Pemerintah Somalia Tangkap Calon Gubernur Mantan Anggota Al-Shabaab

KIBLAT.NET, Baidoa – Pemerintah Somalia menangkap, Kamis (13/12), mantan anggota Organisasi Al-Shabaab, Mukhtar Robo, yang mencalonkan diri dalam pemilihan gubernur. Pertempuran meletus antara pendukung dan pasukan keamanan.

Departemen keamanan dalam negeri di Mogadishu mengatakan bahwa Robo ditangkap karena dicurigai mengangkut “militan dan senjata mereka” ke kota Baidoa, ibukota provinsi barat daya. Robo mencalonkan diri sebagai gubernur dalam pemilihan umum di provinsi tersebut.

Robo merupakan mantan anggota senior Al-Shabaab dan pernah menjabat juru bicara gerakan. Pada 2017, dia menyatakan keluar dari gerakan tersebut dan menyatakan secara terbuka meninggalkan kekerasan serta mengakui otoritas federal Somalia.

Departemen keamanan meminta Robo meninggalkan “pemikiran terorisme” dan mendukung pemerintah federal Somalia.

Juru bicara Robo mengatakan bahwa Robo dipukuli ketika ditahan oleh pasukan Ethiopia, yang merupakan bagian pasukan perdamaian Uni Afrika di Somalia.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Ethiopia mengaku tidak mengetahui peran pasukannya dalam penangkapan Robo.

Penduduk di Baidoa mengatakan, penangkapan itu menyebabkan baku tembak antara orang-orang bersenjata yang setia kepada Robo dan tentara Somalia serta Ethiopia.

Seorang pemilik toko di kota Baidoa, Ahmad Abdullah, mengatakan ada korban jatuh akibat pertempuran itu. Sejumah tank tentara Ethiophia terlihat masuk ke kota. Meski baku tembak telah berhenti, situasi mencekam masih berlangsung. Seluruh toko tutup.

Pemerintah Mogadishu yang didukung AS mencoba mencegah Robo mencalonkan diri sebagai gubernur provinsi barat daya Somalia. Pemerintah beralasan, Robo masih masuk dalam daftar hitam AS. Akan tetapi, komisi pemilihan Somalia menolak permintaan pemerintah dan meloloskan pencalonan Robo.

Somalia Barat Daya akan menjadi daerah semi-otonomi pertama di Negara itu. Wilayah itu akan menyelenggarakan pemilihan presiden dalam beberapa bulan mendatang pada titik kritis dalam perebutan kekuasaan yang meningkat antara pusat dan partai-partai setelah perang sipil.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat