sepakat menjalin hubungan kerja sama lebih efektif di Suriah. Kesepakatan ini dicapai melalui sambungan telepon setelah Turki mengancam akan menyerang milisi Kurdi, sekutu AS, di timur Sungai Efrat Suriah.

“Kedua kepala Negara sepakat memastikan kerja sama yang lebih efektif untuk Suriah,” kata pernyataan kantor kepresidenan Turki.

Pernyataan itu menambahkan bahwa kesepakatan ini terjalin setelah Erdogan berjanji meluncurkan operasi militer menargetkan milisi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi di Suriah.

Ankara minilai milisi Kurdi sekutu AS itu bagian dari milisi Kurdi PKK yang masuk dalam daftar teroris Turki.

Sumber-sumber Turki menambahkan bahwa Erdogan menyampaikan kekhawatiran kepada Trump terkait masalah keamanan Turki karena keberadaan milisi PKK di perbatasan.

Dukungan AS terhadap Kurdi di Suriah merenggangkan hubungan AS dan Turki, yang sama-sama masuk dalam koalisi NATO. Kedua Negara kerap bersitegang namun akhirnya berakhir di bawah kesepakatan dan kesepahaman. Turki memainkan peran politiknya untuk mencapai kepentingan di Suriah.

Sumber: Shaam Network
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Baru Sepuluh Hari, Kemendagri Cabut Aturan Berpakaian ASN

Setelah berjalan sepuluh hari sejak ditandatangai pada 4 Desember lalu, Inmendagri tentang hal yang mengatur tentang cara berpakaian ASN di lingkungan Kemendagri dicabut

Jum'at, 14/12/2018 18:21 0

Indonesia

Nasir Djamil Minta Separatis Papua Ditangani Sesuai UU Terorisme

Nasir Djamil Minta Separatis Papua Ditangani Sesuai UU Terorisme

Jum'at, 14/12/2018 17:52 0

Indonesia

Terkait Penindasan Rohingya, Permabuddhi Sebut Biksu Wirathu Ekstremis

Prof Philip K. Widjaja membenarkan bahwa junta militer Myanmar telah melakukan kekerasan terhadap etnis minoritas Muslim Rohingya.

Jum'at, 14/12/2018 16:52 0

Indonesia

Pengamat Nilai Publik Sudah Kritis Sikapi Isu Terorisme

Pengamat terorisme dan Intelijen, Harist Abu Ulya mengatakan bahwa publik saat ini kritis terhadap isu terorisme.

Jum'at, 14/12/2018 16:26 0

Indonesia

Pengamat: Peringatan Dini Terorisme dari Polri Bikin Publik Cemas

dalam isu terorisme, pernyataan Polri tentang potensi ancaman terorisme hanya berdasarkan asumsi.

Jum'at, 14/12/2018 16:00 0

Video News

Zoom In : Sendiri Dalam Keramaian Reuni 212

KIBLAT.NET- Reuni 212 memang sudah berlalu, namun kehangatannya masih terasa. Ada banyak kenangan yang sulit...

Jum'at, 14/12/2018 15:54 0

Indonesia

Tokoh Lintas Organisasi Keagamaan Ajak Jaga Kerukunan di Tahun Politik

Prof. Syafiq Mughni, Ph.D selaku Utusan Khusus Presiden menghimbau agar kerukunan tetap terjalin di tahun politik.

Jum'at, 14/12/2018 15:29 0

Indonesia

Protes Tingginya Pengangguran di Yordania Berakhir Ricuh

Ratusan orang menggelar aksi demonstrasi di Amman, ibukota Yordania. Mereka memprotes rencana peningkatan pajak dan tingginya pengangguran kaum muda.

Jum'at, 14/12/2018 13:40 0

Analisis

Jurnal Syamina: Membajak Islam, Menjinakkan Muslim

“Singkatnya, kita harus memecah belah Islam… melemahkan Islam, membuatnya gelisah, mematikannya, dan menjadikannya tidak mampu bangkit selamanya." (Bernard Carra de Vaux, Orientalis Prancis)

Jum'at, 14/12/2018 13:13 0

Indonesia

Sulteng Masih Butuh Nafas Panjang, PP Lidmi Imbau Penggalangan Dana Gelombang Ketiga

KIBLAT.NET, Makassar – Bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi yang terjadi di Palu, Sigi dan...

Jum'at, 14/12/2018 12:54 0

Close