... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Ada Ibroh di Balik Reuni Akbar 212

Foto: Reuni 212 di Monumen Nasional (Monas), Ahad (02/12/2108)

KIBLAT.NET – Gelombang manusia yang hadir pada acara reuni 212 yang digelar pada hari minggu kemarin di Monas telah membuka mata dunia bahwa ikatan yang terjalin adalah ikatan akidah semata. Bagaimana tidak, berbagai prediksi bahwa acara ini tidak akan banyak dihadiri, tapi pada kenyataannya bisa menembus angka jutaan orang seperti yang disampaikan Iwan Piliang yang bersumber dari jumlah telepon genggam peserta reuni akbar 212 yang didapat dari pusat operatornya masing-masing (MSC). (eramuslim.com).

Masyarakat dari berbagai pelosok tanah air berduyun-duyun hadir dengan berbagai cara. Ada yang menggunakan akat transportasi pribadi, charter angkot, menyewa bis,menggunakan kereta api booking pesawat bahkan ada yang menempuh jalan kaki seperti yang dilakukan 8 santri kuningan agar bisa hadir ke Monas reuni 212.

Bahkan acara ini spiritnya menular pada kaum disabilitas yang tidak halangan untuk menghadirinya. Beberapa artis pun tak ketinggalan untuk hadir ke sana. Intinya spirit keimanan dan ikatan akidah telah mempersatukan.

Dari orang yang bergelimang harta sampai yang sederhana dari yang memiliki fisik sempurna hingga disabilitas dari pelosok desa hingga kota rela berkorban demi Allah semata. Membela agama setelah beberapa bulan kemarin bendera tauhid dinistakan oleh orang yang tidak ingin Islam bersatu.

Reuni akbar 212 ini tak ayal menuai pro dan kontra terutama bagi para pembenci umat Islam untuk bersatu menuding adanya unsur politik terutama dari pengusung calon presiden nomor 2 dan ada pula ditumpangi ormas tertentu terkait bendera. Tetapi pada kenyataannya simbol bendera tauhid itu malah menjadi milik umat semata.

Menurut panitia reuni 212 dipastikan tidak ada yang membawa atribut kampanye partai hanya bendera merah putih dan bendera tauhid. Bila ada yang melanggar tak segan akan diamankan, hal itu disampaikan Slamet Maarif dilansir dari Liputan 6.com.

Reuni 212 juga dihadiri dari kalangan non muslim menunjukkan bahwa umat Islam memahami arti toleransi dan semat radikal yang disematkan oleh mereka para pembenci justru dapat dipatahkan acara ini sangat damai bahkan para peserta aksi saling mengingatkan untuk tidak menginjak taman, tidak membuang sampah. Salam sapa dan senyum senantiasa di tebar kepada para aparat kepolisian.

Bendera tauhid yang sempat di bilang ormas tertentu justru saat acara menjadi milik umat, tidak ragu para peserta menggunakan syal, topi, pin, bros dan berbagai simbol tauhid. Sungguh mengagumkan simbol tauhid yg dinistakan menjadi pemersatu umat Islam.

Oleh karena itu, umat Islam harus mengambil pelajaran dari acara 212 kita ini adalah bersaudara dan jangan bercerai berai serta hilangkanlah paham-paham yang memecah belah persatuan yaitu ashobiyah. Wallohu a’lam bi ash showab

Penulis: Heni Andriani

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Tusuk Dua Polisi Penjajah Israel, Pemuda Palestina Gugur

Ia gugur tertembak.

Jum'at, 14/12/2018 09:23 0

Yordania

PBB Bantah Kepulangan Mayoritas Pengungsi Suriah di Yordania

KIBLAT.NET, Amman – Badan Pengungsi PBB (UNHCR) di Yordania membantah laporan sejumlah besar pengungsi Suriah...

Jum'at, 14/12/2018 08:49 0

Afrika

Pemerintah Somalia Tangkap Calon Gubernur Mantan Anggota Al-Shabaab

Robo merupakan mantan anggota senior Al-Shabaab dan pernah menjabat juru bicara gerakan. Pada 2017, dia menyatakan keluar dari gerakan tersebut dan menyatakan secara terbuka meninggalkan kekerasan serta mengakui otoritas federal Somalia.

Jum'at, 14/12/2018 07:34 0

Indonesia

Negara Muslim Diharapkan Beri Perhatian ke Muslim Uighur

ia mendesak kepada pemerintah Indonesia untuk berperan menghentikan perlakuan diskriminatif tersebut. Selain itu, ia juga berharap warga muslim mengambil langkah tegas

Kamis, 13/12/2018 22:19 2

Indonesia

Komisi I DPR Kecam Diskriminasi Muslim Uighur

pihaknya menolak adanya diskriminasi terhadap warga muslim Uighur.

Kamis, 13/12/2018 22:10 0

Opini

Ironi Riuh Rendah Hari HAM Sedunia Itu Bernama Umat Islam

Ironi terlihat begitu nyata di balik riuh rendah peringatan Hari HAM Sedunia yang diperingati setiap tanggal 10 Desember

Kamis, 13/12/2018 20:26 0

Indonesia

Sekum PP Muhammadiyah Sebut Perdebatan Politik Saat Ini Bodohi Rakyat

"Saya menyesali perdebatan kandidat politik yang lebih mengedepankan adu isu, saling serang, dan membantah"

Kamis, 13/12/2018 17:13 0

Indonesia

Komnas HAM Akan Undang 2 Pasangan Capres-Cawapres Bicara Soal HAM

Komnas HAM berencana untuk mengundang dua pasangan capres-cawapres untuk berbicara mengenai Hak Asasi Manusia (HAM).

Kamis, 13/12/2018 16:29 0

Artikel

Fenomena Riset Intoleran: Memata-matai dan Memvonis Umat Islam

Satu hal yang kita dapat pahami. Secara tersirat riset-riset tendensius terhadap umat yang “memata-matai” kegiatan ceramah di Masjid, atau pun yang memiliki definisi absurd dari toleransi yang bertentangan dengan Pancasila telah berkelindan dengan kekuasaan.

Kamis, 13/12/2018 16:10 0

Khazanah

Khutbah Jumat: Tiga Perkara yang Membinasakan

Khutbah Jumat: Tiga Perkara yang Membinasakan

Kamis, 13/12/2018 16:00 1

Close