... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Akhir Hayat Idris dalam Pelukan Bendera Tauhid

Foto: Jasad Idris diselimuti bendera tauhid yang diusungnya saat mengikuti Reuni 212, Ahad (02-12-2018)

KIBLAT.NET, Jakarta – Idris tak pernah melewatkan seluruh rangkaian aksi damai umat Islam sejak kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok mencuat, termasuk aksi bela bendera tauhid. Namun, suratan takdir menjadikan Reuni 212 tahun ini adalah yang terakhir bagi dia. Bendera tauhid yang diagungkannya menjadi penutup jasad menuju liang lahat.

Beberapa hari setelah Idris (53) meninggal, suasana duka masih terlihat di salah satu sudut Jalan Tanah Rendah, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (07/12/2018). Belasan karangan bunga berjajar dengan tulisan seragam, ucapan duka cita atas meninggalnya salah satu pejuang 212. Pengirim karangan bunga tersebut dari berbagai kalangan, mulai dari organisasi kemasyarakatan, politisi, hingga partai politik.

Tanah Rendah, tempat kediaman Idris, merupakan sebuah kawasan padat penduduk di Jakarta Timur. Akses menuju lokasi tersebut berupa jalan dengan gang-gang sempit yang hanya dapat dilalui sepeda motor. Meski sesekali harus mengalah dengan pengendara lain saat hendak melewati sebuah tikungan, awak Kiblat.net akhirnya sampai di sebuah rumah kecil bercat hijau, dengan sebuah papan bertuliskan Ketua RW 08 terpasang di dinding terasnya.

Di rumah itulah Ida, istri almarhum Idris, kini tinggal bersama dengan anaknya. Saat ditemui, raut sedih masih menyelimuti wajah ibu beranak dua itu. Saat berbincang dengan Kiblat.net, suara yang keluar dari mulutnya lirih. Sesekali dia menerawang dan terdiam sejenak sebelum mengeluarkan kata-kata.

Meninggalnya Idris benar-benar di luar dugaan Ida. Meski berat, keluarga telah ridlo atas berpulangnya salah satu pejuang 212 itu.

Ida menuturkan suaminya adalah sosok yang memiliki semangat keislaman yang tinggi. Semangat itu pula yang menggerakkan Idris untuk selalu hadir aksi-aksi bersama umat Islam, sejak munculnya kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Sejak aksi bela Islam pertama, dia terus mengikuti aksi-aksi selanjutnya hingga ajal menjemput. “Sejak tahun 2016 dia nggak pernah alpa,” ungkapnya.

BACA JUGA  Materi Jihad dan Khilafah Dibatasi, Komisi VIII DPR: Itu Mendistorsi Pemahaman Islam

Penyakit asam urat dan jantung yang ada di tubuh Idris sejak 10 tahun terakhir seolah tak dihiraukan Idris. Selain rangkaian Aksi Bela Islam menuntut kasus penistaan agama, dia juga bergabung dalam rangkaian aksi membela bendera tauhid yang merupakan respon atas pembakaran beberapa waktu lalu. “Kita omelin, dia juga tetap jalan aja. Padahal lagi sakit juga jalan,” kenang Ida dengan suara lirih.

Semangat Idris yang tak pernah surut itu juga terlihat menjelang akhir hayatnya. Ida menuturkan bahwa pada malam 2 Desember 2018 Idris masih terlibat penyelenggaraan acara pengajian dalam rangka Maulid Nabi di masjid dekat rumahnya. Selain menjadi panitia, dia selama ini memang dikenal sebagai seorang aktivis masjid. Kesibukan dia di kegiatan itu baru berakhir pada pukul 02.00 dini hari.

Tak memilih beristirahat, dua jam berselang Idris justru berangkat menuju ke Monumen Nasional (Monas), lokasi Reuni 212. Kali ini dia melengkapi diri dengan bendera tauhid dan topi bertuliskan kalimat laailaha illallah muhammad rasullullah. Atribut itu sengaja dia siapkan menjelang pelaksanaan Reuni 212.

Panitia Reuni 212 memang menyeru peserta untuk membawa bendera tauhid dengan beragam warna. Tema “Membela Kalimat Tauhid Demi Kejayaan NKRI” dalam reuni kali ini juga tak lepas dari peristiwa pembakaran bendera tauhid di Garut beberapa waktu lalu.

“(Bendera) itu baru dibeli, sama topi,” ungkap Ida.

“Udah nggak papa, kalau masalah Islam berangkat! Nanti pokoknya saya nggak berhenti deh ngibarin bendera,” ujar Idris, seperti ditirukan istrinya.

Ida, istri Idris pejuang 212 yang meninggal seusai mengikuti Reuni pada 2 Desember 2018 di Monas

Idris berangkat menuju ke Monas bersama seorang temannya berboncengan menggunakan sepeda motor. Motor tersebut kemudian dia parkir di kawasan Universitas YAI, Kwitang, Jakarta Pusat. Kemudian dia berjalan menuju lokasi aksi Reuni 212.

