... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ini Alasan Malaysia Mustahil Meratifikasi ICERD

Foto: Aksi Daulat 812 di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (08-12-2018) tolak Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial (ICERD)

KIBLAT.NET, Malaysia – Malaysia merupakan satu dari sejumlah negara yang hinga kini belum meratifikasi Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial (ICERD). ICERD dinilai bertentangan dengan Perlembagaan Persekutuan, undang-undang Malaysia yang tercantum didalamnya kontrak sosial yang mengistimewakan kaum Bumiputra Melayu.

Beberapa waktu lalu, Perdana Menteri Malaysia Tun Mahathir Mohammad juga menegaskan bahwa meratifikasi ICERD adalah hal yang mustahil dilakukan oleh Malaysia. Ia beralasan, jika ICERD ditandatangani maka Malaysia harus merumuskan ulang Perlembagaan Persekutuan mereka.

“Untuk merumuskan ulang Perlembagaan Persekutuan, perlu 2/3 suara dari parlemen,” ujar Mahatir seperti dikutip dari Harian Metro, 18 November 2018 lalu.

Pada Pilihan Raya Umum (PRU) ke-14 Malaysia yang digelar Mei 2018, tak ada koalisi yang mengusai dua per tiga suara parleme. Koalisi pemenang pemilu, Pakatan Harapan yang dipimpin Mahatir Mohammad hanya meraih 122 kursi, dari keseluruhan 222 kursi parlemen. Sisanya, Barisan Nasional yang dipimpin bekas Perdana Menteri Najib Razak memperoleh 79 kursi dan koalisi Gagasan Sejahtera yang dimotori Partai Islam Malaysia (PAS) dengan 18 kursi.

Sementara itu di kesempatan berbeda, Ketua Partai Islam Se-Malaysia (PAS) Datuk Seri Abdul Hadi Awang mengatakan bahwa ICERD tidak dibutuhkan negaranya. Sebab, sebagai acuan, Islam dinilai lebih lengkap dan berkeadilan. Ia menilai acuan yang diberikan Islam lebih lengkap dan bersifat adil daripada yang dicanangkan oleh PBB sebagai badan Internasional.

BACA JUGA  Spanduk Tolak RUU P-KS Nampang di Hotel Fairmount Jakarta, Begini Bunyinya

“Definisi berdasarkan Islam lebih lengkap dari (milik) Internasional, kita (Islam) lebih baik. Kita tidak perlu ICERD, mereka tidak lengkap, tidak cukup, dan mereka tidak adil,” kata Ketua PAS tersebut.

Datuk Seri Abdul Hadi Awang juga mengkritik ICERD yang tak berfungsi saat dihadapkan dengan kebiadaban Israel terhadap Palestina, juga kekejaman Myanmar kepada etnis muslim Rohingya.

“Israel dan Myanmar dibiarkan, apa kesalahan orang Islam, orang Islam tidak berbuat salah. Seharusnya dia (ICERD) justru ditujukan kepada negeri-negeri itu, jadi kita orang Islam tak boleh bersikap lemah menunjukkan kelemahan kita sendiri,” tandasnya.

Penulis: Qoid
Sumber: Harian Metro
Redaktur: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Secara Sepihak, Rezim Assad Vonis Mati Pemimpin HTS

Keputusan hukuman mati dijatuhkan kepada lebih dari 40 terdakwa, mayoritas berasal dari Ghouta, Damaskus timur.

Selasa, 11/12/2018 16:52 0

Qatar

Bukan Soal Boikot Saudi, Alasan Qatar Keluar dari OPEC

"Qatar telah memutuskan untuk menarik keanggotaannya dari OPEC efektif Januari 2019 dan keputusan ini dikomunikasikan kepada OPEC," kata Menteri Energi Qatar Saad al-Kaabi.

Selasa, 11/12/2018 14:54 0

Suara Pembaca

Menggantung Demokrasi di Monumen Akal Sehat

Jika dilihat dari kacamata demokrasi, reuni 212 justru merupakan kegiatan yang sangat-sangat demokratis.

Selasa, 11/12/2018 12:06 0

Irak

Iraq Gelar Perayaan Setahun Kemenangan Hadapi ISIS

Kemenangan itu harus dibayar mahal dengan porak-porandannya kampung-kampung warga.

Selasa, 11/12/2018 09:13 1

Palestina

Militer Israel Serbu Kantor Berita Resmi Otoritas Palestina

Wafa menambahkan, tentara penjajah meninggalkan kantor setelah setelah mengambil rekaman kamera CCTV.

Selasa, 11/12/2018 08:00 0

Artikel

212 dan Ketidakadilan Media

Di lain sisi umat Islam juga harus menyadari bahwa media adalah sarana dakwah yang penting dan sangat berpengaruh. Dibutuhkan keberpihakan pada media Islam yang ideologis.

Senin, 10/12/2018 12:15 1

Arab Saudi

Saudi Tolak Serahkan Warganya yang Dituduh Terlibat Pembunuhan Khashoggi

“Turki tidak mengungkap informasi sebagaimana mestinya,” imbuhnya.

Senin, 10/12/2018 11:32 0

Amerika

Promosi Wisata Myanmar, CEO Twitter Dikecam Follower

Para Netizen menilai, CEO Twitter mengabaikan pembantaian etnis Muslim Rohingya di negara itu

Senin, 10/12/2018 10:32 0

Suriah

Mantan Komandan FSA yang Serahkan Daraa ke Rezim Tewas Ditembak

Sebelum Daraa diserahkan ke rezim, Kanani memimpin Brigade Keempat di bawah Batalyon Hamzah. Ia juga pernah memimpin faksi Mujahidin Huran.

Senin, 10/12/2018 08:49 0

Eropa

Dorong Pengungsi Suriah Pulang, Denmark Iming-imingi Pesangon 20 Ribu Dolar

lembaga-lembaga HAM dan internasional memperingatkan bahwa kepulangan para pengungsi Suriah ke Negara mereka masih belum memungkinkan. Hal itu karena kondisi di Negara tersebut masih belum aman.

Senin, 10/12/2018 07:52 0

Close