... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Ironi Riuh Rendah Hari HAM Sedunia Itu Bernama Umat Islam

Foto: Muslim Rohingya lari dari tempat kelahirannya karena dikejar pemerintah Myanmar.

KIBLAT.NET – Ramai peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia yang jatuh pada 10 Desember. Peringatan hari HAM itu rutin dirayakan setahun sekali hampir di seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.

HAM sendiri mulai disebut-sebut sejak 10 Desember 1948 silam, ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memproklamasikan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM). Piagam itu mengacu pada kebebasan dasar dan perlindungan yang harus dimiliki semua manusia. Hak asasi manusia bersifat universal, tidak memandang ras, jenis kelamin, agama, kemampuan, kepercayaan politik, seksualitas, usia ataupun yang lainnya.

Peringatan Hari HAM Sedunia ini pertama kali diperingati pada tahun 1950, setelah Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi mengundang semua negara dan oeganisasi untuk ikut merayakan hari HAM setiap tanggal 10 Desember.

Namun, ironi terlihat begitu nyata di balik riuh rendah peringatan Hari HAM Sedunia yang diperingati setiap tanggal 10 Desember. Manusia di beberapa wilayah di dunia kehilangan hak-hak dasar mereka akibat berbagai kekejaman, kejahatan perang, pembantaian hingga genosida.

Tidak hanya kebebasan hidup saja, kebebasan beragama yang dilindungi oleh hak asasi manusia pun tak kunjung mereka dapatkan. Lagi-lagi kondisi itu nyata menimpa umat Islam. Bahkan di beberapa negara, mereka yang berstatus muslimmendapatkan perlakuan yang tidak terpuji hingga keji dari orang-orang yang berada di sekitarnya.

Umat Islam kerap kali dijadikan sasaran oleh pihak-pihak yang membenci ajaran yang dating dari Rabb semesta alam. Maka, tak jarang jika kaum muslimin selalu mendapatkan teror dan intimidasi terutama apabila umat Islam minoritas di tempatnya tinggal.

Meski 10 Desember adalah hari peringatan HAM sedunia akan tetapi nasib umat Islam di beberapa negara masih tak kunjung mendapatkan hak-hak dasar dalam hidup mereka. Jargon-jargon hak asasi manusia yang ramai berkumandang di hari itu seakan tak berlaku bagai mereka.
Berikut kondisi umat Islam dari etnis dan wilayah berbeda, tapi mengalami nasib serupa. Mereka sama-sama kehilangan hak asasi saat perayaan Hari HAM Sedunia sedang ramai.

1. Rohingya, Myanmar

Pembantaian, kekerasan serta genosida pemerintah Myanmar terhadap muslim Rohingya kian hari makin bertambah dan belum ditemukan tanda-tanda kapan konflik ini akan berakhir. PBB menyebutkan bahwa bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya adalah kejahatan kemanusiaan.

Pemerintah Myanmar menegaskan bahwa etnis Rohingya tidak termasuk ke dalam wilayah Myanmar. Oleh karena itulah pemerintah melakukan pengusiran dengan cara yang tidak manusiawi mulai dari pembakaran desa yang menjadi tempat tinggal para etnis Rohingya, pembunuhan dan berbagai kejahatan yang lainnya.
Sehingga akhirnya banyak dari para etnis Rohingya yang meninggalkan kampung mereka demi menyelamatan nyawa mereka. Tidak ada transportasi darat atau udara yang mereka gunakan untuk pergi menyelamatkan nyawa mereka melainkan hanya perahu nelayan yang mereka gunakan untuk menyelamatkan diri. Namun, tetap saja mereka tidak tahu kemana mereka akan pergi.

BACA JUGA  Pentingnya Budaya Literasi bagi Pemuda Islam dalam Memajukan Indonesia

Perahu yang mereka gunakan hanya mampu mengantarkan mereka ke negara yang sama sekali tidak mereka kenali. Jika beruntung, maka mereka akan diterima dan akan mendapatkan bantuan. Namun, jika tidak maka meraka akan dipulangkan kembali ke negara tempat mereka tinggal. Tentu saja ini membuat meraka ketakutan.

PBB sendiri belakangan ini sudah membuatkan resolusi untuk Rohingya. Salah satu draf resolusi tersebut adalah mendesak pemerintah Myanmar agar menghentikan genosida terhaap etnis Rohingya. Namun, sejauh ini resolusi tersebut hanya sebuah tulisan tanpa realisasi.

