... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ini Reaksi AS Atas Rencana Kampanye Militer Turki di Wilayah Kurdi Suriah

Foto: Kendaraan militer AS di Suriah

KIBLAT.NET, Washington – Amerika Serikat segera merespon pernyataan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang ingin meluncurkan operasi militer terhadap milisi Kurdi PKK di Suriah timur laut. Dephan AS (Pentagon) memperingatkan segala operasi yang menargetkan sekutunya itu.

“Pihak manapun ingin meluncurkan operasi militer sepihak di timur laut Suriah, khususnya di daerah yang ada kehadiran tentara Amerika merupakan perkara sangat mengkhawatirkan,” kata juru bicara Pentagon, Sean Robertson, seperti dilansir AFP.

Ia menekankan bahwa setiap tindakan seperti akan kami anggap tidak dapat diterima.

Pernyataan itu datang setelah Erdogan mengumumkan bahwa negaranya akan meluncurkan opersi militer menargetkan milisi Kurdi di timur Sungai Efrat Suriah. Operasi ini akan digelar dalam waktu dekat.

Erdogan berupaya memberishkan kota-kota Suriah yang berbatasan dengan negaranya dari milisi Kurdi. Milisi Kurdi sendiri berhasil menduduki kota-kota di perbatasan Turki setelah mengalahkan ISIS.

Milisi Kurdi merupakan sekutu militer utama AS di Suriah. Ratusan tentara AS ditempatkan di wilayah kontrol Kurdi untuk melatih dan memberi instruksi dalam perang melawan ISIS.

Saat ini, AS dan Kurdi tengah fokus merebut basis terakhir ISIS di Deir Zour. Bulan lalu, jaringan HAM Suriah melaporkan puluhan sipil tewas akibat serangan udara AS di daerah tersebut.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Profil

Syamil Salmanovich Basayev, Generasi Imam Syamil Abad Ini (2/2)

Di edisi kedua ini akan dibahas sepak terjang Syamil pasca kemenangan pertama dan beberapa kejadian yang menimpa dirinya, yaitu hilangya kaki kanan karena ranjau darat dilanjutkan perjalanan panjang menuju kesyahidan...

Kamis, 13/12/2018 11:29 0

Profil

Syamil Salmanovich Basayev, Generasi Imam Syamil Abad Ini (1/2)

Di era modern ini, muncul kembali sosok Imam Syamil baru. Seolah sepeninggal Imam Syamil yang hidup antara tahun 1797 hingga Maret 1871,  kembali dilahirkan di zaman ini.

Rabu, 12/12/2018 19:30 0

Indonesia

Buntut Iklan BLACKPINK, KPAI Panggil Manajemen Shopee Jumat Lusa

"Yang pasti berpotensi melanggar norma kesopanan dan kesusilaan," kata ketua KPAI

Rabu, 12/12/2018 19:22 0

Indonesia

KPI Peringatkan 11 Stasiun TV Terkait Iklan BLACKPINK Shopee

KPI Peringatkan 11 Stasiun TV Terkait Iklan BLACKPINK Shopee

Rabu, 12/12/2018 18:58 0

Indonesia

Komnas HAM Minta Presiden Tindak Lanjuti 10 Kasus HAM, Peristiwa 65-66 Termasuk

Sepuluh kasus yang telah diselidiki Komnas HAM yaitu peristiwa 65-66, Semanggi 1, Semanggi 2, Peristiwa Mei 1998, penghilangan aktivis, Peristiwa Talangsari, Jambu Keupok, Simpang KKA, Peristiwa Rumah Geudong Aceh, Peristiwa Wamena-Wasior.

Rabu, 12/12/2018 17:57 0

Tarbiyah Jihadiyah

Makanan yang Halal, Sebab Diterimanya Amal

Amal saleh akan terangkat dengan makanan yang halal, makanan yang halal akan membuat amal saleh diterima oleh Allah.

Rabu, 12/12/2018 16:53 0

Indonesia

Setara Institute Rilis Indeks Kota Toleran, Wasekjen MUI: Ini Ngawur

Tiga kota dengan toleransi terendah, atau intoleran yaitu: Jakarta, Banda Aceh, Tanjung Balai.

Rabu, 12/12/2018 16:03 0

Indonesia

DPR ke Sri Mulyani: Sebenarnya Defisit BPJS Bisa Diselesaikan atau Tidak?

Saleh mempertanyakan apakah dengan penanganan yang dilakukan Kemenkeu, defisit keuangan BPJS Kesehatan dapat selesai tanpa ada masalah turunan selanjutnya.

Rabu, 12/12/2018 15:00 0

Indonesia

Akhir Hayat Idris dalam Pelukan Bendera Tauhid

Idris tak pernah melewatkan seluruh rangkaian aksi damai umat Islam sejak kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok mencuat, termasuk aksi bela bendera tauhid

Rabu, 12/12/2018 14:36 0

Artikel

Kemajuan Taliban, Kemunduran Amerika

Propaganda sesat yang disebarluaskan melalui media untuk melawan Taliban sejak periode dua dekade terakhir ini akhirnya terbukti tidak benar sekaligus mengungkap kebohongan rezim Kabul.

Rabu, 12/12/2018 14:20 0

Close