... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Fenomena Riset Intoleran: Memata-matai dan Memvonis Umat Islam

Foto: Riset Setara Institute tentang indeks kota intoleran pada tahun 2017.

Oleh: Beggy Rizkiansyah, kolumnis Kiblatnet, anggota Jurnalis Islam Bersatu

 

KIBLAT.NET – Kala itu, di seluruh Hindia Belanda, tangan-tangan kolonialisme sudah mencengkeram. Namun, Aceh tak termasuk di dalamnya. Di Tanah Serambi Mekkah, perlawanan rakyat yang dipimpin ulama terus berkobar. Di sinilah kemudian peran pengetahuan berperan.

Studi tentang rakyat Aceh dilakukan untuk menilai rakyatnya. Hal itu menjadi bagian dari strategi menaklukkan Aceh. Snouck Hurgronje menjadi bagian dari perselingkuhan ilmu pengetahuan dan kekuasaan.

Snouck Hurgronje menorehkan catatan sejarah etnografi kolonial di Indonesia. Studinya tentang rakyat Aceh menjadi rujukan untuk kebijakan kolonial di sana. Fokus Snouck Hurgronje pada adat Aceh membuatnya menilai bahwa masyarakat Aceh sangat bergantung pada peran uleebalang. (James T. Siegel: 1969)

Menurutnya, ulama di Aceh memanfaatkan situasi perang dan berhasrat menggantikan peran uleebalang. Tentu saja penilaian ini keliru. Namun Snouck Hurgronje bersikeras menekan peran ulama. (James T. Siegel: 1969) Menurutnya ulama pembangkang ini harus dihancurkan dengan tindakan keras. (W.F. Wertheim: 1972)

Baginya praktek ritual Islam tak perlu dihalang-halangi. Ibadah sholat, bahkan haji tidak perlu dicurigai. Bahkan ia mencela kebijakan pemerintah kolonial yang menyusahkan muslim tanah air yang hendak pergi haji. Akan tetapi jika ada umat Islam yang membawa ide-ide politik, maka harus ditumpas dengan kekerasan. (Snouck Hurgronje : 1993)

Pandangan Snouck hurgronje ini dapat disimpulkan membagi umat Islam dalam dua aspek, “Islam relijius” dan “Islam politik.” Terhadap aspek relijius harus diberi ruang  kebebasan. Sedangkan terhadap aspek politik, tak boleh diberi ruang. Kekerasan harus digunakan untuk membungkam “Islam politik.” (Harry J. Benda: 1985)

BACA JUGA  Komentari PMA Majelis Taklim, MUI Sumbar: Kenapa Umat Islam Selalu Ditarget?

Kebijakan yang keras terhadap ulama di Aceh atas rekomendasi Snouck Hurgronje menjadi satu catatan perselingkuhan antara ilmu pengetahuan dengan kekuasaan. Kekuasaan yang memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk menaklukkan objeknya.

Islam Dipandang Sebagai Ancaman

Penjajahan memang telah lama berlalu. Namun penjajahan mental yang melihat aspek politis Islam sebagai ancaman nampaknya belum hilang sepenuhnya. Di alam demokrasi saat ini, ilmu pengetahuan tak bisa berkedok netral. Nyatanya pandangan hidup mempengaruhi pelaku penelitian.

Pandangan hidup yang sekularistik menolak keberadaan politik Islam. Wajah politik Islam dianggap sebagai satu wajah buruk umat Islam yang harus dihapuskan. Studi-studi Islam dari barat menjadikan Islam satu objek penelitian yang menarik. Islam, seperti Snouck Hurgronje ditundukkan dalam kerangka berpikir barat yang sekularistik.

Islam juga dianggap harus menganut satu nilai-nilai yang diusung barat, mengadopsi “keberagaman” meski itu bertentangan dengan ajaran ajaran Islam. Reinterpetasi teks Islam ditundukkan di bawah hegemoni barat. Tafsir pluralisme agama, multikulturalisme dan penafsiran hermeneutis terhadap Al-Qur’an menjadi beberapa ‘doktrin’ baru yang harus diterapkan dalam Islam.

Snouck Hurgronje, tokoh sekulerisasi Islam di masa kolonial.