2. Uighur, Cina

Pemerintah Cina belakangan ini menerapkan tindak kekerasan terhadap warga etnis muslim Uighur yang mayoritas tinggal di provinsi Xinjiang. Pemerintah Cina beralasan bahwa etnis muslim Uighur sebagai etnis yang separatis, radikal, teroris. Oleh karena itulah pemerintah menindak dengan keras muslim Uighur.

Bahkan pemerintah Cina menempatkan jutaan muslim Uighur di sebuah kamp yang disebut kamp konsentrasi. Di dalam kamp tersebut para muslim Uighur dilarang untuk menjalankan kewajiban sholat. Tidak hanya sholat, berbagai kegiatan keagaman seperti membaca qur’an, berpuasa dan lain sebagainya. Untuk menapatkan makanan saja mereka harus menyanyikan lagu-lagu pro pemerintah Cina. Secara tidak langsung pemerintah Cina ingin menjauhkan muslim Uighur dari agamanya.

Di dalam kamp konsentrasi tersebut para tahanan muslim Uighur dipaksa untuk mencela Islam, dan mengadopsi ateisme sebagai keyakinannya sertra berjanji untuk setia kepada pemerintahan Cina.

Agar para tahanan muslim Uighur mematuhi perintah mereka, pihak berwenang menyiksa para tahanan dengan cara yang tidak manusiawi. Kuku mereka ditarik paksa, gigi dicopot, bahkan mereka menggunankan ular untuk menyiksa para tahanan.

Seorang mantan tahanan kamp konsentrasi mengatakan bahwa mereka ditangkap tanpa alasan yang jelas. Mereka ditangkap hanya karena menghubungi teman atau kerabat yang berada di luar negeri, bepergian ke negara asing, menumbuhkan jenggot, mendengarkan khutbah dan memotong rambut.

Yang lebih menyedihkan lagi, mayat dari orang-orang yang meninggal di kamp konsentrasi tidak pernah diserahkan kepada anggota keluarga mereka. Dalam beberapa tahun terakhir pemerintah Cina menerapkan sejumlah peraturan yang mengekang kebebasan muslim Uyghur.

3. Palestina

Berbicara tentang HAM tentu tidak akan luput dari Palestina, berbicara tentang Palestina tentu saja tidak akan luput dari Israel. Penjajahan Israel teerhadap Palestina hingga saat ini belum berakhir. Kekejaman Israel terhadap Palestina sudah tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.

Kekejaman penjajah Israel terhadap warga Palesstina telah memakan korban yang sangat banyak, baik dari kalangan anak kecil hingga orang tua. Israel juga kerap kali melakukan kejahatan perang seperti membunuh relawan atau dokter, sebagaimana kasus penembakan seorang dokter bernama Razan An-najar yang menjadi relawan kemanusiaan untuk warga Gaza yang melakukan perlawanan terhadap pasukan penjajah Israel.

BACA JUGA  Membangkitkan Semangat Literasi Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Global

Tak hanya itu, pasukan Israel juga melakukan berbagai kejahatan perang yang lainnya seperti menggunakan bom fospor yang sejatinya diilarang oleh PBB. Israel juga acap kali menyerang insfratuktur rumah sakit dan sekolah yang ada di Palestina.

Kebebasan warga Palestina pun terkekang dengan dibangunnya tembok raksasa oleh Israel yang terkesan sebagai penjara terbesar. Tak jarang, pasukan Israel pun melarang warga Paletina untuk melakukan ibadah Hak mereka sebagai warga Palestina dan umat Islam tertawan di genggaman penjajah zionis Israel. Dan hingga saat ini Palestina belum mendapatkan kembalik hak mereka.

4. Suriah

Sebuah laporan pelanggaran HAM menyebut bahwa Suriah menempati urutan teratas sebagai negara yang dianggap paling mengerikan dalam kasus pelanggaran HAM. Konflik yang bermula tatkala warga Suriah kecewa dengan kepemimpinan Basar Al-asad dan melakukan demonstrasi damai yang menuntut Presiden Basar Al-asad untuk mundur dari jabatannya. Namun, demonstrasi yang berlansung damai dibalas dengan serbuan timah panas aparat pemerintah. Tak sedikit korban jiwa yang berjatuhan dari kalangan sipil.

Hingga kini konflik di Suriah masih terus berlanjut, menyebabkan kerusakan dan korban jiwa yang amat besar. Pemerintah Suriah juga menggunakan senjata kimia yang dilarang oleh PBB untuk membunuh rakyatnya sendiri. Menurut laporan Komite Koordinasi Lokal (LCC) zat kimia yang digunakan pasukan pemerintah Suriah adalah zat saraf sarin yang sangat beracun dan dianggap 20 kali mematikan dibanding sianida.

