... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Nasir Djamil Minta Separatis Papua Ditangani Sesuai UU Terorisme

Foto: Anggota Panja RUU Jabatan Hakim, Nasir Djamil

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi Hukum dan HAM DPR RI, M Nasir Djamil meminta Kapolri Tito Karnavian dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto serta jajaran media di Indonesia untuk mengganti istilah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang membunuh 31 pekerja PT Istaka  Karya dengan nama kelompok teroris.

“Jika merujuk kepada definisi terorisme yang ada dalam UU Terorisme maka KKB telah memenuhi syarat,” ujarnya dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Jumat (14/12/2018)

Tokoh muda Aceh ini juga menegaskan bahwa perbuatan yang diikuti dengan aksi kekerasan dan menimbulkan korban bersifat massal serta dilakukan dengan motif politik, ideologi dan gangguan keamanan adalah terorisme.

Menurut Nasir, selama ini kelompok separatis di Papua telah membunuh pekerja yang tidak berdosa dalam jumlah yang cukup banyak. Mereka juga membunuh anggota TNI.

“Maka, mereka itu tergolong teroris home ground dan juga bisa saja digerakkan oleh motif ideologi agama. Karenanya menghadapi mereka haruslah menggunakan cara yang diperintahkan oleh UU Terorisme,” tegasnya.

“Negara tidak boleh kalah dengan aksi terorisme di Papua dan martabat negara ditentukan oleh kemampuan negara menumpas mereka. Jika dalam waktu lama tidak berhasil maka warga negara menjadi skeptis dan akan muncul teror-teror baru di Papua,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Zoom In : Sendiri Dalam Keramaian Reuni 212

KIBLAT.NET- Reuni 212 memang sudah berlalu, namun kehangatannya masih terasa. Ada banyak kenangan yang sulit...

Jum'at, 14/12/2018 15:54 0

Analisis

Jurnal Syamina: Membajak Islam, Menjinakkan Muslim

“Singkatnya, kita harus memecah belah Islam… melemahkan Islam, membuatnya gelisah, mematikannya, dan menjadikannya tidak mampu bangkit selamanya." (Bernard Carra de Vaux, Orientalis Prancis)

Jum'at, 14/12/2018 13:13 0

Suara Pembaca

Ada Ibroh di Balik Reuni Akbar 212

Gelombang manusia yang hadir pada acara reuni 212 yang digelar pada hari minggu kemarin di Monas telah membuka mata dunia bahwa ikatan yang terjalin adalah ikatan akidah semata.

Jum'at, 14/12/2018 11:15 0

Palestina

Tusuk Dua Polisi Penjajah Israel, Pemuda Palestina Gugur

Ia gugur tertembak.

Jum'at, 14/12/2018 09:23 0

Yordania

PBB Bantah Kepulangan Mayoritas Pengungsi Suriah di Yordania

KIBLAT.NET, Amman – Badan Pengungsi PBB (UNHCR) di Yordania membantah laporan sejumlah besar pengungsi Suriah...

Jum'at, 14/12/2018 08:49 0

Afrika

Pemerintah Somalia Tangkap Calon Gubernur Mantan Anggota Al-Shabaab

Robo merupakan mantan anggota senior Al-Shabaab dan pernah menjabat juru bicara gerakan. Pada 2017, dia menyatakan keluar dari gerakan tersebut dan menyatakan secara terbuka meninggalkan kekerasan serta mengakui otoritas federal Somalia.

Jum'at, 14/12/2018 07:34 0

Opini

Ironi Riuh Rendah Hari HAM Sedunia Itu Bernama Umat Islam

Ironi terlihat begitu nyata di balik riuh rendah peringatan Hari HAM Sedunia yang diperingati setiap tanggal 10 Desember

Kamis, 13/12/2018 20:26 0

Artikel

Fenomena Riset Intoleran: Memata-matai dan Memvonis Umat Islam

Satu hal yang kita dapat pahami. Secara tersirat riset-riset tendensius terhadap umat yang “memata-matai” kegiatan ceramah di Masjid, atau pun yang memiliki definisi absurd dari toleransi yang bertentangan dengan Pancasila telah berkelindan dengan kekuasaan.

Kamis, 13/12/2018 16:10 0

Khazanah

Khutbah Jumat: Tiga Perkara yang Membinasakan

Khutbah Jumat: Tiga Perkara yang Membinasakan

Kamis, 13/12/2018 16:00 1

Opini

Serangan Korean Wave: Caranya Merusak Kerja Otak dan Akhlak

Oleh : Astriva Novri Harahap, muslimah, pegiat media sosial KIBLAT.NET – ‘Perang’ antar petisi yang...

Kamis, 13/12/2018 14:31 2

Close