Kampanyekan Myanmar, CEO Twitter Panen Kecaman

KIBLAT.NET, Naypydaw – CEO Twitter Jack Dorsey menuai kritik keras karena mendorong 4,12 juta pengikutnya untuk mengunjungi Myanmar. Padahal, negara itu tengah menjadi sorotan publik karena tindakan pembersihan etnis minoritas Muslim Rohingya.

Dalam rangkaian panjang di Twitter, Dorsey (42) menjelaskan secara rinci pengalamannya saat melakukan meditasi tersembunyi di Pyin Oo Lwin, sebuah kota di Myanmar utara. Dari sini ia mendorong para pengikutnya untuk mengunjungi negara Asia Selatan.

“Myanmar adalah negara yang benar-benar indah. Orang-orang penuh sukacita dan makanannya luar biasa,” katanya pada Sabtu (08/12/2018) malam. Tak sedikit pun ia menyinggung soal kekerasan etnis di Rohingya melalui cuitan sebanyak lebih dari 700 kata itu.

Komentar Dorsey memicu reaksi para pengguna Twitter. Mereka menyebut bahwa bos Silicone Valley itu seolah tuli terhadap penderitaan Rohingya. Hal itu diungkapkan melalui sebuah hastag #JackIgnoresGenocide.

“Saya bukan ahli dalam meditasi, tetapi apakah ini seharusnya membuat Anda begitu terobsesi pada diri sendiri sehingga Anda lupa menyebutkan bahwa Anda berada di negara di mana militer telah melakukan pembunuhan massal dan perkosaan massal, memaksa ratusan ribu orang melarikan diri dalam satu bencana kemanusiaan terbesar saat ini?” kata Andrew Stroehlein, direktur media Eropa Human Rights Watch, menanggapi di Twitter.

Perusahaan media sosial juga telah mengundang kecaman karena diduga mengizinkan pidato kebencian menyebar di puncak penumpasan militer di Myanmar.

BACA JUGA  Definisi Ekstremisme di Perpres no 7 Tahun 2021 Tak Jelas

Pada bulan Agustus 2017, ratusan akun Twitter baru bermunculan di Myanmar. Banyak yang tampaknya melawan simpatisan Rohingya dari media berita Barat dan aktivis hak asasi manusia.

Mereka menggambarkan etnis minoritas sebagai imigran gelap dari negara tetangga Bangladesh, atau “Bengali.” Sementara, Rohingya menyatakan diri sebagai pribumi Rakhine.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat