... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kisah Adi, Pria yang Hijrah Setelah Menjadi Punk 15 Tahun

Foto: adi, mantan anak punk

KIBLAT.NET, Sukabumi – Sebut saja Adi, lelaki usia 33 tahun ini bertaubat setelah menjadi punk selama 15 tahun. Dia putra dari pasangan Hadi Pranama berdarah Sunda Bandung dan Siti yang berdarah Klaten, Jawa Tengah.

Pria yang saat ini tinggal di kawasan Jakarta Selatan ini mengaku selama menjadi punk sudah melakukan semua kemaksiatan. “Semua kemaksiatan udah gue lakuin,” tuturnya kepada Kiblat.net di Sukabumi pada Sabtu (15/12/2018).

Di tengah hawa dingin di Nagrek Organic Sri Center (NOSC), Adi menceritakan bahwa ia mulai bergabung menjadi anak punk sejak lulus Pesantren Persatuan Islam (Persis) di Garut. Tentu dia punya sebab sehingga dia menjadi punk.

Gue menjadi anak punk karena broken home, kondisi rumah tangga yang rusak menyebabkan gue menjadi seperti itu,” tuturnya sembari memainkan kacamatanya yang patah.

Menurutnya, 80 persen dari anak-anak punk itu disebabkan broken home. Dan selebihnya hanya karena bosan dengan kehidupan yang monoton dan iseng-iseng. Ia menyebutkan, broken home  berujung punk terjadi di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia.

Adi sendiri sudah pernah memakai berbagai macam jenis narkoba dan minuman keras. Sangking candunya, Adi pernah mengalami over dosis hingga 3 kali. Efek yang paling parah adalah ketika ia tak sadarkan diri hingga 4 bulan.

“Ini karena memakai ampas heroin. Kalau sudah makai itu, pilihannya cuma dua, kalau nggak mati ya nggak sadarkan diri,” imbuhnya.

BACA JUGA  Ditanya Hakim soal Serangan Cyber, Ketua KPU: Sudah Biasa

Namun setelah pemerintah melegalkan heroin cair berbentuk minuman, Adi mulai berhenti memakai ampas-ampas heroin. Walau efeknya tidak jauh beda, kata dia, namun tidak sampai mati.

Ia mulai sadar sejak 1 tahun belakangan ini, meskipun sholatnya masih bolong-bolong. Adi menjelaskan, kesadarannya untuk kembali ke pangkuan Islam muncul karena merasa dunia sudah mulai rusak dan banyaknya bencana alam yang terjadi.

“Saya mulai diberi ilham dari bencana-bencana alam yang terjadi. Bumi udah mau hancur,” imbuhnya.

Dia merasa bersyukur bertemu dengan komunitas Tasawwuf Underground, walau baru mulai bergabung 1 bulan terakhir. Di Tasawwuf Underground ini dia mulai menjaga sholatnya, mengaji iqro’ dan mulai mendalami ilmu-ilmu agama.

Gerak-geriknya begitu aktif dan bersemangat dalam menjalankan hidup barunya di Tasawwuf Underground. Dia begitu berharap kedepannya dia bisa kembali hidup normal dari komunitas ini. Dan selalu mengingat dan dekat dengan Allah.

“Kedepan saya mau bisa kerja untuk hidup dan senantiasa ingat Allah dan memperbaiki diri” pungkasnya.

Reporter: Syuja’ Asaddullah
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Setelah Ancam Milisi Kurdi Suriah, Erdogan dan Trump Bertelepon

“Kedua kepala Negara sepakat memastikan kerja sama yang lebih efektif untuk Suriah,” kata pernyataan kantor kepresidenan Turki.

Sabtu, 15/12/2018 09:19 0

Video News

Zoom In : Sendiri Dalam Keramaian Reuni 212

KIBLAT.NET- Reuni 212 memang sudah berlalu, namun kehangatannya masih terasa. Ada banyak kenangan yang sulit...

Jum'at, 14/12/2018 15:54 0

Analisis

Jurnal Syamina: Membajak Islam, Menjinakkan Muslim

“Singkatnya, kita harus memecah belah Islam… melemahkan Islam, membuatnya gelisah, mematikannya, dan menjadikannya tidak mampu bangkit selamanya." (Bernard Carra de Vaux, Orientalis Prancis)

Jum'at, 14/12/2018 13:13 0

Suara Pembaca

Ada Ibroh di Balik Reuni Akbar 212

Gelombang manusia yang hadir pada acara reuni 212 yang digelar pada hari minggu kemarin di Monas telah membuka mata dunia bahwa ikatan yang terjalin adalah ikatan akidah semata.

Jum'at, 14/12/2018 11:15 0

Palestina

Tusuk Dua Polisi Penjajah Israel, Pemuda Palestina Gugur

Ia gugur tertembak.

Jum'at, 14/12/2018 09:23 0

Yordania

PBB Bantah Kepulangan Mayoritas Pengungsi Suriah di Yordania

KIBLAT.NET, Amman – Badan Pengungsi PBB (UNHCR) di Yordania membantah laporan sejumlah besar pengungsi Suriah...

Jum'at, 14/12/2018 08:49 0

Afrika

Pemerintah Somalia Tangkap Calon Gubernur Mantan Anggota Al-Shabaab

Robo merupakan mantan anggota senior Al-Shabaab dan pernah menjabat juru bicara gerakan. Pada 2017, dia menyatakan keluar dari gerakan tersebut dan menyatakan secara terbuka meninggalkan kekerasan serta mengakui otoritas federal Somalia.

Jum'at, 14/12/2018 07:34 0

Opini

Ironi Riuh Rendah Hari HAM Sedunia Itu Bernama Umat Islam

Ironi terlihat begitu nyata di balik riuh rendah peringatan Hari HAM Sedunia yang diperingati setiap tanggal 10 Desember

Kamis, 13/12/2018 20:26 0

Artikel

Fenomena Riset Intoleran: Memata-matai dan Memvonis Umat Islam

Satu hal yang kita dapat pahami. Secara tersirat riset-riset tendensius terhadap umat yang “memata-matai” kegiatan ceramah di Masjid, atau pun yang memiliki definisi absurd dari toleransi yang bertentangan dengan Pancasila telah berkelindan dengan kekuasaan.

Kamis, 13/12/2018 16:10 0

Khazanah

Khutbah Jumat: Tiga Perkara yang Membinasakan

Khutbah Jumat: Tiga Perkara yang Membinasakan

Kamis, 13/12/2018 16:00 1

Close