Sasaran yang menjadi target pasukan pemerintah adalah tempat-tempat keramaian seperti pasar, sekolah, masjid bahkan rumah sakit tak luput dari serangan pasukan pemerintah Basar Al-asad.

Menurut laporan yang dirilis oleh Syiria Network for Human Right (SNHR), korban yang tewas selama dua tahun terakhir mencapai 5.783 warga sipil. PBB mengatakan bahwa yang selama ini dilakukan Basar Al-asad kepada rakyatnya adalah potret pelanggaran HAM yang sangat mengerikan. Sampai saat ini konflik di Suriah masih belum menemukan titik kapan konflik ini akan berakhir. Meski, sudah banyak negara yang menuntut agar Basar Al-asad menghentikan pembantaian terhadap warganya sendiri yang mayoritas beragam Islam.

Nasib umat Islam ini layaknya senampan makanan yang diperebutkan oleh orang-orang yang rakus. Begitu pun Hak Asasi Manusia yang selama ini digaungkan untuuk melindungi kebebasan dan kesetaraan bagi setiap orang layaknya lalat yang hanya meninggalkan kotoran tak berarti. Jargon hari HAM sedunia seakan telah basi untuk memulangkan kembail hak umat Islam yang telah terampas.

Penulis: Haikal Sobirin

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Sekum PP Muhammadiyah Sebut Perdebatan Politik Saat Ini Bodohi Rakyat

"Saya menyesali perdebatan kandidat politik yang lebih mengedepankan adu isu, saling serang, dan membantah"

Kamis, 13/12/2018 17:13 0

Indonesia

Komnas HAM Akan Undang 2 Pasangan Capres-Cawapres Bicara Soal HAM

Komnas HAM berencana untuk mengundang dua pasangan capres-cawapres untuk berbicara mengenai Hak Asasi Manusia (HAM).

Kamis, 13/12/2018 16:29 0

Artikel

Fenomena Riset Intoleran: Memata-matai dan Memvonis Umat Islam

Satu hal yang kita dapat pahami. Secara tersirat riset-riset tendensius terhadap umat yang “memata-matai” kegiatan ceramah di Masjid, atau pun yang memiliki definisi absurd dari toleransi yang bertentangan dengan Pancasila telah berkelindan dengan kekuasaan.

Kamis, 13/12/2018 16:10 0

Khazanah

Khutbah Jumat: Tiga Perkara yang Membinasakan

Khutbah Jumat: Tiga Perkara yang Membinasakan

Kamis, 13/12/2018 16:00 1

Indonesia

Banda Aceh Disebut Kota Intoleran, Ketua MIUMI Aceh: Ini Pembohongan Publik

"Rilis tersebut merupakan sebentuk upaya deislamisasi di Indonesia dan upaya pendiskreditan Islam serta syariat Islam di Aceh," kata Muhammad Yusran Hadi.

Kamis, 13/12/2018 14:07 0

Amerika

Ini Reaksi AS Atas Rencana Kampanye Militer Turki di Wilayah Kurdi Suriah

Ia menekankan bahwa setiap tindakan seperti akan kami anggap tidak dapat diterima.

Kamis, 13/12/2018 12:12 0

Profil

Syamil Salmanovich Basayev, Generasi Imam Syamil Abad Ini (2/2)

Di edisi kedua ini akan dibahas sepak terjang Syamil pasca kemenangan pertama dan beberapa kejadian yang menimpa dirinya, yaitu hilangya kaki kanan karena ranjau darat dilanjutkan perjalanan panjang menuju kesyahidan...

Kamis, 13/12/2018 11:29 0

Suriah

Syaikh Al-Mahdi Minta Pejuang Idlib Siaga Satu

“Maka dipahami dari pernyataan ini ada pertempuran pasti namun terbatas sebagaimana mereka inginkan,” tegasnya melaui Channel Telegram.

Kamis, 13/12/2018 09:53 0

Turki

Dalam Waktu Dekat, Turki Luncurkan Operasi Militer Baru di Suriah

Operasi ini untuk menargetkan milisi Kurdi di timur sungai efrat

Kamis, 13/12/2018 08:37 0

Afghanistan

Tak Mampu Pecah Kepungan Taliban, Pasukan Afghanistan Tinggalkan Kota di Furah

Kota itu telah dikepung selama berbulan-bulan. Pemerintah tak bisa mengirim logistik apalagi pasukan tambahan

Kamis, 13/12/2018 07:46 0

Close