Dalam atmosfer hegemonik inilah ilmu pengetahuan memegang peranan penting. Studi-studi, riset-riset yang menjadikan umat Islam sebagai objek penelitian dibuat dari kerangka berpikir barat yang sekularistik. Pendapat bahwa ilmu pengetahuan, terutama ilmu pengetahuan sosial adalah netral adalah satu ilusi yang perlu disingkirkan dari benak kita.

BACA JUGA  Pakar Pidana: Granat Meledak di Monas Bikin Orang Ketakutan

Begitu pula dalam satu riset sosial tentang masyarakat. Menilai perilaku masyarakat, kemudian mengubahnya menjadi angka-angka dan memberi kriteria, dan akhirnya penilaian dalam kerangka berpikir tertentu tak akan lepas dari ideologi. Justin Lewis misalnya, dalam Constructing Public Opinion  (2001) mengatakan bahwa menciptakan satu survey menurutnya tak mungkin dilepaskan dari aspek ideologis sang surveyor.

Menurutnya mengubah kata-kata, menjadi angka, singkatnya, adalah satu tindakan semiotik. Ideologi dan sejarah menjadi tak terhindarkan ketika melakukan satu survey kuantitatif yang sebenarnya berhubungan dengan angka-angka dan matematis.

Survey, riset, poling dan peneltian yang berhubungan dengan perilaku masyarakat memang menjadi bahan rujukan yang penting saat ini. Termasuk berhubungan dengan kebijakan pemerintah.

Baca halaman selanjutnya: Riset Tendensius P3M ...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Khazanah

Khutbah Jumat: Tiga Perkara yang Membinasakan

Khutbah Jumat: Tiga Perkara yang Membinasakan

Kamis, 13/12/2018 16:00 1

Opini

Serangan Korean Wave: Caranya Merusak Kerja Otak dan Akhlak

Oleh : Astriva Novri Harahap, muslimah, pegiat media sosial KIBLAT.NET – ‘Perang’ antar petisi yang...

Kamis, 13/12/2018 14:31 2

Opini

Separatis dalam Pusaran Kapitalis

Lepas tidaknya Papua dari Indonesia akan memberikan keuntungan dan kerugian dari pihak yang berkepentingan di atas tanah Papua

Kamis, 13/12/2018 13:47 0

Amerika

Ini Reaksi AS Atas Rencana Kampanye Militer Turki di Wilayah Kurdi Suriah

Ia menekankan bahwa setiap tindakan seperti akan kami anggap tidak dapat diterima.

Kamis, 13/12/2018 12:12 0

Profil

Syamil Salmanovich Basayev, Generasi Imam Syamil Abad Ini (2/2)

Di edisi kedua ini akan dibahas sepak terjang Syamil pasca kemenangan pertama dan beberapa kejadian yang menimpa dirinya, yaitu hilangya kaki kanan karena ranjau darat dilanjutkan perjalanan panjang menuju kesyahidan...

Kamis, 13/12/2018 11:29 0

Suriah

Syaikh Al-Mahdi Minta Pejuang Idlib Siaga Satu

“Maka dipahami dari pernyataan ini ada pertempuran pasti namun terbatas sebagaimana mereka inginkan,” tegasnya melaui Channel Telegram.

Kamis, 13/12/2018 09:53 0

Turki

Dalam Waktu Dekat, Turki Luncurkan Operasi Militer Baru di Suriah

Operasi ini untuk menargetkan milisi Kurdi di timur sungai efrat

Kamis, 13/12/2018 08:37 0

Afghanistan

Tak Mampu Pecah Kepungan Taliban, Pasukan Afghanistan Tinggalkan Kota di Furah

Kota itu telah dikepung selama berbulan-bulan. Pemerintah tak bisa mengirim logistik apalagi pasukan tambahan

Kamis, 13/12/2018 07:46 0

Profil

Syamil Salmanovich Basayev, Generasi Imam Syamil Abad Ini (1/2)

Di era modern ini, muncul kembali sosok Imam Syamil baru. Seolah sepeninggal Imam Syamil yang hidup antara tahun 1797 hingga Maret 1871,  kembali dilahirkan di zaman ini.

Rabu, 12/12/2018 19:30 0

Indonesia

Buntut Iklan BLACKPINK, KPAI Panggil Manajemen Shopee Jumat Lusa

"Yang pasti berpotensi melanggar norma kesopanan dan kesusilaan," kata ketua KPAI

Rabu, 12/12/2018 19:22 0

Close