BACA JUGA  PKS Berharap Polemik Kepulangan Habib Rizieq Segera Selesai

Seusai mengikuti rangkaian kegiatan Reuni 212, Idris bersama temannya bergegas pulang. Di lokasi parkir sepeda motor temannya bertanya kepada Idris apakah dia ingin ke toilet. Namun, saat itu tidak ada jawaban yang keluar dari mulutnya. Setelah sempat duduk sebentar, dia kemudian berusaha mengeluarkan motornya.

Tiba-tiba, “gubrak!” Idris terjatuh saat tangannya baru memegang setir sepeda motor. Rupanya, saat itulah malaikat maut mencabut nyawa mujahid 212 itu. Tubuhnya kemudian direbahkan di emperan sebuah kantor, sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Setelah dimandikan dan dikafani, jasad Idris diselimuti dengan bendera tauhid yang diusungnya saat Reuni 212. Pun topi bertuliskan bertuliskan kalimat laailaha illallah muhammad rasullullah.

Kabar meninggalnya Ketua RW 08 Tanah Datar, Kampung Melayu itu tersiar luas, hingga sampai ke telinga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kepala daerah pengganti Ahok itu menyempatkan diri untuk melayat ke rumah duka di Tanah Rendah. Dalam foto yang diunggah sang gubernur di media sosial, jasad Idris terbujur dalam pelukan bendera tauhid.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melayat ke rumah Idris yang meninggal seusai mengikuti Reuni 212

Keponakan Idris, Dian menuturkan begitu banyak masyarakat yang melayat saat Idris meninggal. Kebanyakan mereka yang bertakziah juga bagian dari alumni 212. Sejumlah habaib juga menyempatkan diri datang ke rumah duka.

“Habib pada datang, yang menjadi panitia disana juga datang, mendoakan. Mereka heran, kok sudah di kafani keluar keringat di keningnya. Katanya itu tanda khusnul khatimah,” tutur Dian, yang saat itu mendampingi Ida.

Dian mengatakan tak ada yang bisa memastikan banyaknya pelayat yang datang. Bahkan, banyak di antara mereka yang bukan warga Tanah Datar dan tak dikenal pihak keluarga.

Baca halaman selanjutnya: Ketua RW yang Baik ...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Kemajuan Taliban, Kemunduran Amerika

Propaganda sesat yang disebarluaskan melalui media untuk melawan Taliban sejak periode dua dekade terakhir ini akhirnya terbukti tidak benar sekaligus mengungkap kebohongan rezim Kabul.

Rabu, 12/12/2018 14:20 0

Suriah

Warga Ghouta dalam Kendali Assad: Diperkosa Hingga Dipaksa Jadi Tentara

Warga kota Ghouta, yang berada di sebelah timur Damaskus, telah dievakuasi ketika terjalin perundingan tak adil antara Rusia dan oposisi.

Rabu, 12/12/2018 13:08 0

Yaman

Pemerintah dan Syiah Hutsi Sepakat Tukar Tawanan Sebelum Negosiasi Resmi

Masing-masing telah menyerahkan daftar nama. Menurut pemberontak, sebanyak 15 ribu tawanan masuk dalam daftar tersebut

Rabu, 12/12/2018 11:35 0

Video News

Ini Puisi Taufik Ismail untuk Rohingya

Sastrawan Indonesia Taufik Ismail turut diundang dalam Aksi Bela Rohingya yang diadakan di depan kantor...

Rabu, 12/12/2018 11:22 0

Video News

31 Pekerja Dibantai di Papua, Ini Pelaku Sebenarnya!

KIBLAT.NET- Pada hari minggu tanggal 2 Desember kemarin, terjadi insiden penembakan terhadap puluhan pekerja pembangunan...

Rabu, 12/12/2018 11:18 0

Video News

Demo Dubes Myanmar, Presiden KNSR: Kita Akan Usir Mereka

KIBLAT.NET- Presiden KNSR, Syuhelmaidi Syukur mengatakan bahwa aksi yang dilakukan di depan kantor Dubes Myanmar...

Rabu, 12/12/2018 11:14 0

Asia

Australia Bahas Pemindahan Kedutaan di Israel ke Al-Quds

"Pemerintah bertemu hari ini dan membahas pemindahan kedutaan di Israel," kata sumber pejabat Australia yang meminta tidak disebutkan namanya karena dia tidak berwenang untuk berbicara kepada media kepada Reuters

Rabu, 12/12/2018 10:30 0

Afrika

400 Ulama Mauritania Desak Pemerintah Buka Kembali “Pusat Kaderisasi Ulama”

Aksi tersebut digelar dengan menggumpulkan tandatangan.

Rabu, 12/12/2018 09:20 0

Turki

Rusia dan Turki Bahas Pembentukan Komite Konstitusi Suriah di Ankara

Pertemuan itu membahas secara rinci pembentukan dan peluncuran kerja Komisi Konstitusi sebagai tahap penting bagi penyelesaian politik dalam isu-isu Suriah.

Rabu, 12/12/2018 08:06 0

Info Event

The Last MUQTI: Muslimah Berkarir Surga

The Last MUQTI: Muslimah Berkarir Surga

Selasa, 11/12/2018 21:20 0

Close